Connect with us

Nasional

Komunitas Bikers HDCI, Berikan Bantuan Kubah Mesjid

Published

on

Bandung, Hariansentana.com – Jiwa sosial komunitas bikers motor gede (moge) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), tak henti dan terus ditunjukkan lewat kiprah-kiprah sosial kemasyarakatan.

Kali ini Mesjid Nurul Khazanah yang terletak di Kampung Cibedug RT 01 RW 10 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sasaran Komunitas HDCI dalam kiprah sosialnya dengan memberikan bantuan kubah mesjid.

Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum HDCI Pusat, Irjen. Pol. Teddy Minahasa yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jendral HDCI Pusat, H. Dadan Tri Yudianto, yang dilaksanakan, Sabtu (11/12/2021).

“Bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan “HDCI Peduli Bangsa” yang konsen dan peduli terhadap kondisi sosial kemasyarakatan ditengah pandemi Covid-19,” ujar Ketua Bidang Antar Lembaga HDCI Pusat, Ruddy Nasution didampingi Pengurus Pengda HDCI Jabar, Kang Oke Junjunan dan ketua HDCI Bandung, Kang Glenarto.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal HDCI Pusat, H. Dadan Tri Yudianto yang menyebutkan, keberadaan kubah mesjid nan indah, bakal mendatangkan dimensi spiritualitas tinggi, yang dapat menciptakan kekhusuan tersendiri bagi jamaah dalam menjalankan ibadah.

“Bantuan berupa 1 Kubah Besar dan 1 Kubah kecil bergaya Modern ini, merupakan bagian dari memuliakan rumah Alloh, dan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Cikole Lembang ditengah kondisi pandemi,” ungkap Dadan Tri Yudianto yang juga Pengusaha Melineal.

Mewakili Pengda HDCI Jabar, Kang Oke Junjunan yang juga Wasekjen HDCI mengungkapkan, selain bantuan Kubah Mesjid, komunitas bikers HDCI juga memberikan bantuan sejumlah paket sembako dan uang cash untuk masyarakat kurang mampu disekitar lingkungan setempat.

“Komunitas bikers HDCI selain memberikan bantuan kubah, juga menyampaikan bantuan paket sembako dan uang cash yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu,” jelas Kang Oke Junjunan, menambahkan.

Sementara ketua HDCI Bandung, Kang Glenarto, menyampaikan harapan dengan adanya bantuan kubah, hendaknya dapat menjadikan masyarakat Kampung Cibedug Cikole dan disekitar lingkungan Mesjid Nurul Khazanah lebih rajin dan khusu dalam menjalankan ibadahnya.

“Semoga dengan hadirnya kubah mesjid yang baru, dapat menambah kekhusuan masyarakat dalam menjalan ibadah,” ujar Kang Glenarto berharap.

Atas bantuan kubah dan uang cash bagi masyarakat kampung sekitar, Ketua DKM yang juga Panitia pembangunan Mesjid Nurul Hasanah, Ustad Nandi menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya atas bantuan yang diterimanya.

“Terimakasih komunitas HDCI, semoga semua bantuan yang diterima dibalas oleh Alloh SWT dan bermanfaat serta berkah,” ujar Ustad Nandi. (Red).

Teks foto: Tim HDCI saat memberikan sumbangan Kubah Mesjid yang dipimpin Sekjen HDCI Pusat, H. Dadan Tri Yudianto didampingi Ketua Bidang Antar Lembaga HDCI Pusat, Ruddy Nasution, Pengurus Pengda HDCI Jabar, Kang Oke Junjunan dan ketua HDCI Bandung, Kang Glenarto. (Doc).

Nasional

Polemik Desil, Politisi PDIP sebut Kesalahan Data Jangan Sampai Rampas Hak Warga

Published

on

By

JAKARTA, SENTANA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menyoroti polemik penentuan desil kesejahteraan masyarakat yang belakangan menuai keluhan. Menurutnya, meningkatnya sentimen negatif di media sosial menunjukkan persoalan desil telah berkembang menjadi masalah kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan sosial pemerintah.

“Angka 6.310 talks dengan sentimen negatif hampir 44 persen itu bukan sekadar noise media sosial, itu cerminan rasa tidak percaya warga terhadap sistem yang katanya dibangun untuk melindungi mereka,” kata Aria Bima pada wartawan (26/8)

Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa desil merupakan posisi relatif seseorang atau rumah tangga dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan penetapan mutlak seseorang kaya atau miskin. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus mengakui masih terdapat persoalan akurasi karena pembaruan data tidak selalu mampu mengikuti perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

Aria mencontohkan masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat mengalami penurunan kondisi ekonomi secara cepat, sementara data pemerintah masih menggambarkan keadaan rumah tangga tersebut beberapa waktu sebelumnya.

“PHK terjadi hari ini, tapi datanya masih mencerminkan keadaan dua tahun lalu. Di sinilah negara kehilangan kredibilitas,” ujarnya.

Karena itu, ia mendesak pemerintah menyediakan mekanisme sanggah yang sederhana, gratis, dan cepat bagi masyarakat yang merasa penetapan desilnya tidak sesuai kondisi faktual. Pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan juga harus diperkuat sebagai garda terdepan dalam proses verifikasi karena dinilai lebih mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya.

Selain mekanisme sanggah, Aria meminta pemerintah membuka secara transparan formula penentuan desil, mulai dari variabel yang digunakan, bobot setiap indikator hingga dasar metodologinya. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima angka tanpa mengetahui bagaimana status tersebut ditentukan. Ia juga mendorong keterlibatan akademisi dan lembaga statistik independen untuk mengaudit serta menyempurnakan metode yang digunakan BPS.

Aria turut mengingatkan potensi salah klasifikasi terhadap kelompok seperti petani dan nelayan. Kepemilikan lahan, perahu, atau aset produktif lainnya tidak semestinya langsung dianggap sebagai indikator kemapanan karena aset tersebut merupakan alat untuk mencari nafkah. Kesalahan klasifikasi, menurutnya, dapat berdampak lebih luas, termasuk hilangnya akses anak terhadap bantuan pendidikan.

Ia juga meminta pemerintah tidak terburu-buru menggunakan desil sebagai dasar pencabutan subsidi energi sebelum persoalan akurasi data diselesaikan dan masa transisi disiapkan.

“Data boleh jadi dasar kebijakan, tapi jangan sampai kesalahan administratif merampas hak warga atas perlindungan sosial. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya

Continue Reading

Ibukota

Pemprov DKI Minta Maaf Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Diundur

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas pengunduran jadwal peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading – Manggarai, yang peresmian semula diagendakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

“Pemprov DKI meminta maaf atas perubahan jadwal hari ini, termasuk kepada warga yang sempat menyesuaikan perjalanan karena rencana rekayasa lalu lintas di sekitar Manggarai,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim.red) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Chico menjelaskan bahwa seluruh jalur fisik dan rel LRT sejatinya telah selesai dikerjakan secara teknis oleh Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Namun, penyesuaian jadwal penundaan ini sengaja diambil demi memastikan seluruh fasilitas penunjang di stasiun beroperasi ramah pengguna

Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar layanan yang diterima warga benar-benar inklusif. Fasilitas akses, informasi, dan layanan prioritas perlu dipastikan lengkap sebelum peresmian. Termasuk bagi penyandang disabilitas, lansia, anak, dan warga yang berpindah moda di Manggarai,” ujar Chico.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengonfirmasi bahwa kepastian tanggal peresmian baru akan ditentukan usai evaluasi final. Termasuk pembenahan minor rampung dikerjakan.

“Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” kata Marulina.

Koridor LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai memiliki bentang jalur sepanjang 12,2 kilometer yang melintasi 11 stasiun, yaitu Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Waktu tempuh perjalanan dari titik awal ke titik akhir diproyeksikan memakan waktu sekitar 28 menit.

Jalur ini terintegrasi langsung dengan simpul transportasi Stasiun Manggarai yang terhubung ke KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, serta layanan TransJakarta. Pada masa awal pengoperasian hingga Oktober 2026, tarif yang diterapkan adalah flat Rp5.000 sekali jalan dengan jam operasional pukul 05.00–24.00 WIB. (Sutarno).

Continue Reading

Ibukota

H Rano Karno, Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, di Cawang

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, H.Rano Karno (Bang Doel).Selasa (25/8), menghadiri perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Santunan Anak Yatim di Majelis Ta’lim Anwarul Hidayah, Kelurahan Cawang, kecamatan Kramat Jati, kota administrasi Jakarta Timur.

Meski tidak sampai kegiatan rampung, Rano hadir memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Semoga peringatan Maulid malam ini membawa manfaat bagi masyarakat. Pak Gubernur menginstruksikan saya hadir di sini karena kebetulan, Insyaallah besok Bapak Presiden akan meresmikan LRT dari Velodrome sampai ke Manggarai, jadi, kami berbagi tugas,” katanya.

Rano meminta maaf, karena tidak bisa mengikuti kegiatan sampai tuntas lantaran kondisi kesehatan yang belum prima.

“Sebenarnya dokter menyarankan agar saya tidak banyak beraktivitas minimal selama seminggu setelah terkena tifus. Namun, saya merasa tidak betah hanya berdiam diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Rano juga menyempatkan menjenguk sesepuh Majlis Ta’lim Anwarul Hidayah yang tengah mengalami kendala kesehatan.

“Sekali lagi, Bapak dan Ibu, saya ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan, suatu saat saya bisa duduk lebih lama di sini untuk saling belajar,” tandasnya.

Jamaah Majelis Taklim Anwaril Hidayat mendoakan semoga Bang Doel Sehat selalu.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending