Nasional
IZI Launching Bagi Aqiqah dan Abon Kita Berbagi
Jakarta, Hariansentana.com – Inisiatif Zakat Indonesia launching program terbarunya yaitu “Bagi Aqiqah” dan “Abon Kita Berbagi” bertempat di Kantor Pusat IZI Jl. Condet Raya No.54 D-E RT.1/RW.3 Batu Ampar Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Jumat (3/12/2021).
“Hari ini kita melaunching Abon Kita Berbagi, sebagai bagian dari lanjutan serial pertama yaitu “Abon Kita Qurban IZI” yang sudah diluncurkan pada tahun 2020 silam. Hari ini kita lanjutkan serial keduanya “Abon kita berbagi”. Jadi serial kedua ini sesungguhnya adalah sebagian dari cara kami untuk mengimprove proses yang sudah selama ini berjalan.”
Demikian hal tersebut dikatakan Direktur Pendayagunaan IZI, Nana Sudiana didepan para awak media dalam launching program “Bagi Aqiqah” dan “Abon Kita Berbagi”.
Lebih lanjut Nana menjelaskan, tahun 2020 dan 2021 telah berlalu, IZI telah mengevaluasi bahwa UMKM yang menopang proses persiapan abon sampai kemudian jadi, akan sayang potensinya kalau tidak dioptimalkan pada monen diluar qurban. Untuk itu menurutnya, UMKM yang ada pada binaan IZI terutama yang ada di lumajang jawa timur, akan dioptimalkan untuk menyiapkan proses pembuatan abon untuk masyarakat duafa, terutama pada kondisi darurat seperti bencana, kemudian hasilnya akan didistribusikan pada daerah terpencil atau ketika ada bencana,” lanjutnya.
UMKM yang ada saat ini merupakan UMKM binaan IZI yang dapat menjadi andalan, serta dapat menjadi bagian dari peningkatan financial mereka.
Nana berharap IZI dapat menambah dan memperbesar skala produksinya dan bisa terus didukung oleh para muzaki,” harapnya.
Selain itu Nana juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi, agar masyarakat yang kekurangan ataupun yang terdampak bencana bisa tercover oleh program ini,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat IZI, Deddy Fenalosa menambahkan, program abon kita berbagi ini merupakan program baru pengembangan dari abon kita qurban IZI. Para donatur yang ingin berpartisifasi bisa langsung menghubungi Kontak Center IZI, atau juga untuk donatur kami yang rutin dihubungi oleh para almamater, juga bisa langsung menanyakan produk baru ini,” tambahnya.
Dengan mengusung tagline “Abon Kita Berbagi dan Mudah Dinikmati” artinya bukan hanya pada momen kurban saja melainkan bisa diluar momen sepanjang waktu. Sedangkan program “Berbagi Aqikah” dengan mengusung taqline ” Merayakan kelahiran buah hati dengan berbagi”
Produk aqiqah ini merupakan suatu produk yang diluncurkan setelah melihat respon dari para donatur donatur IZI yang didominasi oleh pasangan – pasangan muda. Dari situlah team kreatif IZI meluncurkan ide produk aqiqah dengan cita rasa yang berbeda dibandingkan dengan aqiqah yang ada pada lainnya.
Manfaat dari aqiqah ini akan lebih bermanfaat, karena aqiqah ini penyebarannya disalurkan kepada, para anak yatim, para santri tahfis, dan juga kekampung Bina Mualaf,” jelas Deddy.
Sementara Ustadz Muhammad Suharsono Selaku ketua Biro Kepatuhan Syariah IZI Menambahkan, aqiqah merupakan wujud sukur seseorang kepada Allah SWT. Bagi anak perempuan dapat dipotongkan satu ekor kambing, sedangkan bagi anak laki-laki dua ekor kambing,” tambahnya.
Makanan Aqiqah menurutnya dibolehkan didistribusikan ketempat yang lain yang memang membutuhkan,” pungkasnya.
Ibukota
Peduli Kemanusiaan, Walikota dan Dandim 0502 Jakarta Utara, Bedah Rumah Nenek Umayah
Jakarta, Hariansentana.com.- Walikota administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat.S.Ap.Msi. bersama Dandim 0502 Kolonel Inf. Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P .Blusukan turun langsung mengunjungi nenek Umayah warga yang tinggal di.RT.07/08.Kelurahan Papanggo, kecamatan Tanjung Priok, kota administrasi Jakarta Utara yang tempat tinggalnya sangat memprihatinkan.
Melihat kondisi rumah nenek Umayah yang hampir roboh itu, Hendra Hidayat Walikota Jakut langsung ambil keputusan untuk segera di merenovasi, walaupun rumah nenek Umayah tersebut sudah masuk daftar program 100 bedah rumah dari CSR Astra, tapi Hendra Hidayat selaku Pemerintah mengambil sikap untuk segera membangun melalui Baznas Bazis Jakarta Utara.
“Tolong bantu dan segera di bangun rumah nenek Umayah, jangan tunggu lama untuk di perbaiki lagi karena di kwatirkan hujan dan rumahnya akan roboh dan otomatis bocor,” Ujar Hendra Hidayat Walikota.
“Semua biaya bedah rumah nenek Umayah pemerintah kota administrasi Jakarta Utara yang tanggung bahkan biaya kontrakan sementara untuk nenek Umayah biar saya yang bayarkan saya sebagai pimpinan Jakarta Utara bersama Dandim 0502 hanya meminta agar kami selalu di berikan kesehatan,” Tambah Walikota Jakarta Utara senin (24/8).
Sementara itu Ujang selaku ketua RW 08 kelurahan Papanggo mengutarakan Alhamdulillah akhirnya salah satu warga kami yakni rumah nenek Umayah akan segera di perbaiki oleh pemerintah Jakarta Utara, ” Sekali lagi atas nama ketua RW. 08 dan seluruh warga RT. 007 mengucapkan Terima kasih.”Ungkapnya
Selain itu Asep anak dari nenek Umayah juga mengutarakan “Kami Memang miskin boro boro buat benerin rumah makan buat makan aja maklum mas kerja Serabutan.” Alhamdulillah Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak Walikota dan Dandim 0502.Semoga kariernya naik dan banyak rezekinya.rumah kami di perbaiki, saya sampai tidak bisa mengungkapkan rasa bahagia hanya ucapan Terima kasih atas bantuannya untuk keluarga kami.”Tuturnya. (Sutarno)
Daerah
Peduli Kebutuhan Air, Ketua DPRD Bersama Kapolres Demak Resmikan Empat Sumur Bor
DEMAK, SENTANA – Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata bersama Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino meresmikan empat sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Jum’at (21/8/2026).
Peresmian dipusatkan di Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Empat sumur bor tersebut dibangun di Desa Ngaluran, Desa Gemulak, Desa Timbulsloko dan Desa Jeruk Gulung.

Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata mengapresiasi langkah cepat Kapolres Demak dan jajaran dalam merespons kebutuhan air bersih masyarakat.
Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang menghadapi dampak musim kemarau panjang.
“Bantuan sumur bor ini merupakan sedekah air bersih yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Demak dan jajaran yang telah bergerak cepat membantu masyarakat,” kata Zayinul yang juga Ketua DPC PKB Demak ini.
Ditempat yang sama, Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, pembangunan sumur bor berangkat dari kondisi masyarakat yang mulai merasakan dampak musim kemarau panjang.
Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian bersama.
“Air bersih ini menjadi kebutuhan dasar bagi setiap warga. Kami melihat perkembangan situasi saat ini, terutama musim kemarau panjang dan persoalan kekeringan yang dirasakan masyarakat,” kata AKBP Samel.
Gagasan penyediaan sumur bor tersebut, kata dia, dibahas bersama Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata sebagai bentuk sinergi untuk membantu masyarakat.
Dari hasil pembahasan tersebut, Polres Demak kemudian meminta jajaran Kapolsek untuk memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan sumber air.
“Karena itu, kami bersama Ketua DPRD bersepakat untuk melakukan sesuatu yang bisa meringankan beban masyarakat. Kami kemudian mencari daerah yang membutuhkan dukungan sumber air,” ujar AKBP Samel.
Ia menyadari bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Demak yang mengalami persoalan kekeringan. Namun, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi awal sekaligus menggerakkan pihak lain untuk melakukan hal serupa.
“Kami memahami apa yang kami lakukan belum cukup untuk meng-cover seluruh wilayah Kabupaten Demak. Namun, setidaknya kami mengawali dan menginisiasi. Mudah-mudahan langkah ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk bersama-sama bergotong-royong membantu masyarakat,” katanya.
AKBP Samel berharap, masyarakat turut menjaga dan merawat fasilitas sumur bor tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, sumur bor ini dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi warga. Apa yang kami lakukan ini baru mengawali, selanjutnya masyarakat bersama-sama menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat terus dirasakan,” tutup AKBP Samel.
Sementara itu, Kepala Desa Ngaluran, Rumawi, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurut dia, keberadaan sumur bor dapat membantu mengurangi beban masyarakat, khususnya warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan sumur bor ini. Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Ngaluran dan menjadi ladang ibadah bagi semua pihak yang telah membantu,” ujar Rumawi. (Red/Munthohar/Ershi).
Polhukam
LSM PRB Desak Bupati Bogor Nonaktifkan Pejabat Bappenda yang Diduga Terlibat Kasus Upah Pungut.
Bogor, Hariansentana.com – Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB) mendesak Bupati Bogor untuk segera menonaktifkan pejabat di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah ( Bappenda ) Kabupaten Bogor yang diduga terlibat dalam kasus dugaan upah pungut.
Ketika di hubungi tlp seluler nya Sabtu 22 / 08 /. 2026 Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor ( PRB ) M Johan Pakpahan mengatakan ,
Langkah tersebut dinilai penting agar kinerja Bappenda tidak terganggu dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan normal,”terang nya.
“Kami minta Bupati Bogor tegas. Pejabat yang diduga menerima atau mendapat akses potongan upah pungut sebaiknya dinonaktifkan sementara. Ini penting untuk menjaga normalisasi pelayanan dan agar Bappenda tidak terbelenggu kasus yang sedang disidik KPK,” ujar M Johan.
Ia menjelaskan, upah pungut merupakan bagian dari pendapatan daerah yang biasanya dilaporkan Bappenda dan disetorkan ke Kas Daerah. Namun “diduga “ dalam praktiknya sering terjadi pembagian kepada pihak-pihak tertentu, termasuk oknum di DPRD,” papar nya.
“Tradisi ini sudah terjadi. Jangan ada yang disembunyikan. Dinas penghasil dana ada perbandingan upah pungut dan Bappenda yang menerima laporan serta setor ke kasda. Harus dibongkar sampai tuntas,” tegasnya.
Johan juga meminta KPK untuk transparan dalam menangani perkara ini. Menurutnya, penetapan tersangka harus berdasarkan bukti yang cukup dan tidak boleh ada intervensi kepentingan politik.
“Jangan sampai staf jadi tumbal. Kalau memang ada eselon II setingkat kepala dinas yang terlihat, harus dijelaskan apa peranannya. Kami tidak ingin kasus ini panas di awal, redup di akhir,” katanya.
Ia menyayangkan masih adanya persoalan korupsi di lingkungan Pemkab Bogor. Padahal sejak awal pihaknya sudah mengingatkan agar tidak terjadi “KPK jilid tiga” di Kabupaten Bogor.
“Oleh karena itu kami akan terus mengontrol kinerja Pemkab Bogor agar terus berbenah dan bersih dari koruptor. Rakyat juga harus diberi pemahaman karena masih banyak pejabat di Kabupaten Bogor yang bersih dari korupsi,” ujarnya.
Lebih lanjut Johan menegaskan akan mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Jika dalam penyidikan ditemukan keterlibatan anggota DPRD, maka harus diproses hukum juga.
“Upah pungut biasanya ada pembagiannya sampai ke anggota DPRD. KPK harus usut tuntas tanpa pandang bulu. Korupsi adalah musuh rakyat. Putusannya harus tegas dan jelas,” pungkasnya. (Ron)
-
Ekonomi6 days agoPT RBM Logistik Indonesia Perkuat Manajemen dan Siapkan Ekspansi Pasar Jelang RUPS
-
Daerah5 days agoKarhutla Kalimantan Capai 1.487 Hotspot, Alex Indra Lukman Desak Penanganan Jadi Prioritas Nasional
-
Polhukam4 days agoLSM PRB Desak Bupati Bogor Nonaktifkan Pejabat Bappenda yang Diduga Terlibat Kasus Upah Pungut.
-
Ibukota6 days agoLantik Tujuh Pejabat Eselon II, Dr.H. Pramono Dorong Transparansi dan Inovasi

