Ekonomi
Inisiatif Kemitraan Agenda Biru, Menko Luhut: Ini Aksi Nyata Untuk Laut Sehat dan Produktif
Jakarta, HarianSentana.com – Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengatakan, dalam mencapai visi 2045, ada dua tujuan utama yang harus dicapai yaitu menjadikan Indonesia negara maritim yang tangguh dan negara maritim yang unggul.
Demikian disampaikan pada _Workshop on Partnership Towards Effective Management to Conserve and Sustainably Use the Oceans_ (Senin, 26-09-2022) yang diadakan bersama antara kemenko Marves dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Workshop ini diadakan bertepatan dengan Hari Maritim Nasional. Juga, saya baru saja kembali dari UNGA di New York, melakukan dialog dan pertemuan tentang banyak masalah termasuk tentang Laut dan keberlanjutannya,” ucap Menko Luhut saat membuka workshop yang bekerja sama dengan PBB tersebut.
Sebagai negara maritim, Menko Luhut mengatakan ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu sekitar 75% wilayah kita tertutup air laut, dan Indonesia memiliki 17.500 pulau dengan garis pantai sekitar 108.000 km. Menurutnya, dengan segala berkah tersebut, Indonesia memiliki banyak potensi.
“Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam mengambil tindakan untuk melindungi, mengelola, dan memulihkan sumber daya alam secara berkelanjutan, mengembangkan ekonomi kita ke tahap ekonomi biru. Dengan berpedoman Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Indonesia berkomitmen dan mendukung kerja sama strategis dalam Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional,” paparnya.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi menyatakan untuk mendukung dan meningkatkan pengelolaan yang efektif guna melestarikan dan memanfaatkan lautan secara berkelanjutan, perlu dilakukan tindakan nyata.
Tindakan ini, kata Deputi Jodi, membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.
“Workshop ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dan strategi nyata yang dapat ditindaklanjuti untuk Kemitraan Agenda Biru dan juga untuk membangun kemitraan yang sudah ada dan meluncurkan kemitraan baru yang inovatif dan konkret,” ucap Jodi.
Dirinya kemudian mengatakan bahwa _The National Blue Agenda Actions Partnership_ dapat berupa pendanaan, metode dan teknologi, serta penelitian bersama.
“Berdasarkan Laporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2021, lebih dari 3 miliar orang mengandalkan laut untuk mata pencaharian mereka, dan lebih dari 80% perdagangan barang dunia dilakukan melalui laut,” ujarnya.
Sementara Koordinator Residen PBB untuk Indonesia, Valerie Julliand mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam pertumbuhan ekonomi berbasis laut yang berkelanjutan.
“Lautan dan orang-orang yang bergantung pada laut untuk makanan dan mata pencaharian mereka berteriak minta tolong dan mendesak untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan menggunakan sumber daya laut seperlunya dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Valerie.
Menurutnya, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres telah menyatakan bahwa dunia berada di tengah “_ocean emergency_”, dan mendesak pemerintah dunia untuk membalikkan keadaan dengan berbuat lebih banyak untuk memulihkan kesehatan laut.
Valerie kemudian mengungkapkan harapannya terhadap workshop tersebut, “Saya berharap dapat bekerja sama secara erat dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk mencapai ekonomi kelautan yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ucapnya.
Terkait kemitraan tersebut, Menko Luhut lebih lanjut menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan tim PBB di Indonesia bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya serta komunitas diplomatik dalam mendukung peran Indonesia sebagai pemimpin global di bidang Agenda Biru.
“Agenda biru berupaya mendukung strategi koordinasi dengan fokus pada keempat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru, dan keuangan biru,” katanya.
Menteri Luhut kemudian menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Indonesia di G20 dapat membantu mewujudkan hal tersebut baik bagi Indonesia maupun dunia. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia berjanji untuk menciptakan laut yang sehat dan berkelanjutan. Dia percaya dengan kemitraan tersebut, dunia dapat pulih bersama, pulih lebih kuat untuk laut berkelanjutan dan pertumbuhan biru.
“Kami mengundang dukungan nyata dan kolaborasi dari Anda untuk laut kita yang sehat dan berkelanjutan sekarang dan di masa depan. Dukungan ini juga dapat menjadi peluang untuk mendukung aksi bersama G20, khususnya _Ocean20_ dengan negara-negara kecil dan berkembang lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai Ketua Presidensi G20, Indonesia telah memprakarsai _Ocean20_. Keterlibatan G20 baru mengenai Kelautan dengan fokus pada Ekologi dan Ekonomi Kelautan dengan _No One Left Behind_.
“Saya ingin mengundang Anda semua untuk bergabung dengan acara _Ocean20_ kami pada 13-14 November 2022 di Nusa Dua, Bali. Mari wujudkan aksi nyata dan kolaborasi untuk laut kita yang sehat dan berkelanjutan sekarang dan di masa depan,” pungkasnya.(s)
Inisiatif Kemitraan Agenda Biru, Menko Luhut: Ini Aksi Nyata Untuk Laut Sehat dan Produktif
Jakarta, HarianSentana.com – Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengatakan, dalam mencapai visi 2045, ada dua tujuan utama yang harus dicapai yaitu menjadikan Indonesia negara maritim yang tangguh dan negara maritim yang unggul.
Demikian disampaikan pada _Workshop on Partnership Towards Effective Management to Conserve and Sustainably Use the Oceans_ (Senin, 26-09-2022) yang diadakan bersama antara kemenko Marves dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Workshop ini diadakan bertepatan dengan Hari Maritim Nasional. Juga, saya baru saja kembali dari UNGA di New York, melakukan dialog dan pertemuan tentang banyak masalah termasuk tentang Laut dan keberlanjutannya,” ucap Menko Luhut saat membuka workshop yang bekerja sama dengan PBB tersebut.
Sebagai negara maritim, Menko Luhut mengatakan ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu sekitar 75% wilayah kita tertutup air laut, dan Indonesia memiliki 17.500 pulau dengan garis pantai sekitar 108.000 km. Menurutnya, dengan segala berkah tersebut, Indonesia memiliki banyak potensi.
“Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam mengambil tindakan untuk melindungi, mengelola, dan memulihkan sumber daya alam secara berkelanjutan, mengembangkan ekonomi kita ke tahap ekonomi biru. Dengan berpedoman Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Indonesia berkomitmen dan mendukung kerja sama strategis dalam Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional,” paparnya.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi menyatakan untuk mendukung dan meningkatkan pengelolaan yang efektif guna melestarikan dan memanfaatkan lautan secara berkelanjutan, perlu dilakukan tindakan nyata.
Tindakan ini, kata Deputi Jodi, membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.
“Workshop ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dan strategi nyata yang dapat ditindaklanjuti untuk Kemitraan Agenda Biru dan juga untuk membangun kemitraan yang sudah ada dan meluncurkan kemitraan baru yang inovatif dan konkret,” ucap Jodi.
Dirinya kemudian mengatakan bahwa _The National Blue Agenda Actions Partnership_ dapat berupa pendanaan, metode dan teknologi, serta penelitian bersama.
“Berdasarkan Laporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2021, lebih dari 3 miliar orang mengandalkan laut untuk mata pencaharian mereka, dan lebih dari 80% perdagangan barang dunia dilakukan melalui laut,” ujarnya.
Sementara Koordinator Residen PBB untuk Indonesia, Valerie Julliand mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam pertumbuhan ekonomi berbasis laut yang berkelanjutan.
“Lautan dan orang-orang yang bergantung pada laut untuk makanan dan mata pencaharian mereka berteriak minta tolong dan mendesak untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan menggunakan sumber daya laut seperlunya dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Valerie.
Menurutnya, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres telah menyatakan bahwa dunia berada di tengah “_ocean emergency_”, dan mendesak pemerintah dunia untuk membalikkan keadaan dengan berbuat lebih banyak untuk memulihkan kesehatan laut.
Valerie kemudian mengungkapkan harapannya terhadap workshop tersebut, “Saya berharap dapat bekerja sama secara erat dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk mencapai ekonomi kelautan yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ucapnya.
Terkait kemitraan tersebut, Menko Luhut lebih lanjut menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan tim PBB di Indonesia bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya serta komunitas diplomatik dalam mendukung peran Indonesia sebagai pemimpin global di bidang Agenda Biru.
“Agenda biru berupaya mendukung strategi koordinasi dengan fokus pada keempat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru, dan keuangan biru,” katanya.
Menteri Luhut kemudian menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Indonesia di G20 dapat membantu mewujudkan hal tersebut baik bagi Indonesia maupun dunia. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia berjanji untuk menciptakan laut yang sehat dan berkelanjutan. Dia percaya dengan kemitraan tersebut, dunia dapat pulih bersama, pulih lebih kuat untuk laut berkelanjutan dan pertumbuhan biru.
“Kami mengundang dukungan nyata dan kolaborasi dari Anda untuk laut kita yang sehat dan berkelanjutan sekarang dan di masa depan. Dukungan ini juga dapat menjadi peluang untuk mendukung aksi bersama G20, khususnya _Ocean20_ dengan negara-negara kecil dan berkembang lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai Ketua Presidensi G20, Indonesia telah memprakarsai _Ocean20_. Keterlibatan G20 baru mengenai Kelautan dengan fokus pada Ekologi dan Ekonomi Kelautan dengan _No One Left Behind_.
“Saya ingin mengundang Anda semua untuk bergabung dengan acara _Ocean20_ kami pada 13-14 November 2022 di Nusa Dua, Bali. Mari wujudkan aksi nyata dan kolaborasi untuk laut kita yang sehat dan berkelanjutan sekarang dan di masa depan,” pungkasnya.(s)
Ekonomi
34 Tahun Bangun Industri Pangan, Direktur PT SPS: Visi Kami Memaksimalkan Potensi Petani Lokal
Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Sumber Pangan Sukses (SPS), Siti Saidah yang akrab disapa Ida, membagikan perjalanan panjangnya membangun industri pangan terpadu. Berawal dari peternakan ayam hingga kini merambah beras dan kelapa sawit, Ida mengaku visi utamanya tetap sama: memaksimalkan potensi dan memberdayakan petani lokal.
Ida menyebut, dirinya telah menghabiskan 34 tahun di industri peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa yang 99 persen untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditi beras dan 6 tahun terakhir mengembangkan industri kelapa sawit.
“Kita konsentrasi di industri olahan pangan terpadu. Pengalaman saya 34 tahun di peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa, dan 8 tahun terakhir kita di beras,” ujar Ida Saidah, Direktur PT Sumber Pangan Sukses.
Untuk komoditi beras, Ida menjelaskan SPS tidak hanya mengandalkan impor. Pada 2022-2024 perusahaan sempat 99 persen impor karena kebijakan pemerintah, namun SPS juga tetap membina petani dan penggilingan padi kecil (rice mill) di Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Indramayu.
Ia mengungkapkan, SPS membantu rice mill berkapasitas kecil 5 ton, 10 ton hingga 20 ton per hari yang umumnya kekurangan modal. Bantuan itu berupa pengiriman gabah, modal kerja di depan, hingga pendampingan staf untuk meningkatkan kualitas.
“Kita datangkan gabah, lalu kita modal kerja di depan dan semua produksi kita bantu, kita ajari ada staf-staf kita ngajari mereka,” kata Ida.

Tidak hanya beras, untuk kelapa sawit SPS juga bermitra dengan banyak daerah. CPO didatangkan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka, Dumai, Medan, Aceh hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang dan Indramayu.
Ida menegaskan, pembinaan petani dilakukan secara intensif melalui pelatihan. Ia mencontohkan, SPS mengumpulkan kelompok petani dan penggilingan padi untuk pelatihan di hotel di Karawang agar kapasitas dan kualitas mereka naik kelas.
“Visi kita bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi para petani lokal, yang kedua bagaimana bisa memberdayakan para petani,” tegasnya…..Ron
Ekonomi
Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya
Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.
“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.
Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.
“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.
Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.
Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.
“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.
Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.
“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.
Ekonomi
Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital
Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.
“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.
Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.
Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.
“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.
Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.
Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.
Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.
“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)
-
Polhukam5 days agoIPW : Dugaan Rekayasa Menghabisi Karier Prof. Dasaad Mulijono Berujung Pidana.
-
Daerah2 days agoSelly Gantina Kecam Pembunuhan Anak dan Ibu di Madiun, Minta Pelaku Dihukum Berat
-
Nasional5 days agoBuka OKK Angkatan 25 Tahun 2026, Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo: Wartawan Harus Bisa Menulis.
-
Polhukam3 days agoKetua LSM PRB Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Upah Pungut Bappenda Kabupaten Bogor

