Connect with us

Ekonomi

Hari Jadi Ke-20 Electronic City Memperkenalkan Tagline baru “Light Up Your Moments”.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Tepat pada hari jadi ke-20, Electronic City menyelenggarakan Virtual Press Conference melalui aplikasi Zoom. Hal ini dilakukan sebagai salah satu dari rangkaian program Anniversary dan sebagai wadah silaturahmi Electronic City dengan rekan-rekan media di seluruh Indonesia.

Acara yang dibuat dengan format casual ini dihadiri oleh Wiradi selaku Direktur Utama Electronic City; Lenny Susilawaty Jamadi selaku Direktur Sales, Logistic & After Sales Electronic City; Lyvia Mariana selaku Direktur Merchandising & SNDP Electronic City, Josephine Karjadi selaku Direktur Business Development & Marketing Electronic City dan Hartono Tjahjadi Adiwana selaku Komisaris Utama Electronic City.

Hartono Tjahjadi Adiwana selaku Komisaris Utama Electronic City menjelaskan “Electronic City hadir pada tahun 2001, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin dapat berbelanja produk elektronik di toko yang nyaman, aman, memiliki varian produk yang lengkap serta pelayanan yang prima.

Hingga saat ini Electronic City telah berhasil melakukan ekspansi dan telah mengoperasikan 61 toko di 26 kota dan 13 provinsi di Indonesia.

“Kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas berkat dan penyertaan-Nya, Electronic City
dapat tetap berdiri hingga hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan, rekan bisnis dan stakeholder yang selalu mendukung Electronic City. Pada anniversary tahun ini,” ucapnya. Kamis (11/11/2021).

Dengan mengangkat tema ’20 Years with Electronic City’ (20 Tahun Bersama Electronic City), yang menandakan keberadaan Electronic City selama ini dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat Indonesia dalam pemenuhan produk elektroniknya.

Beragam program dan promo menarik juga telah kami siapkan sebagai ungkapan apresiasi kami.” ungkap Wiradi selaku Presiden Direktur Electronic City.

Josephine Karjadi selaku Direktur Marketing dan Business Development Electronic City menjelaskan, “Program utama Anniversary Electronic City ke-20 tahun ini yaitu Greatest Lucky
Draw, program undian yang sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2021 – 9 Januari 2022. Setiap konsumen yang berbelanja minimal Rp 2 Juta,- di seluruh toko Electronic City akan mendapatkan 1 kupon undian (berlaku kelipatan, dan dapat ditambahkan dengan pembayaran menggunakan kartu kredit bank partner), dimana kupon undian ini akan dikirimkan melalui email terdaftar.

Konsumen dapat memilih hadiah yang diinginkan dengan meng-klik link yang terdapat di email dan kupon lucky
draw akan masuk kedalam kategori pilihan hadiah tersebut.

Selanjutnya seluruh kupon undian
terkumpul akan diundi di akhir periode. Konsumen berkesempatan memenangkan hadiah utama
berupa 1 unit mobil RENAULT TRIBER dan 1 unit motor listrik NIU GOVA, paket liburan ke Nihi Sumba, Labuan Bajo, dan Ubud Bali, beragam produk elektronik (PS5, iPhone13, Notebook, UHD TV 55inch), Emas Logam Mulia hingga voucher belanja puluhan juta rupiah dari Electronic City.

Pastikan seluruh konsumen yang berbelanja di Electronic City mendaftarkan alamat email yang
benar, karena kupon akan dikirimkan melalui email. “Bagi kami, beradaptasi dengan keadaan adalah suatu keharusan. Electronic City senantiasa
berinovasi sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada konsumen.

Beberapa strategi yang dilakukan selama pandemi Covid-19 diantaranya adalah memaksimalkan penjualan melalui online (www.eci.id) dan apps Electronic City yang dapat diunduh di Android dan IOS; melakukan
pembaharuan laman website www.eci.id dan apps sehingga memiliki tampilan baru yang lebih fresh
dan user friendly, lebih cepat dan stabil, lebih mudah menemukan informasi tentang promo dan stok
produk di masing-masing toko serta menampilkan perhitungan cicilan.” ungkap Lenny Susilawaty
Jamadi selaku Direktur Sales Electronic City.

Hingga saat ini Electronic City menawarkan lebih dari 250 merek produk elektronik terkemuka yang
tersedia dalam beberapa kategori utama yaitu Audio-Visual, Mobile Devices & Gadgets, Home Appliances, IT/Office Equipment dan kategori terbaru yaitu Mom & Baby.

Mom & Baby adalah kategori yang baru dilaunching pada bulan September 2021 lalu. Kategori ini menyediakan aneka produk elektronik dan non-elektronik dari brand ternama untuk Ibu dan Anak (mulai dari bayi hingga Balita), mulai dari peralatan makan, food baby maker, tas, mainan hingga stroller. Konsumen dapat
membeli kategori produk di Kategori Mom & baby di toko Electronic City SCBD atau www.eci.id.

“Selain menambah kategori baru, Electronic City juga memperbanyak dan melengkapi pilihan produk. Kami selalu mempelajari trend terkini di masyarakat agar dapat mengetahui produk
elektronik yang sedang dibutuhkan masyarakat dan menyediakannya di toko kami.” ungkap Lyvia
Mariana selaku Direktur Merchandise & SNDP Electronic City.

Electronic City telah dikenal dengan jargon Juaranya Toko Elektronik, maka pada momen spesial hari jadi ke-20 yang berbahagia ini, Electronic City secara resmi memperkenalkan Tagline baru yaitu, LIGHT UP YOUR MOMENTS.

Wiradi menjelaskan bahwa dipilihnya tagline baru ini adalah karena, “Electronic City menyadari bahwa banyak sekali momen berharga yang dilalui dalam hidup ini. Tanpa kita sadari, produk elektronik hampir selalu ada di setiap momen tersebut. Oleh karena itu Electronic City ingin menjadi teman yang selalu hadir di setiap momen tersebut,” ungkapnya

Ekonomi

Pemkab Klaten Perkuat Pertanian untuk Ketahanan Pangan Daerah

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat komitmen dalam menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah sekaligus sebagai bagian penting dari kontribusi daerah terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan produksi, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan petani secara berkelanjutan.

Melalui keterangannya, Sabtu (31/1) Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa, Kabupaten Klaten memiliki potensi pertanian yang sangat strategis dengan luas baku sawah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Potensi ini menjadi modal utama dalam menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, serta kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Dengan potensi lahan yang kita miliki, sektor pertanian harus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah. Kabupaten Klaten siap berperan aktif dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk keseriusan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Klaten menargetkan luas panen padi lebih dari 67 ribu hektare dengan proyeksi produksi mencapai sekitar 378 ribu ton gabah kering giling (GKG). Target tersebut disusun berdasarkan potensi riil daerah, dukungan kebijakan, serta hasil evaluasi kinerja sektor pertanian pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain komoditas padi, Pemerintah Kabupaten Klaten juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis lainnya, seperti jagung dan tebu. Pengembangan dilakukan secara terintegrasi melalui dukungan pembiayaan dari APBN dan APBD, peningkatan sarana produksi, serta penguatan akses petani terhadap teknologi dan pasar. Capaian sektor pertanian Kabupaten Klaten pada tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

Produksi padi tercatat mengalami peningkatan sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadikan Kabupaten Klaten dalam kondisi surplus beras lebih dari 69 ribu ton, yang tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga pasokan pangan regional.

Surplus produksi tersebut dinilai memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan, menekan potensi inflasi daerah, serta meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan petani. Kondisi ini sekaligus mencerminkan efektivitas kebijakan dan sinergi yang telah dibangun antara pemerintah daerah, petani, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk jaringan irigasi, jalan usaha tani dan sarana pendukung lainnya.

Selain itu, peningkatan pendampingan dan kapasitas petani akan menjadi prioritas melalui penguatan peran penyuluh, pelatihan, serta adopsi teknologi pertanian modern. Pemerintah daerah juga mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun komunitas petani, guna menciptakan sistem pertanian yang produktif, berdaya saing dan berkelanjutan.

“Dengan semangat gotong-royong dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sektor pertanian Kabupaten Klaten akan semakin maju, tangguh dan mandiri. Ketahanan pangan daerah yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati Klaten. (Red).

Continue Reading

Ekonomi

Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Strategi Wujudkan Kedaulatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Pemerintah terus memperkuat kebijakan ketahanan pangan nasional sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui keterangannya, Kamis (29/1), Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (BPN), Dr. Drs. Sarwo Edhy, S.P, M.M, M.H, menegaskan bahwa, penguatan ketahanan pangan merupakan upaya fundamental untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dr. Sarwo Edhy menyampaikan bahwa, kebijakan ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu dan berbasis pada kondisi wilayah. Setiap daerah memiliki potensi lokal, karakteristik produksi, serta kebutuhan masyarakat yang berbeda, sehingga pendekatan kebijakan tidak dapat disamaratakan.

“Penguatan ketahanan pangan harus memperhatikan potensi sumber daya lokal agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu langkah penting Pemerintah adalah, diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Indonesia sendiri memiliki sekitar 76 jenis komoditas karbohidrat alternatif yang dapat dikembangkan sebagai pengganti nasi.

Dalam mendukung kebijakan tersebut, Badan Pangan Nasional juga melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM industri pangan untuk memproduksi pangan alternatif berbasis sumber daya lokal. BPN telah memulai sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait pengembangan industri pangan yang bersumber dari karbohidrat non-beras.

“Makan kenyang itu tidak harus nasi,” tegas Dr. Sarwo Edhy.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa, ketahanan pangan memerlukan kebijakan yang berorientasi pada pasokan dan stabilisasi, bukan bersifat politis. Pemerintah harus menunjukkan komitmen melalui penguatan produksi, perbaikan infrastruktur distribusi, pembangunan sarana jalan, serta penyediaan fasilitas penyimpanan guna memperpanjang umur simpan komoditas yang rentan terhadap cuaca dan waktu.

Dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan, Badan Pangan Nasional telah menjalankan berbagai program strategis. Hingga saat ini, BPN telah melaksanakan stabilisasi harga beras sekitar 900 ton, serta program SPHP Jagung sebanyak 52.000 ton pada 2025 dengan target 500.000 ton pada 2026.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah telah digelar di 13.200 titik yang tersebar di 38 Provinsi untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan.

BPN juga mencatat bahwa, pada akhir Desember 2025, stok beras nasional mencapai 3,3 juta ton, sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan strategis. Dalam rangka pengentasan daerah rawan pangan, program BPN telah berhasil menurunkan jumlah wilayah rawan pangan dari 83 Kabupaten/Kota menjadi 68 Kabupaten/Kota secara bertahap.

Dr. Sarwo Edhy menegaskan bahwa, Badan Pangan Nasional optimis kolaborasi antara Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Hal ini penting untuk mengamankan stabilisasi 11 komoditas strategis, seperti beras, jagung, kedelai, daging ayam, daging sapi/kerbau, telur, ikan, bawang, cabai dan komoditas penting lainnya.

BPN juga mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diyakini dapat mendorong para petani dan pelaku usaha pangan semakin berdaya dalam membangun Desa melalui peningkatan produksi dan distribusi komoditas pertanian.

Menutup pernyataannya, Dr. Sarwo Edhy menegaskan bahwa, ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi kemandirian bangsa. “Kami yakin ketahanan pangan ke depan dapat terwujud melalui kemandirian dan kedaulatan pangan, dengan memastikan pangan yang aman, tertib dan stabil bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Badan Pangan Nasional sendiri mengusung slogan “Bukan Pangan Namanya Kalau Tidak Aman”, sejalan dengan tugas dan fungsinya dalam menjaga keamanan, ketertiban dan stabilisasi nasional untuk menjamin ketersediaan pangan, dengan tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (Red).

Continue Reading

Ekonomi

Swasembada Pangan Pondasi Ketahanan Nasional

Published

on

By

Ketua DPD RI periode 2024–2029, Sultan Bachtiar Najamudin. (Foto Ist).

JAKARTA, SENTANA – Ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri akan lebih stabil, berdaulat dan leluasa dalam mengambil kebijakan strategis. Oleh karena itu, agenda ketahanan pangan Pemerintah Republik Indonesia tidak semata berfokus pada produksi dan konsumsi, tetapi menjadi fondasi kehidupan sosial, ekonomi dan moral masyarakat bangsa.

Melalui keterangannya, Sabtu (24/1), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024–2029, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan bahwa, ketahanan pangan merupakan simbol keberlanjutan hidup, keadilan sosial, serta kedaulatan bangsa. Untuk itu, DPD RI memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program-program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan swasembada pangan. “DPD RI merasa terhormat dapat menjadi bagian dari agenda besar swasembada
pangan nasional. Kami secara aktif mengawal realisasi program-program swasembada pangan bersama Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah melalui program Senator Peduli Ketahanan Pangan,” ujar Sultan Najamudin.

Ia menambahkan bahwa, program swasembada pangan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan wujud visi kepemimpinan yang inklusif dan adaptif dalam menjaga kedaulatan negara di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Swasembada pangan menegaskan kemampuan bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sekaligus berkontribusi dalam pemenuhan pangan global sesuai potensi lokal, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Inilah yang menjadi dasar kuat pemerintahan RI dalam memperkuat agenda diplomasi serta mendorong terwujudnya keadilan dan perdamaian dunia,” jelasnya.

Pada skala lokal, program swasembada pangan terbukti mendorong pembangunan Desa-desa pertanian, memperkuat jaringan ekonomi lokal melalui UMKM dan Koperasi Desa, serta menjadi basis terciptanya masyarakat yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing.

Sultan Najamudin mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari petani, petani muda, akademisi, pakar ekonomi, hingga seluruh ekosistem pertanian—untuk terus mengawal dan mendukung agenda swasembada pangan dan energi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat petani di berbagai daerah yang dengan tulus dan sungguh-sungguh mendukung program swasembada pangan. Capaian swasembada pangan di tahun pertama pemerintahan ini adalah hasil kerja keras bersama dan menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia,” tutup Sultan Najamudin. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending