Daerah
Formulasi Dalprog Untuk Meningkatkan Kinerja Satker Jajaran dan Staf Korem 174/ATW Merauke
Marauke, Hariansentana.com – Berdasarkan surat perintah Komandan Korem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko, Korem 174 Merauke membentuk Tim Pengendalian Program (Dalprog) dari Staf Perencanaan Korem 174/ATW sambangi Satuan Kerja (Satker) jajaran Korem 174/ATW pada kegiatan-kegiatan Korem Semester I TA. 2021, salah satu diantaranya ke Kodim 1707/Mrk, Kodim 1711/BVD, Yonif 757/GV dan staf Korem 174/ATW.
Kunjungan Tim Dalprog dalam acara Taklimat awal di satuan Jajaran Korem 174/ATW dan kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada hari Kamis 29 April 2021 dan kegiatan diakhiri pada Kamis 6 Mei 2021 di Makorem 174/ATW.
Kehadiran Tim Dalprog ini bertujuan untuk melaksanakan fungsi Atensi Pemeriksaan Intern Program (APIP) dari pimpinan dalam hal Ini Danrem 174/ATW selaku Kuasa Pengguna Anggaran Satker Korem 174/ATW serta sebagai sarana pengawasan dan pemeriksaan internal yang dilaksanakan oleh Staf Perencanaan sebagai motor yang mengawal pelaksanaan program kerja di Korem 174/ATW.
Kegiatan Dalprog sebagai salah satu kegiatan penting yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem manajemen organisasi modern yang transparan dan akuntabel, kualitas fungsi pengawasan tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas suatu organisasi, termasuk tugas organisasi militer di lingkungan satuan TNI AD jajaran Korem 174/ATW.
Disamping itu, Dalprog juga merupakan salah satu upaya untuk membantu para Pimpinan Satuan dalam mencapai, mengukur dan mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan tugas serta fungsi yang telah dilaksanakan oleh stafnya sesuai dengan program yang telah disusun berdasarkan kebijakan pimpinan TNI AD.
Pada acara Taklimat awal, Mayor Cba M Said, S.Sos selaku Pasi Renproggar Korem 174/ATW mengatakan, kegiatan Dalprog ini selain sebagai sarana pemeriksaan internal juga sebagai sarana kontrol untuk peningkatan kinerja Korem 174/ATW dan jajaran yang berdampak positif pada upaya pembinaan peningkatan Zona Integritas menuju WBK/WBBM (Wilayah Bebas Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dengan berprestasi melalui Birokrasi Reformasi yang mana Korem 174/ATW yang berada di ujung Timur Indonesia tepatnya di Merauke menjadi Satker jajaran Kodam XVII/Cenderawasih yang berprestasi di bidang Kinerja dan Operasi, sehingga diusulkan dalam kompetisi Zona Integritas (ZI) di tingkat TNI AD dan Kementerian.
Kegiatan Dalprog yang dilaksanakan pada Semester I ini, diharapkan agar dapat lebih meningkatkan kinerja satuan agar tertib administrasi dalam melaksanakan program satuannya serta dapat meningkatkan penyerapan anggaran guna pelaksanaan program pada Tri Wulan selanjutnya. Apabila Tim Dalprog menemukan adanya kekurangan dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran, Komandan Satuan (Dansat) berharap adanya evaluasi sekaligus arahan dari Tim Dalprog nantinya dapat dijadikan acuan dalam penyempurnaan pembuatan produk administrasi dan pertanggung jawaban keuangan serta pelaksanaan kinerja di lingkungan jajaran Korem 174/ATW dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada.
Selanjutnya Pengendali Tim Dalprog Mayor Cba M Said S.Sos sekaligus Ketua Tim I dan Kapten Cpl Markus Helaha sebagai Ketua Tim II mengucapkan terimakasih atas penerimaan dan sambutan Dansat di satuannya dan selanjutnya secara singkat menyampaikan bahwa Tim Dalprog mengharap adanya kerjasama dan bantuan para Dansat dan perwira staf dan anggota yang menjadi objek pemeriksaan dalam memberikan data yang lengkap sehingga kegiatan Dalprog dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Selama kegiatan berlangsung tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Daerah
Prabu Foundation Gencarkan Edukasi Kebangsaan dan Literasi Digital, untuk Cegah Ekstremisme Anak
Bandung, Hariansentana.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Prabu Foundation menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Nilai, Karakter Toleran, Pengawasan Media Sosial, dan Peran Keluarga serta Sekolah dalam Mencegah Radikalisme Anak Menjelang Nataru 2025” di Shakti Hotel Bandung, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta, menghadirkan pembicara dari berbagai instansi, mulai dari Kesbangpol Jawa Barat, Polda Jabar, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kementerian Agama, hingga mantan narapidana terorisme.
Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya pada pukul 09.25 WIB, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Prabu Foundation Asep Muhargono sebelum memasuki sesi materi.

Melalui keterangannya, Kamis (4/12), Khoirul Naim dari Kesbangpol Jawa Barat, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikalisme yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital.
“Di era sosial-digital sekarang, kita harus semakin waspada terhadap polarisasi dan intoleransi. Penguatan harmoni sosial harus terus dilakukan, terutama melalui sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara dari Polda Jawa Barat, AKBP Rumi menyoroti perlunya keterlibatan semua pihak dalam menjaga ruang digital dari penyebaran paham ekstrem.
“Menjelang Nataru, pengawasan media sosial dan literasi digital menjadi sangat penting. Keluarga dan sekolah perlu terlibat aktif agar paham radikal tidak mudah menyusup kepada anak-anak,” katanya.
Pengalaman pribadi juga dibagikan oleh Roki Apris Dianto, mantan narapidana terorisme, yang menegaskan bahwa, remaja dan anak-anak kerap menjadi target jaringan radikal.
“Kelompok radikal sangat pandai mencari celah dan anak-anak sering jadi sasaran karena mudah diarahkan. Pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas online mereka adalah kunci pencegahan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Iwan Sanusi, menegaskan bahwa, pendidikan karakter tetap menjadi benteng penting dalam membentuk ketahanan ideologis peserta didik.
“Nilai-nilai Pancawaluya seperti cageur, bageur, bener, pinter, dan singer harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki karakter kuat dan tidak mudah terpengaruh ideologi berbahaya,” katanya.
Hal senada disampaikan Hari Teguh dari Kementerian Agama, yang menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa. Sikap terbuka, saling menghargai, dan pengawasan terhadap konten digital harus diperkuat agar paham negatif tidak berkembang,” ujarnya.
FGD yang berlangsung hingga pukul 12.36 WIB ini diharapkan mampu menghasilkan strategi bersama dalam mencegah radikalisme pada anak dan remaja, terutama menjelang periode akhir tahun yang kerap menjadi momentum sensitif bagi penyebaran paham ekstrem. (Red).
Daerah
Waspadai Pola Ajaran Terselubung, Eks NII Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua dan Sekolah
Bandung, Hariansentana.com — Mantan narapidana terorisme sekaligus eks anggota NII, Roki Apris Dianto, menyampaikan pandangannya mengenai upaya pencegahan radikalisme pada anak dalam sebuah forum Focus Group Discussion (FGD).
Melalui keterangannya, Rabu (3/12), Roki menekankan bahwa, ancaman radikalisme terhadap pelajar masih perlu diwaspadai. Ia menyinggung kembali insiden ledakan bom di SMAN 72 yang menjadi salah satu bukti bahwa kelompok radikal dapat menyasar anak-anak.
Menurutnya, anak-anak merupakan target yang mudah dipengaruhi karena memiliki karakter yang tulus, mudah percaya, dan rentan terhadap doktrin. “Ketika saya masih berada di lingkaran radikal, kelompok kami memang menjadikan anak usia sekolah sebagai sasaran rekrutmen,” ungkap Roki.
Ia menjelaskan bahwa, lingkungan pergaulan memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang anak. Lingkungan yang positif akan mendorong anak mencari konten yang bermanfaat di internet. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat menyeret anak ke konsumsi konten negatif di media sosial. Karena itu, ia menekankan pentingnya kepedulian orang tua dalam memantau pergaulan anak.

Roki juga menyoroti temuan tulisan tertentu pada senjata pelaku dalam kasus bom SMAN 72, yang menurutnya menunjukkan adanya pola ajaran terselubung.
Ia menduga pola-pola tersebut masih berkembang, termasuk pola penyamaran yang kerap diajarkan dalam jaringan NII.
“Terorisme itu seperti ketapel dan tsunami tidak terdeteksi, tapi ketika muncul dampaknya sangat besar,” ujar Roki.
Ia mengingatkan agar kewaspadaan terus ditingkatkan, khususnya untuk melindungi anak-anak dari paparan paham ekstrem.
Sebagai penutup, Roki menyampaikan pesan moral dengan mengutip ajaran Sultan Agung Hanyokrokusumo: “Mangasah mingising budi memasuh malaning bumi” Ia menjelaskan bahwa makna kalimat tersebut adalah pentingnya mengasah budi pekerti untuk membasuh melapetaka di bumi. (Red).
Daerah
Kalemdiklat Polri, Resmikan Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Unissula
PERESMIAN-Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si didampingi Karobindiklat Lemdiklat Polri, Dr. Brigjen Susilo Teguh Raharjo, M.SI, bersama Rektor dan jajaran, meresmikan Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Unissula Semarang, Sabtu (29/11). (Foto Ist).
Semarang, Hariansentana.com – Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si didampingi Karobindiklat Lemdiklat Polri, Dr. Brigjen Susilo Teguh Raharjo, M.SI, meresmikan Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/11).
Dalam sambutan Rektor Unissula Semarang, pihaknya menyambut baik launching Pusat Studi Kepolisian Fakultas Hukum Unissula, hal ini menunjukkan bahwa Polisi sungguh-sungguh terus meningkatkan profesionalisme dengan bermitra dengan perguruan tinggi dengan terus melakukan riset dan keilmuan untuk meningkatkan kapasitasnya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah inisiatif penting untuk memperkuat kajian, penelitian dan publikasi ilmiah di bidang keamanan, ketertiban masyarakat dan penegakan hukum dengan basis nilai-nilai keagamaan.
“Pusat Studi Kepolisian dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan Ketertiban melalui Program “Green Policing” dengan gerakan moral dan gerakan sosial. Ketahanan pangan merupakan salah satu dasar bagi kehidupan sosial kemasyarakatan, yang berpengaruh besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesadaran akan pangan menjadi bagian wujud kepedulian dan bela rasa bagi kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban,” tandasnya.

KEYNOTE SPEAKER-Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si bersama Rektor Unissula menjadi Keynote Speaker saat acara Peresmikan Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Unissula Semarang, Sabtu (29/11). (Foto Ist).
Sementara itu, dalam keynote speech-nya, Komjen Chrysnanda menegaskan bahwa, pengembangan Ilmu Kepolisian harus terus berevolusi melalui sinergi erat antara institusi Polri dan dunia akademis.
Beliau menekankan perlunya perguruan tinggi menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang dapat mendukung tugas-tugas kepolisian di tengah kompleksitas sosial dan teknologi yang terus berubah.
“Pusat Studi Ilmu Kepolisian Fakultas Hukum Unissula ini diproyeksikan menjadi pusat unggulan yang menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik kepolisian di lapangan,” ujarnya.
Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si, sangat berharap Pusat Studi ini dapat berfokus pada kajian komparatif, khususnya dalam mengintegrasikan perspektif hukum Islam dan etika profesi ke dalam konteks tugas kepolisian.
“Dengan dukungan penuh dari Polri dan sumber daya akademis Unissula, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan signifikan dalam upaya menciptakan sistem keamanan nasional yang lebih humanis, profesional dan akuntabel, sekaligus membantu mewujudkan masyarakat yang tertib dan berkeadilan,” imbuhnya. (Red).
-
Ibukota6 days agoLantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI Jakarta, Pramono: Saya Butuh Administrator Ulung
-
Peristiwa5 days agoPernyataan Resmi: Bantahan atas Dugaan keterlibatan Oknum Berseragam Aktif
-
Ibukota4 days agoJakarta Utara Marak Rokok Ilegal Tampa Cukai, Aparat Tutup Mata.
-
Ibukota5 days agoPembinaan Satlinmas Melalui Forkopimko Jakut

