Connect with us

Ibukota

Aksi Kemanusiaan Donor Darah ASN Jakarta Utara, Maknai HUT DKI ke-493

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) silih berganti mendatangi Lantai 2 Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (24/6). Kedatangannya memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-493 dengan mengikuti aksi donor darah sukarela (Dondarela) sebagai wujud Jakarta Tangguh.

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan langkah nyata mewujudkan ‘Jakarta Tangguh’ dalam rangkaian peringatan HUT DKI Jakarta ke-493.

Dengan berbangga hati dan bahagia, ASN mampu menjadi pelopor dalam berkolaborasi menciptakan Jakarta yang berketahanan, terlebih dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kegiatan ini merupakan sebuah langkah nyata dalam rangkaian HUT DKI Jakarta. Kita berbangga dan berbahagia ASN menjadi pelopor dalam rangka berkolaborasi menciptakan ‘Jakarta Tangguh’, Jakarta Utara yang berketahanan. Terlebih dalam menghadapi masa pandemi Covid-19,” kata Sigit, saat ditemui di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (24/6).

Dijelaskannya, semangat ketangguhan ini harus terjaga dan semakin terbina baik dalam aktifitas keseharian maupun melayani masyarakat. Tidak hanya bagi ASN yang bertugas di lingkup Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, semangat ini secara kontinu menjadi pelopor bagi seluruh kader penggerak di masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan.

“Semangat ketangguhan ini harus terjaga dan semakin terbina dalam aktifitas sehari hari terlebih dalam pelayanan masyarakat di Jakarta Utara. Aksi kemanusiaan ini sudah secara kontinu dilakukan bahkan sejak Ramadan lalu baik di tingkat kelurahan dan kecamatan, seperti kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), Dasawisma, dan lain sebagainya sudah melakukan aksi ini,” jelasnya.

Kepala Suku Badan Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Utara Mardi Dwi menerangkan, sebanyak 150 ASN maupun pegawai menjadi target aksi dondarela ini. Diharapkan dengan adanya aksi ini, kepekaan sosial terjalin untuk saling membantu sesama manusia yang membutuhkan stok darah di PMI Kota Jakarta Utara

“Ini kegiatan rutin kami (Suku Badan Kepegawaian). Dalam setahun ada 2 kali penyelenggaraan. Selain memperingati HUT DKI Jakarta ke-493, kegiatan ini membantu PMI memenuhi stok darah dan juga meningkatkan kepekaan sosial ASN dan pegawai,” terangnya.

Di lokasi serupa, Wakil Ketua Bidang Bencana PMI Kota Jakarta Utara Dwi Haryanto memastikan, pelaksanaan Dondarela ini turut menerapkan sederet protokol kesehatan mulai dari pengenaan masker, pengecekan suhu tubuh, jaga jarak antrean, dan penyediaan hand sanitizer. Bahkan dipastikan petugas PMI pun turut mengenakan alat pelindung diri (APD) demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini memang menjadi kendala masyarakat untuk melakukan donor darah. Tapi ini harus kita sikapi bersama dengan menerapkan protokol kesehatan. Petugas steril memakai APD lengkap. Jadi ga perlu khawatir untuk donor darah,” tutupnya.

Penulis : Sutarno

Ibukota

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Peran Wali Kota dan Bupati Tingkatkan Pelayanan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemprov DKI Jakarta memperkuat peran wali kota dan bupati dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja unit kerja perangkat daerah (UKPD) di wilayah masing-masing. Melalui kebijakan ini, penilaian kinerja suku dinas dibagi antara wali kota atau bupati dengan dinas atau badan terkait.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Dr.Sigit Wijatmoko mengatakan, wali kota dan bupati mendapat porsi 50 persen dalam penilaian kinerja perangkat wilayah. Sementara itu, 50 persen lainnya tetap menjadi kewenangan dinas atau badan terkait.

“Kalau sebelumnya 100 persen menjadi kewenangan dinas atau badan, sekarang dibagi dua. Sebanyak 50 persen oleh dinas atau badan, sedangkan 50 persen lainnya menjadi kewenangan wali kota,” ujar Sigit saat rapat kerja bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut Sigit, pembagian kewenangan ini diharapkan memperkuat koordinasi antara wali kota, bupati, dan perangkat daerah, sekaligus mendorong optimalisasi program serta pelayanan publik di wilayah.

Hasil penilaian kinerja tersebut juga akan berpengaruh terhadap Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta tunjangan kinerja (tukin) atau tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Kalau pencapaian ini tidak tercapai, tentu akan memengaruhi tukin ataupun TPP yang dibayarkan kepada yang bersangkutan. Otomatis, ini nanti akan diakumulasikan pada SKP-nya sehingga tidak akan bisa optimal,” jelasnya.

Penguatan peran wali kota dan bupati ini sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Peran Wali Kota, Bupati, Camat, dan Lurah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Wilayah. Selain itu, Pemprov DKI tengah membahas penyempurnaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 57 melalui bidang Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mulai menggelar rapat terbatas secara bergilir di 44 kecamatan pada Selasa (3/11). Rapat diawali di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

Sigit menjelaskan, rapat tersebut bertujuan memastikan implementasi Ingub Nomor 11 Tahun 2026 sekaligus mengidentifikasi kendala penyelenggaraan pemerintahan di tingkat wilayah dan mencari solusinya

“Harapannya, setelah rapat terbatas tersebut, persoalan yang dibahas bisa langsung ditindaklanjuti atau dieksekusi,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Laporan Dicabut Tapi Kasus Kembali Diproses, Hie Meli Mengadu ke Propam

Published

on

By

JAKARTA – Merasa tidak mendapat kepastian hukum, Hie Meli resmi mengadukan penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang menjerat dirinya ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya. Ia meminta Propam memeriksa proses penanganan perkara oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Pengaduan tersebut tercatat dalam Surat Penerimaan Surat Pengaduan Propam Nomor SPSP2/011/X/2026/Subbagyanduan yang diterima pada 23 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.

Meli mempersoalkan kelanjutan Laporan Polisi Nomor LP/B/797/III/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA yang dibuat Siti Raminah pada 7 Maret 2025. Pasalnya, pelapor disebut telah mengajukan pencabutan laporan melalui surat pernyataan bermaterai tertanggal 3 Juni 2025.

Dalam surat tersebut, Siti Raminah menyatakan tidak ingin melanjutkan perkara dan meminta Kapolres Metro Jakarta Selatan menerima keputusan pencabutan laporan tersebut.

Namun, menurut Meli, perkara dengan objek dugaan tindak pidana yang sama kembali diproses oleh penyelidik Unit II Harda Bangta Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Ia mengaku telah menerima panggilan pemeriksaan hingga empat kali.

“Anehnya perkara yang dicabut dimohon kembali oleh pelapor, penyelidik Unit II Harda Bangta Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menerima, padahal LP yang diajukan oleh pelapor dengan kasus yang sama yaitu dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik,” ujar Meli, Selasa (3/11/2026).

Meli juga menyoroti pernyataan Wakil Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol S. Dwi Manggala Yudha, pada 9 Januari 2026. Saat itu, Dwi menyebut tidak ditemukan unsur pidana pencemaran nama baik dalam rekaman video jumpa pers yang menjadi objek laporan.

“Di video tersebut tidak ditemukan pelanggaran tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik. Dalam jumpa pers tersebut dan kasusnya pun sudah selesai melalui Pengadilan Negeri, jadi tidak bisa dilanjutkan,” kata Dwi saat itu.

Atas sejumlah hal tersebut, Meli meminta Bidpropam Polda Metro Jaya mengevaluasi dan memeriksa proses penanganan perkara oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga mendesak adanya kejelasan status hukum atas laporan yang menjerat dirinya.

“Karena fakta yang telah diputuskan PN Jaksel, kemudian LP yang sebelumnya telah dicabut oleh pelapor, seharusnya perkara ini dihentikan,” tegasnya.

Meli berharap penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) apabila memang tidak terdapat dasar hukum yang cukup untuk melanjutkan perkara tersebut. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar dirinya memperoleh kepastian hukum.

Continue Reading

Ibukota

Polsek Pademangan Dialog, Antisipasi Tawuran dan Gangguan Kamtibmas

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Polsek Pademangan Polres Metro Jakarta Utara meningkatkan kegiatan patroli dialogis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Patroli dialogis Ngopi dilaksanakan oleh AIPTU Dwi.S Kapospol bersama Brigadir Iron Babinkantibmas Kelurahan Pademangan Barat serta dihadiri oleh Kasie Ekbang,, Kordinator FKDM, dan LMK.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan..

Dalam dialog tersebut mengusung Tema Ngopi (ngobrol Pintar), personel memberikan imbauan kepada Anggota LMK dan FKDM agar turut membantu menjaga situasi keamanan di sekitar lokasi. Masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Selain mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran antar pelajar, remaja maupun kelompok, personel juga melakukan langkah preventif terhadap potensi tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

Kapospol Aiptu Dwi.S, Mewakili Kapolsek Pademangan mengatakan pada Hariansentana.com. bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.”Patroli dialogis kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kamtibmas. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, segera informasikan kepada kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, LMK, FKDM, RT/RW dan masyarakat sangat penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, terutama pada malam hari ketika aktivitas kelompok masyarakat dan remaja masih berlangsung.

Dari hasil pemantauan di lokasi, situasi di sekitar Jalan Budimulia, Gunung Sahari Raya wilayah hukum Polsek Pademangan secara umum terpantau aman, lancar dan kondusif. Kegiatan patroli dialogis akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending