Connect with us

Ibukota

H. Eddy Jasa Ajak Staf RW. 03, LMK dan Ibu PKK Belajar ke Singapura

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Ketua RW. 03.kelurahan pademangan timur H. Eddy Jasa membuat terobosan baru dalam menata dan membina staf rw di wilayahnya.

Pekan lalu Eddy Jasa mengajak Staf Rw03, LMK dan ibu- ibu PKK melakukan Kunjungan studi banding ke Batam, Tempang dan Singapura.

Kunjungan selama 2 hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja staf rw dalam menata lingkungan yang hijau dan sehat.

Dikatakan Eddy Jasa Minggu(29/9/2024) dengan melihat secara lansung perbedaan-perbedaan antara negara tetangga yang maju itu para staf Re pun bisa menerapkannya di wilayah dan memberi ilmu kepada Rw, LMK dan PKK di kelurahan pademangan Timur.

Pertama, masalah penataan lingkungan yang sehat dan hijau. Di Singapura sangat sedikit untuk ruang terbuka hijau, tapi warga dan pemerintahannya menerapkan sistim konsep vertikal memanfaatkan lahan yang sempit itu menjadi hijau dan ramah.

Kedua, terkait masalah sampah staf Rw, LMK dan PKK bisa melihat langsung pengelolaan dan kebersihan di kota Singapura, dan bagaimana cara pemerintah disana merangkul masyarakat untuk menaati peraturan dan tidak buang sampah sembarangan.

Ketiga, kata H. Eddy Jasa , masalah parkir di sana tidak terlihat kendaraan yang parkir sembarangan. “Masyarakat di sana sangat patuh terhadap aturan yang di buat oleh pemerintah setempat,” sambungnya.

Keempat, dapat dilihat kemajuan teknologi yang diterapkan. Semuanya dikontrol melalui CCTV di setiap sudut kota. Dengan cara itu mereka bisa mengontrol pelanggaran yang dilakukan masyarakat

Terkait dengan itu, H. Eddy Jasa kemudian mengeluarkan berbagai imbauan yang ditujukan kepada warganya.

Pertama, agar warganya tidak memelihara unggas di lingkungan rumah tinggal, serta melaksanakan pencegahan penyakit demam berdarah DBD dengan cara membersihkan lingkungannya.

Kedua, para pengusaha yang ada di wilayahnya agar bertanggung jawab terhadap limbah polusi atau kebisingan.

Ketiga, kepada pemilik minimarket warung kios atau gerobak dagang atau tempat perkumpulan orang seperti posko partai atau pangkalan ojek wajib memiliki tempat sampah sendiri.

Keempat, warga agar tidak berada di luar rumah saat azan maghrib dan perkumpulan atau tongkrongan yang melewati batas waktu agar tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya.

“Setiap warga yang mengetahui adanya pelanggaran tersebut diimbau untuk segera melaporkan kepada ketua Rt/Rw/LMK baik secara berjenjang ataupun secara langsung,” katanya. (Sutarno)

Ibukota

Sudin Kominfo Jaktim Audiensi Bersama Wartawan PWJT, Hasilnya?

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Sudin Kominfo Jakarta Timur Mengadakan Audensi Kepada Para Wartawan di Kantor Walikota Jakarta Timur Terkait Keberadaan Komunitas Wartawan Rabu (24/6/2026).

Nuruning Septarida Kepala Suku Dinas Kominfo Jakarta Timur berjanji akan memfasilitasi awak media yang mengeluh karena kesulitan dalam mencari berita di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Hal ini dikatakan, Nuruning saat menggelar audiensi dengan insan pers dari PWJT (Persatuan Wartawan Jakarta Timur.

Nuruning yang memimpin audiensi didampingi Kepala Suku Badan (Kasuban) Kesbangpol Jakarta Timur Eliezer Hutapea, serta Ketua Pokja PWI Jaya menjelaskan, tujuan audiensi ini untuk memperkuat kolaborasi dalam penyebaran informasi pemberitaan program Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Anehnya, peserta yang dihadirkan pada saat audiensi tersebut tidak saling kenal dengan wartawan yang kesehariannya melakukan peliputan di lingkungan kantor wali kota. Artinya wartawan-wartawan PWJT memang tidak nge-pos di Pemkot Jakarta Timur, argumen yang disampaikan pada rapat itu, mereka meminta agar Pemkot Jakarta Timur melegalkan keberadaan mereka, namun permintaan itu ditolak oleh Kasudin.

“Ini tidak mungkin kami menyetujui, karena wartawan yang bertugas di sini pihak Pemkot yang dapat mengetahui, berdasarkan surat tugas yang disampaikan,” Kata Nuruning, Ucapnya Kepada Wartawan Rabu (24/6/2026).

Kelompok yang mengatasnamakan PWJT, merupakan wartawan yang mempunyai kepentingan lain dan tidak sesuai dengan yang terkandung pada UU Pers No. 40/1999. Di mana salah satu pointnya mengutamakan informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat tidak untuk kepentingan pribadi atau golongan.(Hol)

Continue Reading

Ibukota

Kado HUT ke-499.Jakarta, Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol Diresmikan untuk Perkuat Konektivitas.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan kado bagi warga melalui peresmian Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol. Infrastruktur tersebut meliputi aktivasi Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) JIS, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) penghubung, serta Gerbang Ancol yang mengintegrasikan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan jaringan transportasi publik.

Peresmian yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta,Dr.H.Pramono Anung, di Stasiun KRL JIS, Jakarta Utara, pada Senin (22/6) ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

Gubernur Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan konektivitas antarkawasan. Keterhubungan JIS, Ancol, dan jaringan transportasi publik menjadi langkah penting untuk menghadirkan mobilitas yang lebih mudah, nyaman, dan efisien bagi warga.

“Karena itu, konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” ujarnya.

Gubernur Pramono menjelaskan JIS dan Ancol merupakan dua kawasan strategis yang saling melengkapi. JIS berperan sebagai pusat olahraga, hiburan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional dan internasional. Di sisi lain, Ancol menjadi destinasi wisata dan rekreasi unggulan Jakarta.

Keterpaduan kedua kawasan dinilai penting untuk mendukung mobilitas pengunjung serta kelancaran penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Integrasi tersebut diwujudkan melalui Stasiun KRL JIS, JPO penghubung, dan akses baru menuju Ancol.

“Fasilitas ini akan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun kegiatan berskala besar. Masyarakat yang datang untuk berolahraga, berwisata, bekerja, atau menghadiri berbagai acara kini memiliki akses yang lebih baik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi,” jelasnya.

Gubernur Pramono menambahkan, kualitas konektivitas kawasan dan integrasi transportasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.

“Pengembangan kawasan ini penting untuk mewujudkan area olahraga, wisata, dan hiburan yang terintegrasi serta berstandar internasional. Kami ingin menghadirkan kawasan yang menjadi kebanggaan warga sekaligus menarik perhatian dunia,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan Stasiun KRL JIS resmi beroperasi dan mulai melayani penumpang sejak Senin (22/6). Ke depan, stasiun itu akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen guna meningkatkan layanan transportasi publik.

“Per hari ini stasiun ini sudah aktif dan dapat melayani penumpang. Waktu tempuh dari ujung ke ujung kurang lebih 15 menit, sedangkan menuju Kota sekitar 10 menit. Stasiun ini akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen,” paparnya.

Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol. Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Jakarta Propertindo (Jakpro), serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), yang membantu pembangunan JPO yang menghubungkan kawasan JIS dan Ancol.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Apel Jaga Jakarta Pilah Sampah Komitmen Wujudkan Jakarta Kota Bersih.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Gubernur DKI Jakarta Dr.H.Pramono Anung menyampaikan, Jakarta sebagai kota megapolitan menghadapi tantangan besar terkait produksi sampah yang rata-rata mencapai 9.000 ton per hari.
Terlebih, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menjadi tumpuan pengelolaan sampah, saat ini telah mendekati kapasitas maksimum dengan tingkat timbunan mencapai rata-rata 60 meter.

Karena itu, menurutnya, pengelolaan sampah dengan cara angkut dan buang sudah tidak lagi relevan diterapkan di Jakarta. Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara apel siaga ‘Jaga Jakarta Pilah Sampah’ di Monumen Nasional, Minggu (21/6/2026).pagi

“Jakarta harus melakukan perubahan mendasar, dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumbernya,” ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen untuk menjaga Jakarta menjadi kota global yang bersih, layak huni, dan berkelanjutan.

Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber, Jakarta memiliki fondasi yang kuat untuk menjadikan gerakan pilah sampah sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Sasarannya yakni sampah organik dan anorganik, agar dapat dikelola melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Mulai dari rumah tangga, lingkungan permukiman, perkantoran, sekolah, pasar, pusat perdagangan, hingga kawasan usaha. Karena itu, mulai 1 Agustus 2026 diharapkan hanya sampah residu yang akan dikirimkan ke TPST Bantargebang.

Lebih lanjut, Pramono ingin gerakan pilah sampah dapat diimplementasikan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta para pemimpin wilayah di Jakarta agar memastikan gerakan pilah sampah dapat berjalan baik.

“Kepada Ketua RT dan Ketua RW, agar aktif berinovasi dalam mengelola sampah di lingkungannya masing-masing,” kata dia.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para kader lingkungan, pengurus bank sampah, PPSU, petugas kebersihan, dan masyarakat yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Jakarta.

“Mari kita jadikan semangat “Jaga Jakarta Pilah Sampah” sebagai gerakan bersama. Gerakan yang dimulai dari rumah, tumbuh di lingkungan, dan menjadi budaya seluruh warga Jakarta,” kata Pramono.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga mengapresiasi Menteri Koordinator Bidang Pangan atas dukungannya dalam pembangunan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik di Jakarta.

Nantinya, lanjut Pramono, Jakarta akan memiliki tiga pembangkit listrik tenaga sampah, yakni di Bantargebang, Tunjungan, dan Sunter.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Pramono yang bergerak cepat menerapkan secara masif gerakan pemilahan sampah melalui RT/RW.

Ia menyampaikan, persoalan sampah di Jakarta harus segera diselesaikan. Penyelesaian masalah sampah, salah satunya akan dilakukan melalui teknologi insinerator untuk mengatasi sampah terbuka atau open dumping, seperti di Bantargebang.

“Insya Allah tahun 2027 atau 2028, Bantargebang akan kita selesaikan menjadi listrik. Tapi itu baru menyelesaikan 22,5 persen. Masih ada sisa 72,5 persen lagi,” kata Zulkifli.

Sedangkan sampah yang dihasilkan dari gedung perkantoran, sekolah, pasar, hotel, restoran, dan mal akan diselesaikan paling lambat pada 2029 melalui pemilahan.

“Itu akan menyelesaikan kira-kira sampai 50 persen. Jadi, 72,5 atau 75 persen akan selesai sampai tahun 2029,” lanjutnya.

Sementara sampah sisanya sebesar 25 persen atau sampah rumah tangga akan diselesaikan melalui gerakan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Gubernur Pramono dan Menko Bidang Pangan memberikan penghargaan kepada RW terbaik yang telah menunjukkan komitmen dan keberhasilan dalam melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah di lingkungannya.

Sementara itu, (RW.Gen.Z.)Tri Krisna Mukti (21th).salah satu ketua RW termuda di DKI Jakarta yang turut hadir di acara Besar pemilahan Sampah dari rumah sesuai instruksi gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026.dan Jakarta menuju kota Global.Saya senang Banget bisa ke temu idola saya Bapak Dr.H.Pramono Anung di acara ini.”Semoga beliau selalu di beri kesehatan.”Ungkapnya.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending