Connect with us

Ekonomi

Sehaty Bersama Indofood, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Gelar Bhaksos Donor Darah, Diskusi Stunting Serta Memberikan Makanan Sehat

Published

on

Photo Dandim 06/JP Letkol (Inf) Bangun Siregar memberikan secara simbolis paket makanan sehat

Jakarta, Hariansentana.com — Sahabat Selalu di Haty (Sehaty) kembali menggelar kegiatan sosial berupa Diskusi Tentang Stunting, Pemberian Makanan Sehat dan juga Donor dengan menggandeng Indofood, Yayasan Buddha Tzu Chi dan Arandra.

Letkol (Inf) Bangun Siregar Komandan Kodim 06/Jakarta Pusat dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan stunting ini sangat bagus dan lagi di galakkan di semua wilayah dan apa yang di lakukan oleh Sehaty ini cukup baik apalagi menggandeng perusahaan – perusahaan yang mempunyai CSR.

Lebih lanjut Bangun mengatakan di Kodim Jakarta Pusat kami telah melakukan di dua Kelurahan yakni Johar Baru dan Tanah Abang dengan memberikan telur dan susu selama sembilan puluh hari kepada dua puluh orang penderita stunting dan alhamdulilah mereka yang melakukan hal tersebut bisa terlepas dari stunting,” ungkap Bangun.

Menurut Dandim, sebetulnya hal ini sangat mudah jika kita lakukan dengan benar dan serius hanya dengan memberikan makanan bergizi serta bernutrisi tinggi, sehari hanya sepuluh ribu dan rutin selama tiga bulan. Memang bagi penderita, makan makanan seperti itu setiap hari ada rasa enek atau mual tapi kita harus bisa mengkombinasi makanan tersebut agar mereka mau memakannya dengan senang hati dan hal itu saya sampaikan kepada babinsa yang memberikan makanan tersebut kepada penderita,” terang Bangun.

Kalau hal ini dilakukan oleh masyarakat dan perusahaan yang peduli maka kita akan yakin pada ulang tahun emas Indonesia merdeka yang mana pada saat ini anak-anak kita baru berusia 3 tahun pada ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-100 nanti kita akan mempunya anak-anak yang cemerlang, berprestasi dan pintar,” tutur Bangun

Dalam kesempatan yang sama Noni Thio, Wakil Ketua He Qi Pusat mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi mengatakan bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi adalah sebuah organisasi yang peduli dan konsen dengan kesosialan, nah begitu ada ajakan dari Sehaty untuk kerjasama dalam menanggulangi stunting ini kita langsung ikut,” terang Noni.

Dalam melakukan kegiatan-kegiatan kita memang tidak pernah mengambil dana dari Yayasan tetapi kita selalu obrolkan dengan anggota kira-kira apa nih yang bisa di bantu untuk acara tersebut dan seluruh anggota antusias dengan mengeluarkan dana masing-masing,” ujar Noni.

Kebersamaan inilah yang selalu kita jaga di Yayasan buddha Tzu Chi semua di rangkul bersama yang lebih memberikan lebih yang kurang tetap berbagi dan semoga apa yang kita lakukan seperti hari ini memberikan 200 paket makanan sehat buat anak penderita stunting dapat menjadi manfaat buat yang menerima dan bagi yang memberi akan bertambah rejekinya,” ujar Noni.

Turut menambahkan Eightman Toga Siahaan Operation Manager Arandra Residence, waktu Sehaty mengajak kami untuk ikut serta dalam acara stunting dan pemberian makanan
sehat untuk penderita stunting langsung kami sambut baik dan kami dari manejemen langsung menghubungi para tenant-tenant yang ada di arandra barang kali ada yang mau ikutan berpartisipasi dalam acara tersebut,” ungkap Toga.

Dalam dua hari kami sebar permohonan untuk partisipasi ternyata mendapatkan respon yang sangat baik ada yg memberi telor, susu, beras, minyak sesuai yang kami minta dan permohonan ini terus tetap berjalan walaupun acaranya sudah selesai, karena panitia masih ada beberapa kelurahan penderita stunting masih di skip,” terang Toga.

Ketua panitia, M.Irvan mengatakan bahwa kegiatan ini mendapat respon baik dari beberapa perusahaan yang mempunyai CRS dan mereka langsung ikutan berpartisipasi seperti Arandra Residence, Indofood, Konimex dan Yayasan Buddha Tzu Chi dengan memberikan berbagai macam produk untuk dibagikan kepada penderita stunting.

Setelah kegiatan di Cempaka Putih Jakarta Pusat ini cukup berhasil dan rencananya nanti di bulan november kita akan di laksanakan di daerah Jakarta Utara di sekitaran kecamatan Pademangan,” jelas Irvan.

Selain Dandim hadir juga dalam kesempatan tersebut Koramil Cempaka Putih, Kapolsek Cempaka Putih, Kadis Kesehatan DKI Jakarta, Kasudin Jakarta Pusat, Kasudin PPAPP, Camat Cempaka Putih, Camat Johar Baru, Lurah Cempaka Putih Timur, Lurah Sumur Batu, Kapuskes Kecamatan Cempaka Putih, Kapuskes Kelurahan dan Kader-kader PKK kelurahan.(***)

Ekonomi

34 Tahun Bangun Industri Pangan, Direktur PT SPS: Visi Kami Memaksimalkan Potensi Petani Lokal

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Sumber Pangan Sukses (SPS), Siti Saidah yang akrab disapa Ida, membagikan perjalanan panjangnya membangun industri pangan terpadu. Berawal dari peternakan ayam hingga kini merambah beras dan kelapa sawit, Ida mengaku visi utamanya tetap sama: memaksimalkan potensi dan memberdayakan petani lokal.

Ida menyebut, dirinya telah menghabiskan 34 tahun di industri peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa yang 99 persen untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditi beras dan 6 tahun terakhir mengembangkan industri kelapa sawit.

“Kita konsentrasi di industri olahan pangan terpadu. Pengalaman saya 34 tahun di peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa, dan 8 tahun terakhir kita di beras,” ujar Ida Saidah, Direktur PT Sumber Pangan Sukses.

Untuk komoditi beras, Ida menjelaskan SPS tidak hanya mengandalkan impor. Pada 2022-2024 perusahaan sempat 99 persen impor karena kebijakan pemerintah, namun SPS juga tetap membina petani dan penggilingan padi kecil (rice mill) di Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Indramayu.

Ia mengungkapkan, SPS membantu rice mill berkapasitas kecil 5 ton, 10 ton hingga 20 ton per hari yang umumnya kekurangan modal. Bantuan itu berupa pengiriman gabah, modal kerja di depan, hingga pendampingan staf untuk meningkatkan kualitas.

“Kita datangkan gabah, lalu kita modal kerja di depan dan semua produksi kita bantu, kita ajari ada staf-staf kita ngajari mereka,” kata Ida.

Tidak hanya beras, untuk kelapa sawit SPS juga bermitra dengan banyak daerah. CPO didatangkan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka, Dumai, Medan, Aceh hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang dan Indramayu.

Ida menegaskan, pembinaan petani dilakukan secara intensif melalui pelatihan. Ia mencontohkan, SPS mengumpulkan kelompok petani dan penggilingan padi untuk pelatihan di hotel di Karawang agar kapasitas dan kualitas mereka naik kelas.

“Visi kita bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi para petani lokal, yang kedua bagaimana bisa memberdayakan para petani,” tegasnya…..Ron

Continue Reading

Ekonomi

Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.

“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.

Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.

“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.

Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.

Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.

“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.

Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.

“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.

Continue Reading

Ekonomi

Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.

“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.

Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.

“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.

Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.

Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.

Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.

“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending