Connect with us

Peristiwa

Ribuan Warga Rw 11 Kelurahan Pademangan Barat Ancam Demo Kembali ke PT. WIKA.

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Banjir di dua RT di RW 11 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan kota administrasi Jakarta Utara, diduga imbas dari proyek pembangunan jalan tol di Jalan RE Martadinata.

Banjir disebabkan karena puing – puing proyek pembangunan tol menumpuk di selokan- selokan sekitar permukiman rumah warga, sehingga membuat saluran air mampat. “Banjir terjadi sudah hampir dua bulan terakhir di RT 1 dan RT 2, sedangkan RT 3 sudah aman karena kemarin sudah ada pembangunan jalan,” jelas warga kepada Hariansentana.com di lokasi, Senin (5/5/2025).Siang.

Selama hampir dua bulan terakhir, wilayah tersebut masih terendam banjir.

Warga sudah berkali-kali protes ke pihak PT.WIKA (Wijaya Karya) kontraktor jalan tol. Mitra PT. CCMP. Namun hal tersebut tidakk digubris. “Kita sudah mengajukan (protes) ke proyek, tapi tidak ada tanggapan. Cuma janji-janji dan janji saja,” beber warga.

Hal senada disampaikan Mifah (45) yang menyebut pihak penyelenggara jalan tol tak menggubris keluhan mereka yang terdampak. Alhasil, warga menggelar demonstrasi.

“Ini akibat pihak tol yang tidak bertindak dan mendengar keluhan-keluhan warga, kita sebagai pengurus dan LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan), lurah juga sudah mengingatkan kalau sewaktu-waktu tidak digubris itu akan menimbulkan kemarahan warga,” katanya.

Miftahudin menyebut, rumahnya berulang kali kebanjiran dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau saat tol mulai dibangun.

Menurutnya, pihak Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi banjir itu, salah satunya dengan menyedot air. “Kita menyedot, airnya ada lagi, sedot airnya ada lagi,” tutur Miftahudin.

Dari pantauan Hariansentana.com di lokasi, ada beberapa titik yang tergenang banjir imbas pembangunan tersebut.

Pertama, di pintu kereta Stasiun Ancol, ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Air tersebut membuat pengendara kesulitan saat melintas.

Banjir juga menggenangi RT 01, RT 02, di Gang Siaga Dua, Pademangan Barat. Ketinggian air di gang tersebut mencapai 10-15 sentimeter. Kondisi itulah yang membuat puluhan warga Pademangan Barat memutuskan untuk demo hari ini.

Mereka juga sempat memblokade Jalan RE Martadinata agar aspirasinya bisa didengar. Kini, perwakilan warga dan lurah pun tengah berdialog dengan perwakilan mandor proyek.

Dimediasi Kapolsek Pademangan. Kompol Imanuel Sinaga, lurah Sugiharjo Timbo, Dewan Kota Andi Noviandri, ketua LMK. Robby, ketua RW. 011.Pane, ketua Rt, Tokoh masyarakat dan warga terdampak.

Diharapkan pihak kontraktor jalan layang tol mematuhi perjanjian yang telah di tanda tangani di saksikan Kapolsek, lurah dan tokoh masyarakat.

Warga mengancam akan melakukan demo kembali apabila saluran air penyebab banjir belum di perbaiki. “Kami beri waktu 7 kali 24 Jam. Akan turun Demo kembali degan ribuan warga,” tegas Pane

Sementara Robby. Ketua LMK bersama Andi Noviandri meminta pihak kontraktor PT. WIKA. Untuk memperbaiki dahulu saluran. ‘ Jangan sampe warga turun lagi ke Jalan intuk berdemo,” ngkapnya (Sutarno )

Peristiwa

Rekening Milik Ketua Yayasan Garda 08 Dibobol, Uang Sebesar 273 Juta dalam Rekening Raib

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Pembobolan rekening bank terjadi lagi. Kali ini menimpa rekening BCA milik Ketua Yayasan Garda 08, Letkol (Purn) TNI Suwito.

Pembobolan itu membuat uang dalam rekening Suwito hilang Rp273.000.000, dan kemudian diketahui berpindah ke rekening dua orang dengan nama yang berbeda di MNC Bank.

“Peristiwanya terjadi Jumat tanggal 25 September 2026,” kata Suwito kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada hari itu, sekitar pukul 10:13 WIB, ia menerima transferan uang sebesar Rp270 juta ke rekening BCA-nya.

Pada hari yang sama, ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak dari ASABRI. Pihak yang menggunakan nomor telepon 088748557099 itu menyampaikan bahwa ada perubahan aplikasi bernama “ASBRI Star”, dan mengarahkan dirinya untuk mengunduh aplikasi melalui Chrome, dan melakukan proses verifikasi wajah dan data diri.

“Setelah itu saya ke BCA KCP Grogol Muwardij untuk mencairkan dana dari Rainbow. Itu sekitar pukul 12:30 WIB. Saya sempat mengantre sekitar 30 menit, dan ketika saya dilayani oleh teller, dia mengatakan kalau saldo saya tidak cukup, karena saldo saya hanya sebesar Rp1,3 juta. Saya kaget, dan sempat protes karena saya sama sekali belum menarik dana itu. Lagipula sebelum menerima transferan, saldo saya sebesar Rp3,7 juta. Jadi, bagaimana bisa hanya ada saldo Rp1,3 juta?” tanya Suwito.

Ia lalu bergegas ke customer service untuk meminta print data transaksi untuk hari itu, dan dari print transaksi itupun terlihat kalau dana Rp270 juta yang ditransfer ke rekeningnya, juga saldo awal di rekeningnya sebagian besar telah berpindah ke rekening lain di MNC Bank melalui aplikasi MyBCA.

“Terjadi dua kali transfer. Pertama ke rekening MNC Bank atas nama Supartik dengan nomor rekening 2060100074** sebesar Rp100 juta, dan kedua ke rekening MNC Bank atas nama Sartik dengan nomor 2060100074** sebesar Rp173 juta. Setiap transfer itu dikenakan biaya Rp2.500,” jelas Suwito.

Ketua Yayasan Garda 08 ini mengaku shock, sekaligus bingung karena dana itu telah berpindah ke bank lain tanpa setahu dirinya. Ia langsung membuat laporan ke HalloBCA dengan nomor laporan 1969098235, dan juga laporan melalui email HalloBCA Pusat dengan nomor tiket laporan E/2026/09/05047.

“Saya juga laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan STTLP/B/7168/IX/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA,” imbuh Suwito.

Tak cukup hanya itu, pada Senin (28/9/2026) ia membuat laporan ke Bank MNC Pusat dengan bukti pengaduan nasabah ke Bank MNC dengan nomor pengaduan 2026092821142. Pengaduan ini dibuat agar Bank MNC membekukan dananya yang kini berada di rekening Supartik dan Sartik, yang totalnya mencapai Rp273 juta.

“Pada hari Senin (28/9/2026) saya juga mengadu ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) secara online, dan hari ini saya kembali ke OJK untuk memberikan hardcopy laporan saya,” imbuh Suwito.

Ia menjelaskan, laporan ke OJK ini bertujuan agar OJK memberikan fasilitas pemulihan dananya yang berpindah tangan akibat fraud atau penipuan transaksi perbankan.

“Saya berharap dana itu bisa kembali,” kata Suwito.

Ia juga berharap Poda Metro Jaya bergerak cepat, karena ia yakin dengan keberadaan rekening pelaku di MNC Bank, identitasnya mudah dilacak.

Hingga berita ditulis, pihak MNC Bank belum dapat dimintai tanggapan, karena ketika wartawan mendatangi bank itu yang berada di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, wartawan tidak dapat langsung melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang di bank itu.

“Pimpinan mengatakan, kirim surat permohonan wawancara dulu,” kata security yang menerima wartawan (***)

Continue Reading

Peristiwa

Si Jago Merah Lahap 20 Rumah di Kampung Muka RW 04 Kel Ancol.

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana com — Kebakaran melanda permukiman padat di Kampung Muka Blok D, RT 09/RW 04, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (27/9/2026) pagi. Api dengan cepat merambat dan membakar sekitar 20 bangunan rumah semi permanen.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Warga yang melihat kobaran api sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Pademangan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala, S.T.K., S.I.K., M.Si., mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap lokasi kebakaran.

“Dari hasil pengecekan awal, api diduga berasal dari rumah kontrakan yang berada di lantai dua. Saat kejadian, penghuni rumah tersebut tidak berada di lokasi,” ujar Daniel.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga sumber api berasal dari instalasi listrik yang masih terhubung dengan dispenser.

“Dugaan sementara api berasal dari stopkontak listrik yang masih terhubung dengan dispenser. Diduga terjadi panas berlebih hingga kemudian memicu kebakaran,” jelasnya.

Api kemudian merambat ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Kondisi rumah yang mayoritas berbahan semi permanen serta hembusan angin membuat kobaran api dengan cepat membesar.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 12 unit mobil pemadam dengan 28 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Setelah sekitar satu jam melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api secara keseluruhan pada pukul 10.10 WIB.

Daniel memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Kami bersama petugas terkait langsung melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi,” kata Daniel.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 20 unit bangunan rumah semi permanen mengalami kerusakan atau terbakar.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran. Polsek Pademangan juga telah memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah TKP, mengamankan lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dalam penanganan pasca kebakaran.(Sutarno)

Continue Reading

Peristiwa

Matindas Rumambi: Penolakan Gereja Anugerah Kasih Ancam Toleransi Beragama

Published

on

By

JAKARTA – Kecaman datang dari Matindas J Rumambi, Anggota DPR RI, terhadap aksi penolakan pembangunan Gereja Anugerah Kasih atau Palu City Blessing di RW 11, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu. Legislator PDI Perjuangan Dapil Sulawesi Tengah ini menilai tindakan intimidatif terhadap pembangunan rumah ibadah tidak bisa dibenarkan, kebebasan beragama adalah hak konstitusional yang dijamin negara lewat UUD NRI 1945.

Ia juga merujuk Pasal 22 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, yang menjamin kebebasan setiap orang memeluk agama dan beribadat sesuai agama dan kepercayaannya.

Menurut informasi yang diterima Matindas, pendirian Gereja Anugerah Kasih sudah mengantongi izin pembangunan dari Wali Kota Palu, plus rekomendasi dari Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sesuai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pendirian rumah ibadah yang ditolak telah mendapatkan izin pembangunan dari Wali Kota Palu dan rekomendasi dari Kemenag dan FKUB,” tegas Matindas melalui rilis yang diterima, Jumat (25/9/2026).

Penolakan semacam ini, kalau dibiarkan berkembang, berisiko merusak toleransi antarumat beragama, kata Matindas. Ia menegaskan negara tidak boleh membiarkan keputusan administratif yang sudah diterbitkan jadi tidak efektif hanya karena tekanan atau penolakan di luar mekanisme hukum.

Continue Reading
Advertisement

Trending