Ibukota
Pemprov DKI Apresiasi Forum Purna Pejabat Pemprov DKI Gelar Gerakan Penanaman Pohon di Waduk Karian
Jakarta, Hariansentana.com.- Forum Purna Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaksanakan misi pengabdian kepada masyarakat melalui gerakan penanaman pohon produktif di Waduk Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Rombongan purna pejabat yang menggunakan kendaraan roda empat listrik dilepas langsung oleh Asisten Sekretaris Daerah DKI Jakarta Bidang Pemerintahan, Sigit Widjatmoko, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (15/2).

Sigit mengapresiasi misi pengabdian yang dilakukan oleh Forum Purna Pejabat Pemprov DKI Jakarta dengan menanam pohon produktif di Waduk Karian. Misi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga memberikan inspirasi bagi para pejabat yang masih bertugas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, yakni dapat terus berkontribusi bagi masyarakat dalam mendukung gerakan penghijauan melalui penanaman pohon produktif.
“Kami mendapatkan inspirasi dari kegiatan ini. Karena itu, kami sangat berharap Forum Purna Pejabat Pemprov DKI dapat terus dikembangkan, sehingga dapat terus memberikan kontribusi dan dampak besar bagi kami semua yang menjalankan tugas pengabdian di Pemprov DKI saat ini,” kata Sigit.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mengenai sebuah upaya mitigasi terhadap perubahan iklim di waduk yang menjadi sumber air baku bagi Kota Jakarta, tetapi pelaksanaan kegiatan ini juga didukung dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, yaitu mobil listrik. Penggunaan mobil listrik sendiri merupakan dukungan terhadap program elektrifikasi kendaraan yang sedang gencar dilaksanakan Pemprov DKI dalam mengatasi polusi udara.
“Tidak hanya turut melakukan penghijauan, tetapi juga sekaligus menggaungkan kendaraan ramah lingkungan. Hari ini, para senior kami mengajarkan pelaksanaan kegiatan yang penuh makna dan inspirasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sigit mengharapkan, akan ada pertemuan rutin dengan para purna pejabat Pempov DKI Jakarta, sehingga dapat menularkan ilmu, wawasan, dan pengetahuan kepada para pejabat aktif. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan performa dan kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam melayani masyarakat Jakarta.
Sigit pun mendukung pembuatan buku yang ditulis oleh anggota forum, sehingga tidak hanya dapat dijadikan sebuah warisan, melainkan menjadi sebuah kisah yang dapat dibaca oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, Ketua Forum Purna Pejabat Pemprov DKI Jakarta Syahrul Effendi mengatakan, misi kegiatan pengabdian penanaman pohon di Waduk Karian merupakan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat Jakarta, tetapi juga masyarakat di sekitar Waduk Karian.
“Waduk Karian memiliki peran yang sangat besar bagi ketersediaan air baku untuk Jakarta. Maka kita mulai dengan gerakan penghijauan dengan menanam sekitar 200 pohon produktif di sekitar waduk. Dengan kegiatan ini, kita harapkan akan timbul kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan menghijaukan lingkungan, agar resapan air semakin luas, mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Ratusan pohon ada hasil saweran dari anggota forum,” terang Syahrul.
Syahrul juga mengungkapkan Forum Purna Pejabat Pemprov DKI Jakarta telah menyelesaikan sebuah buku dengan tebal sekitar 600 halaman. Buku tersebut memuat kisah perjalanan para anggota forum saat menjabat di lingkungan Pemprov DKI.(Sutarno)
Ibukota
Tegakkan Ketertiban Umum, Petugas Gabungan Gelar Penertiban di Jalan Pademangan Timur
Jakarta, Hariansentana.com.– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pademangan bersama unsur Tiga Pilar dan Sudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan penertiban umum di wilayah Kelurahan Pademangan Timur, Kamis (25/09/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada penegakan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Operasi Gabungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB selesai. menyasar dua lokasi utama, yakni Jalan Pademangan I Raya.RW.02-03-04 Kelurahan Pademangan Timur.
Rina Sofyani.SE.M.AP.Kepala Satpol PP Kecamatan Pademangan memimpin langsung kegiatan ini dengan didampingi Kenny Hutagaol Lurah Pademangan Timur, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Pademangan, serta jajaran terkait.
Sinergitas terlihat dari pelibatan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Babinsa POLRI, Babinkantibmas, Dishub, Kecamatan Pademangan, serta, PPSU , FKDM, LMK, Satpol PP tingkat kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan tindakan Penertiban dilakukan secara persuasif, humanis, dan tegas,” terangnya.

Berdasarkan hasil kegiatan, petugas Dinas Perhubungan melakukan tindakan Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang kedapatan parkir di bahu jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Selain penertiban parkir liar, petugas Satpol PP juga menertibkan sarana dagang yang memakan badan jalan dan trotoar. Tercatat, petugas mengamankan satu buah meja dan dua buah bangku, serta membersihkan sisa-sisa puing di lokasi untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum.
“Kami juga memberikan himbauan kepada 10 Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak berjualan di zona terlarang demi kenyamanan dan keindahan lingkungan,” ujar petugas di lapangan.
Kegiatan penertiban berjalan dengan lancar di bawah cuaca cerah. Situasi di lokasi dilaporkan Terkendali Aman (TKA) hingga seluruh personel membubarkan diri. Pemerintah Kecamatan Pademangan berharap kegiatan rutin ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan demi terciptanya lingkungan yang tertib dan nyaman.
Yanto warga kami mengaspresiasi aparat Tegas tapi Humanis.” Aparat harus bisa menjaga ased taman yang sudah bagus rapi jangan sampe diserobot kembali sama warga yang bandel untuk kepentingan pribadi.” Imbuhnya.(Sutarno)
Ibukota
Perketat Standar Gedung Pemerintah, Pemkot Jakut Sosialisasi PBG–SLF Tingkatan Pelayanan
Jakarta, HarianSentana.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar sosialisasi penyelenggaraan pembangunan gedung pemerintah daerah sebagai langkah memastikan seluruh bangunan milik pemerintah aman, tertib, dan sesuai aturan.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (24/9), dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai UKPD serta konsultan perencana.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Utara ini bertujuan menyamakan pemahaman terkait regulasi, prosedur teknis, serta sistem digital yang digunakan dalam pembangunan gedung pemerintah.
Kepala Suku Dinas CKTRP Jakarta Utara, Herry Priyatno, dalam laporannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting untuk memastikan pembangunan gedung berjalan sesuai standar teknis dan administratif.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan bimbingan teknis dan administratif kepada UKPD dan konsultan, termasuk kejelasan prosedur Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta penggunaan sistem digital SGPT dalam proses penilaian teknis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Menteri PUPR Nomor 22 Tahun 2018, hingga Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2024.
Sementara itu, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Vera Revina Sari, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa pembangunan gedung pemerintah tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kepastian hukum. “Gedung pemerintah adalah fasilitas publik yang harus menjamin keselamatan aparatur dan masyarakat. Karena itu, seluruh proses pembangunan wajib memenuhi standar teknis dan legalitas yang jelas,” tegasnya.
Vera memaparkan empat pilar utama dalam penyelenggaraan gedung pemerintah daerah. Pertama, pemenuhan standar keandalan teknis, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan bangunan. Kedua, kepastian legalitas melalui PBG dan SLF sebagai syarat mutlak operasional gedung. “Tidak ada kompromi untuk legalitas. PBG dan SLF adalah bukti bahwa gedung tersebut aman dan layak digunakan,” katanya.
Ketiga, integrasi sistem melalui aplikasi Sistem Gedung Pemda Terpadu (SGPT) guna meningkatkan transparansi dan efisiensi. Keempat, pemeliharaan berkelanjutan agar gedung tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang. “Penyelenggaraan gedung tidak berhenti saat pembangunan selesai. Perawatan berkala menjadi kunci untuk mencegah risiko kerusakan dan memperpanjang usia bangunan,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemkot Jakarta Utara berharap seluruh perangkat daerah dan mitra kerja dapat memahami prosedur secara menyeluruh, sehingga pembangunan gedung pemerintah ke depan semakin tertib, aman, dan mampu mendukung pelayanan publik yang lebih baik. (Sutarno)
Ibukota
Warga RBU, Sebut Kinerja Kontraktor Sudin Perumahan Jakut Sembrono
Jakarta, Hariansentana.com.- Warga di lingkungan Jalan F, RW 02 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja kota administrasi Jakarta Utara, protes lantaran air PAM yang mengalir ke rumah warga bau, dan kotor.
Kebocoran air PAM tersebut diduga lantaran terkena alat berat kontraktor Sudin Perumahan Jakut.
Saat dikonfirmasi Petugas PAM membenarkan kejadian itu. Sehingga sejak dua minggu suplai air bersih terhambat dan mengakibatkan keruh dan bau.
“Penyebabnya, karena pipa besar dan kecil disekitar lingkungan pekerjaan Proyek Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Jakarta Utara terkena alat berat kontraktor pelaksana. Sudah banyak titik yang bocor sebelumnya ada delapan titik, kami sudah perbaiki. Ini kena lagi dua titik di sisi selatan Jalan F.” ungkapnya pada awak media, Kamis, (24/9/2026).
Sejauh ini tidak ada koordinasi dengan pihak pelaksana proyek. Kami dilapangan hanya menangani pengaduan dan keluhan warga. Kami tidak mengetahui sudah atau belumnya pihak pelaksana pemberitahuan pada pihak kantor kami,” jelasnya.
Gangguan air bersih dampak proyek pekerjaan Sudin Perumahan Jakarta Utara sebelumnya sempat ditangani Lurah Rawa Badak Utara. Lurah turun kelapangan untuk memastikan penanganan air bersih kembali normal.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jakarta Utara, Suharyanti, sampai saat ini belum dapat dimintai keterangannya.
Diketahui proyek yang membuat warga jengkel itu adalah proyek pembangunan dan perbaikan prasarana, sarana dan utilitas di lingkungan kawasan kumuh di kelurahan Rawa Badak Utara dan Tugu Selatan.
Proyek tersebut menggunakan APBD tahun 2026 sebesar Rp 3,6 miliar, masa kerja 96 hari kerja sejak kontrak 13 Agustus 2026. Kontraktor Pelaksana CV. Hotma Marojahan dengan konsultan pengawas PT Wisanggeni Jasa Teknik. (Sutarno)
-
Nasional3 days agoAESI, IIPC New York, dan Mitra Dorong Transisi Energi Surya Indonesia di New York Climate Week untuk Tarik Investasi Global
-
Nasional6 days agoAlgodam di antara Puluhan Ribu Santri dan Alumni di Peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor
-
Polhukam6 days agoPWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Siap Grand Launching 1 Oktober 2026
-
Peristiwa1 day agoSi Jago Merah Lahap 20 Rumah di Kampung Muka RW 04 Kel Ancol.

