Ekonomi
Mitra Binaan Pertamina Berhasil Meraih Kenaikan Omzet Ratusan Juta di Masa Pandemi
Jakarta, HariaSentana.com – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus melakukan pendampingan bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) untuk terus berinovasi walau ditengah pandemi covid-19. Lina Monic, perempuan kelahiran 1967 mendirikan usahanya yaitu PT Sinar Bersih Sukses Jaya dengan nama akun Instagram @sinarbersih pada tahun 2016.
Pendampingan yang dilakukan Pertamina meliputi pelatihan, pembinaan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar agar para pelaku UMK dapat tumbuh dan berkembang khususnya dimasa pandemi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengungkapkan, “Pegiat UMK harus tetap produktif dan terus berinovasi, salah satunya dengan bergeser dari penjualan secara konvensional beralih ke penjualan secara online, hal tersebut merupakan langkah yang tepat di masa pandemi.”
Lebih lanjut Eko menjelaskan, bahwa memang tidak mudah bagi para pelaku bisnis UMK untuk dapat melewati dampak yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Dia turut berbangga bahwa salah satu UMK dari mitra binaan Pertamina justru meraup omzet lebih tinggi di masa pandemi dan tidak berhenti untuk berinovasi serta melakukan ekspansi.
“Pertamina siap untuk terus memberikan dukungan bagi para UMK agar mampu meningkatkan daya saing serta melakukan inovasi dalam mengembangkan bisnis usahanya. Sehingga mitra binaan tidak hanya bertahan di masa pandemi, namun bisa berkembang dan menaikan penjualannya,” tukasnya.
Program ini, kata dia, juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
“Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) di bidang sosial. Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial,” pungkasnya.
Sementara PT Sinar Bersih Sukses Jaya atau yang lebih di kenal oleh para pelanggan setianya “Sinar Bersih”merupakan brand yang menjual produk-produk cairan pembersih yang berkualitas dan ramah lingkungan. Diluncurkan pertama kali pada tahun 2016, dengan produk pertamanya yaitu karbol sereh dan cairan pengusir serangga.
“Di awal memulai usaha, saya hanya menjual karbol sereh dan cairan pengusir serangga. Namun pada awal tahun 2020, saya memperluas produk saya ke arah produk kebersihan dan kesehatan. Tidak hanya melakukan Inovasi produk, saya juga melakukan ekspansi usaha dengan menambah pembukaan toko untuk penjualan secara offline di pasar Podomoro, Sunter. Tidak disangka, pada Maret 2020 pandemi mulai melanda Indonesia sehingga permintaan pasar melonjak hingga kami kehabisan stok karena bahan baku kosong,” ujar Lina.
Tidak sampai disitu, melihat peluang terbuka lebar, Lina memperbanyak stok dan terjun untuk melakukan penjualan secara online. Tak disangka, saat pandemi Covid-19 melanda, justru omzet usahanya naik hampir 50%. Melakukan inovasi produk belum cukup memuaskan Lina, kini Lina mulai melakukan ekspansi market dengan melakukan penjualan produk ke perkantoran, hotel, bengkel, toko, supermarket, restoran, bahkan rumah sakit yang ternyata melakukan pembelian dalam jumlah besar dan kini menjadi pelanggan setianya.
Sinar Bersih kini juga mensuplai beberapa perusahaan BUMN dan Multinasional di Indonesia dengan standar produk telah memiliki Penandaan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Perusahaan-perusahaan tersebut menjadi pelanggan loyal dengan jumlah pembelian yang besar.
“Kini, produk yang laris dijual olehnya yaitu sabun cuci tangan, sabun cuci piring, karbol sereh, detergent baju, desinfektan, pewangi baju dan handsanitizer,” ucap Lina.
Sinar Bersih meraup kenaikan omzet hingga 50% dengan pendapatan mencapai 500 juta rupiah perbulan. Dengan banyaknya persaingan di luar sana, Lina mengaku bahwa penjualan online saja tidak cukup.
“Saat ini strategi pemasarannya saya tidak hanya di toko online, toko offline dan marketplace. Saat ini saya juga membangun ‘Mobile Unit’ yang sebentar lagi akan launching. Mobile Unit akan kita gunakan untuk mendatangi perumahan-perumahan agar bisa menjual isi ulang cairan pembersih dan pembeli boleh membawa wadah sendiri serta mendatangi Mobile Unit kita,” paparnya.
Tidak sampai disitu, Lina selaku owner Sinar Bersih juga berencana untuk membuat inovasi dengan membuat produk skincare berbahan premium menggunakan bahan dasar sarang burung walet yang dibudidayakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Dengan adanya program Mitra Binaan Pertamina, saya berharap usahanya dapat berkembang dibawah binaan Pertamina, baik dari segi market maupun media promosi yang dimiliki,” tukasnya.
- Adapun syarat untuk dapat bergabung menjadi mitra binaan Pertamina dapat dilihat pada laman tautan berikut https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan.(s)
Ekonomi
34 Tahun Bangun Industri Pangan, Direktur PT SPS: Visi Kami Memaksimalkan Potensi Petani Lokal
Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Sumber Pangan Sukses (SPS), Siti Saidah yang akrab disapa Ida, membagikan perjalanan panjangnya membangun industri pangan terpadu. Berawal dari peternakan ayam hingga kini merambah beras dan kelapa sawit, Ida mengaku visi utamanya tetap sama: memaksimalkan potensi dan memberdayakan petani lokal.
Ida menyebut, dirinya telah menghabiskan 34 tahun di industri peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa yang 99 persen untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditi beras dan 6 tahun terakhir mengembangkan industri kelapa sawit.
“Kita konsentrasi di industri olahan pangan terpadu. Pengalaman saya 34 tahun di peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa, dan 8 tahun terakhir kita di beras,” ujar Ida Saidah, Direktur PT Sumber Pangan Sukses.
Untuk komoditi beras, Ida menjelaskan SPS tidak hanya mengandalkan impor. Pada 2022-2024 perusahaan sempat 99 persen impor karena kebijakan pemerintah, namun SPS juga tetap membina petani dan penggilingan padi kecil (rice mill) di Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Indramayu.
Ia mengungkapkan, SPS membantu rice mill berkapasitas kecil 5 ton, 10 ton hingga 20 ton per hari yang umumnya kekurangan modal. Bantuan itu berupa pengiriman gabah, modal kerja di depan, hingga pendampingan staf untuk meningkatkan kualitas.
“Kita datangkan gabah, lalu kita modal kerja di depan dan semua produksi kita bantu, kita ajari ada staf-staf kita ngajari mereka,” kata Ida.

Tidak hanya beras, untuk kelapa sawit SPS juga bermitra dengan banyak daerah. CPO didatangkan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka, Dumai, Medan, Aceh hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang dan Indramayu.
Ida menegaskan, pembinaan petani dilakukan secara intensif melalui pelatihan. Ia mencontohkan, SPS mengumpulkan kelompok petani dan penggilingan padi untuk pelatihan di hotel di Karawang agar kapasitas dan kualitas mereka naik kelas.
“Visi kita bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi para petani lokal, yang kedua bagaimana bisa memberdayakan para petani,” tegasnya…..Ron
Ekonomi
Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya
Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.
“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.
Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.
“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.
Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.
Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.
“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.
Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.
“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.
Ekonomi
Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital
Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.
“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.
Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.
Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.
“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.
Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.
Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.
Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.
“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)
-
Polhukam6 days agoPSI Jakarta Utara Minta Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
Ibukota7 days ago1.000 Lebih Berkas PTSL Warga Jakarta Utara Belum Tuntas, Dokumen Hilang Jadi Sorotan
-
Polhukam6 days agoSafari Jum’at di Ngadirojo, Kapolres Wonogiri Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkades
-
Ibukota6 days agoGebyar PSN dan JUMANTIK RW 02 Pademangan Barat: Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyakit DBD.

