Ekonomi
Manajemen Krisis dan Reputasi di Dunia Entertainment
Oleh: Kemala Dewi
(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina Jakarta)
Hariansentana.com — Krisis dapat terjadi tanpa pandang bulu, artinya dapat melanda berbagai organisasi atau perusahaan, baik besar maupun kecil, dan tanpa memperhatikan situasi geografi atau reputasi. Krisis bagi pihak di luar organisasi dapat terlihat sepele atau tidak relevan. Namun, bagi mereka yang terlibat di dalamnya situasi tersebut dapat membuat stress dan menyebabkan masalah yang besar.
Dari perspektif komunikasi definisi krisis terjadi ketika intensitas peristiwa mengalami peningkatan, menjadi perhatian berita, media atau pemerintah, berpengaruh pada kesempatan bisnis, mengurangi nilai citra publik yang positif, dan memberi pengaruh buruk terhadap laba-rugi sebuah bisnis (Fink dalam Butterick, 2014).
Manajemen krisis berorientasi pada masa depan, berupaya mengantisipasi dan menyiapkan diri untuk setiap kemungkinan peristiwa yang terjadi yang dapat mengacaukan hubungan-hubungan yang penting. Dengan demikian, manajemen krisis adalah respons terencana dari suatu perusahaan untuk menghadapi situasi krisis, yang harus dilaksanakan secara efektif dan tepat waktu.
Manajemen krisis melibatkan perencanaan dan tindakan kooordinasi untuk mencegah terjadinya eskalasi krisis. Selain itu, manajemen krisis juga memperlengkapi para pengambil keputusan dengan informasi yang diperlukan dan rencana-rencana yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi krisis (Butterick, 2014).
Manajemen krisis dan reputasi seringkali saling terkait, karena krisis dapat memiliki dampak signifikan terhadap reputasi suatu organisasi.
W. Timothy Coombs dan Sherry J. Holladay: Dalam buku “Managing Corporate Social Responsibility: A Communication Approach,” Coombs dan Holladay membahas pentingnya manajemen krisis dalam konteks tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi reputasi.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen krisis yang baik tidak hanya diperlukan untuk mengatasi situasi krisis secara efektif, tetapi juga untuk melindungi dan memperkuat reputasi organisasi.
Respons yang cepat, transparansi, dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan dapat membantu mengelola dampak negatif krisis terhadap reputasi.
Dalam hal ini, krisis dapat terjadi di semua bidang industri, termasuk entertainment.
Manajemen krisis dan reputasi sangat penting di dunia entertainment, di mana citra publik dan opini masyarakat dapat berpengaruh besar terhadap kesuksesan karier seorang artis, perusahaan hiburan, atau proyek kreatif.
Manajemen krisis dan reputasi di dunia entertainment adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kerjasama dari seluruh tim terkait. Dengan merencanakan dengan baik dan merespons secara efektif, pemangku kepentingan dapat membantu melindungi dan memperkuat citra positif dalam industri hiburan.
Dalam dunia hiburan (entertainment), manajemen krisis dan reputasi memiliki peran yang krusial karena industri ini sangat dipengaruhi oleh persepsi publik dan media.
Berikut adalah beberapa aspek analisis terkait manajemen krisis dan reputasi di dunia hiburan:
Kepekaan Publik: Industri hiburan sangat peka terhadap opini publik. Krisis seperti skandal, kontroversi, atau perilaku kontroversial dari tokoh-tokoh terkenal dapat langsung mempengaruhi citra dan reputasi suatu produksi atau perusahaan hiburan.
Pengelolaan Skandal Tokoh Terkenal: Skandal yang melibatkan bintang-bintang terkenal dapat menjadi tantangan besar. Manajemen krisis yang efektif melibatkan komunikasi terbuka, tanggapan cepat, dan langkah-langkah konkret untuk menangani masalah tersebut tanpa merusak reputasi lebih lanjut.
Media Sosial: Pengaruh media sosial dalam industri hiburan sangat besar. Informasi dapat menyebar dengan cepat, dan komentar dari pengguna media sosial dapat memiliki dampak signifikan terhadap reputasi. Oleh karena itu, manajemen krisis harus memperhitungkan peran media sosial dalam strategi komunikasi.
Kepatuhan Etika dan Nilai Perusahaan: Perusahaan hiburan seringkali memiliki nilai-nilai dan etika tertentu. Krisis yang melibatkan pelanggaran terhadap nilai-nilai ini dapat merusak reputasi. Kepatuhan terhadap etika dan nilai-nilai perusahaan menjadi kunci dalam menjaga reputasi.
Krisis Produksi: Produksi film atau acara televisi seringkali melibatkan banyak orang dan sumber daya. Krisis produksi, seperti kecelakaan atau konflik di lokasi syuting, dapat merusak reputasi dan mengancam kelangsungan produksi.
Diversifikasi Portofolio: Perusahaan hiburan yang memiliki portofolio yang lebih diversifikasi dapat memiliki keunggulan dalam manajemen reputasi. Keberagaman produksi dan kehadiran di berbagai sektor hiburan dapat membantu meredakan dampak krisis pada satu aspek bisnis.
Manajemen Hubungan dengan Media: Hubungan yang baik dengan media dapat membantu dalam manajemen krisis dan reputasi. Komunikasi terbuka dan transparan kepada media membantu mengendalikan narasi dan meminimalkan spekulasi yang dapat merugikan reputasi.
Pengelolaan Karier Tokoh Terkenal: Manajemen krisis dan reputasi tidak hanya berkaitan dengan perusahaan, tetapi juga dengan tokoh-tokoh terkenal yang bekerja di industri ini. Pengelolaan krisis dalam karier individu dapat berdampak pada reputasi keseluruhan industri.
Penting untuk diingat bahwa keberhasilan manajemen krisis dan reputasi dalam dunia hiburan (entertainment) tidak hanya tergantung pada respons terhadap krisis, tetapi juga pada upaya pencegahan, seperti pelatihan etika, perencanaan krisis, dan pengelolaan risiko secara menyeluruh.
Beberapa contoh manajemen krisis dan reputasi di dunia hiburan Indonesia melibatkan situasi-situasi di mana perusahaan atau individu dalam industri hiburan di Indonesia menghadapi tantangan besar dan harus mengelola dampaknya.
Berikut adalah beberapa contoh manajemen krisis dan reputasi di dunia hiburan Indonesia:
Kontroversi Melibatkan Penggunaan Narkoba: Beberapa artis Indonesia terkadang terlibat dalam kontroversi yang melibatkan penggunaan narkoba. Manajemen krisis melibatkan klarifikasi, upaya rehabilitasi, serta langkah-langkah untuk memastikan publik bahwa artis tersebut mengambil tindakan positif untuk mengatasi masalahnya.
Kontroversi Skandal Video atau Foto Pribadi: Artis Indonesia juga dapat menghadapi situasi di mana video atau foto pribadi mereka tersebar secara tidak sah. Manajemen krisis melibatkan upaya untuk menindak tegas pelanggar hak privasi, klarifikasi bahwa konten tersebut bukanlah representasi yang akurat, dan pemulihan citra melalui tindakan-tindakan positif.
Kasus Pidana atau Hukum: Kasus-kasus hukum seperti penangkapan atau tuntutan hukum dapat menciptakan krisis reputasi. Manajemen krisis terlibat dalam bekerja sama dengan tim hukum, memberikan pernyataan resmi, dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk memastikan publik bahwa masalah tersebut ditangani secara serius.
Kontroversi Terkait Karya Seni: Beberapa film, acara televisi, atau karya seni lainnya mungkin menjadi kontroversial karena tema atau representasinya. Manajemen krisis melibatkan komunikasi terbuka, klarifikasi niat kreatif, dan dialog dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi keprihatinan.
Kontroversi dalam Hubungan Pribadi: Perseteruan atau kontroversi dalam hubungan pribadi antar-artis dapat merugikan citra mereka. Manajemen reputasi melibatkan komunikasi yang bijaksana, pemilihan kata yang hati-hati, dan, jika memungkinkan, upaya untuk meredam konflik.
Pembatalan Acara atau Proyek: Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menyebabkan pembatalan acara dan proyek di dunia hiburan. Manajemen krisis melibatkan komunikasi jelas dengan penggemar dan pemangku kepentingan, serta upaya untuk tetap terlibat melalui platform online atau media lainnya.
Pertanggungjawaban Sosial: Artis yang terlibat dalam inisiatif sosial atau amal dapat menghadapi tantangan jika pendekatan mereka dipertanyakan. Manajemen reputasi melibatkan penjelasan niat positif, transparansi dalam penggunaan dana amal, dan partisipasi yang berkelanjutan dalam aksi sosial.
Dalam setiap contoh di atas, manajemen krisis dan reputasi melibatkan serangkaian tindakan yang mencakup komunikasi efektif, tanggapan hukum jika diperlukan, dan upaya untuk memulihkan citra melalui tindakan positif dan keterlibatan dalam kegiatan yang mendukung masyarakat.
Setiap situasi memiliki dinamika dan tantangan unik, dan manajemen krisis serta reputasi akan tergantung pada kompleksitas peristiwa tersebut serta upaya yang dilakukan untuk mengelolanya secara efektif.
Top of Form
Ekonomi
HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global
JAKARTA, SENTANA – Pesantren kini tidak hanya dituntut berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga semakin didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi dan kemampuan membangun jejaring yang lebih luas.
Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur dalam memperkuat ekosistem pesantren.
Melalui keterangannya, Rabu (12/8), Ketua HEBITREN Jakarta Timur, K.H. Zaenul Muttaqin, SE, M.Pd, Doctor Candidat, mengatakan, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dari upaya membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki pesantren cukup besar. Selain memiliki sumber daya manusia berupa santri dan para pengelola pesantren, lembaga pendidikan tersebut juga memiliki jaringan alumni serta basis masyarakat yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan berbagai unit usaha.
“Pesantren memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian pesantren,” ujar K.H. Zaenul Muttaqin.
Ia menilai, HEBITREN dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut, terutama dalam hal pengembangan usaha, peningkatan kapasitas pengelola, berbagi pengalaman dan membangun jaringan antarpesantren.
Namun, menurutnya, kemandirian ekonomi tidak semata-mata diukur dari banyaknya unit usaha yang dimiliki pesantren.
“Yang paling penting adalah membangun ekosistem. Ada peningkatan kapasitas SDM, tata kelola yang baik, jaringan usaha dan keberlanjutan. Jadi bukan sekadar memiliki usaha, tetapi bagaimana usaha itu benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi pesantren,” katanya.
Di sisi lain, FKPP Jakarta Timur memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarpondok pesantren.
Dewan Penasehat HEBITREN Jakarta Timur sekaligus Ketua FKPP Jakarta Timur, K.H. Mahmud Efendy, Lc., MA, mengatakan, pesantren perlu terus memperkuat komunikasi dan kerja sama agar berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Pesantren memiliki karakter dan potensi masing-masing. Dengan komunikasi dan kolaborasi, potensi itu bisa saling menguatkan,” ujar K.H. Mahmud.
Ia menambahkan, perkembangan zaman membuat pesantren harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.
Karena itu, penguatan kelembagaan, pendidikan, ekonomi dan jejaring menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan pesantren ke depan.
Sementara itu, Pengurus DPW HEBITREN DKI Jakarta, Gus Adnan Hafizh, S.Pd., M.Pd, menilai, pengembangan ekonomi pesantren juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi generasi santri.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan kewirausahaan, kemampuan berkomunikasi serta wawasan yang lebih luas.
“Santri harus dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah. Karena itu, pendidikan, kewirausahaan dan jejaring harus berjalan beriringan,” katanya.
Membuka Jejaring ke Dunia Internasional
Upaya memperluas jejaring tersebut, salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur dengan Lembaga Santri Mendunia.
Kolaborasi tersebut dideklarasikan di Kota Songkhla, Thailand, dengan tujuan membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi pesantren dan santri Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi HEBITREN Jakarta Timur dipimpin K.H. Zaenul Muttaqin, didampingi K.H. Mahmud Efendy dan Gus Adnan Hafizh. Kolaborasi tersebut juga berlangsung atas arahan Ketua Umum DPW HEBITREN DKI Jakarta, Dr. KH. Sofwan Yahya, Lc., MA.
Dari pihak Santri Mendunia, kerja sama tersebut diinisiasi oleh Gus Muhammad Aziz Baedhowi, S.Pd., M.Pd., PhD, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Gus Nizom.
K.H. Zaenul Muttaqin mengatakan, jejaring internasional bukan tujuan akhir, melainkan salah satu sarana untuk membuka akses pengetahuan, pengalaman, kerja sama dan peluang baru bagi pesantren serta santri.
“Ketika pesantren mampu membangun jejaring yang lebih luas, peluang untuk belajar dan berkembang juga semakin terbuka. Tetapi yang harus tetap menjadi pijakan adalah nilai-nilai pesantren dan kepentingan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pesantren memiliki ruang yang semakin luas untuk mengambil bagian dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama lintas negara.
Bagi HEBITREN dan FKPP Jakarta Timur, penguatan pesantren tidak cukup dilakukan melalui satu bidang saja. Kemandirian ekonomi, kualitas pendidikan, kapasitas sumber daya manusia dan jejaring harus dibangun secara beriringan.
“Dari sinilah pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lembaga yang mandiri, produktif dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari pesantren membangun kemandirian, dari santri menebar manfaat dan dari Indonesia membuka jalan menuju dunia,” pungkas pria Kelahiran Kota Wali Demak ini. (Red).
Ekonomi
HEBITREN Jakarta Timur dan PCI Malaysia, Teken MoU Strategis Penguatan Bisnis Pesantren Ekspor-Impor
PENANDATANGANAN MoU-Datuk K.H. Rudi Mhafud, Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, Ketua HEBITREN Jakarta Timur, saat melakukan Penandatanganan MoU. (Foto Ist).
MALAYSIA, SENTANA – Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PCI Malaysia sebagai langkah strategis memperkuat jejaring ekonomi pesantren di tingkat internasional. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Datuk K.H. Rudi Mhafud, selaku Ketua PCI Malaysia bersama K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd, selaku Ketua HEBITREN Jakarta Timur, Jum’at (7/8).
Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam membangun diplomasi ekonomi pesantren antara Indonesia dan Malaysia. Di tengah dinamika ekonomi global, pesantren dituntut tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing internasional.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berkomitmen mengembangkan ekosistem bisnis pesantren yang berorientasi pada perdagangan ekspor-impor produk halal, penguatan UMKM pesantren, pengembangan koperasi pesantren, investasi syariah, pertukaran informasi pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan pesantren.
Melalui keterangannya, Jum’at (7/8), K.H. Zaenul Muttaqin, S.E, M.Pd menyampaikan bahwa, kemandirian pesantren pada masa depan harus dibangun melalui sinergi antara pendidikan, teknologi dan ekonomi.
“Pesantren harus menjadi pelopor lahirnya ekonomi umat yang kuat. Santri bukan hanya dipersiapkan menjadi ahli ilmu agama, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang amanah, profesional dan mampu membawa produk halal Indonesia menembus pasar dunia. Ekspor-impor adalah bagian dari ikhtiar membangun kemandirian ekonomi yang bernilai ibadah dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Datuk K.H. Rudi Mhafud menegaskan bahwa, Malaysia memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perdagangan halal di Asia Tenggara. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi produk-produk pesantren Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan negara-negara lainnya, sekaligus membuka peluang produk Malaysia masuk ke jaringan pesantren Indonesia secara profesional dan saling menguntungkan.
MoU ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem ekonomi syariah yang berlandaskan nilai kejujuran, keberkahan, keadilan, serta kemaslahatan bersama. Pesantren diharapkan mampu menjadi pusat inovasi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, HEBITREN Jakarta Timur dan PCI Malaysia akan menginisiasi berbagai program konkret, di antaranya pelatihan ekspor-impor, pendampingan sertifikasi halal, business matching antar pelaku usaha pesantren, promosi produk unggulan, pengembangan logistik perdagangan, serta pembentukan jaringan bisnis pesantren lintas negara.
Penandatanganan MoU di Kuala Lumpur diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi pesantren di kawasan ASEAN. Dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan serumpun Indonesia–Malaysia, HEBITREN Jakarta Timur dan PCI Malaysia optimistis mampu menghadirkan model bisnis pesantren yang modern, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi syariah regional maupun global.
“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi umat, pencetak wirausahawan berintegritas, serta jembatan diplomasi ekonomi yang membawa keberkahan bagi kedua bangsa,” pungkasnya. (Red).
Ekonomi
Memasuki HUT ke 51 Indocement Perkuat Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau dan Gemilang
Jakarta, Hariansentana.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) memperingati HUT ke-51 pada 4 Agustus 2026, di Aula ASIST, Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat secara hybrid.
Perayaan tahun ini mengusung tema Harmoni dalam Sinergi, Kreatif dalam Inovasi, Gemilang dalam Prestasi yang menggambarkan semangat Indocement untuk terus menguatkan kolaborasi, mendorong terobosan, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya menyampaikan bahwa perjalanan selama lebih dari setengah abad telah membentuk Indocement menjadi perusahaan bahan bangunan yang tangguh, inovatif, dan terpercaya. Pencapaian tersebut merupakan hasil harmoni dari seluruh karyawan Indocement, dukungan dari pelanggan serta mitra usaha, dan kepercayaan dari pemegang saham, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Lima puluh satu tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, ketangguhan, dan semangat kebersamaan. Dengan menghayati nilai harmoni, kreativitas, dan prestasi, kami yakin Indocement akan semakin relevan serta mampu memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan Indonesia,” ujar Direktur Utama Indocement.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indocement terus memperkuat portofolio bisnis dan ekosistem pendukungnya. Perusahaan memperkuat bisnis mortar melalui pembentukan PT Mortar Prakarsa Utama, hasil kolaborasi antara anak usaha Indocement dan Saint-Gobain Group. Indocement juga membentuk usaha patungan bersama Mondi Industrial Bags GmbH., yaitu PT Mondi Indo Prakarsa Kemasan, untuk mendukung ketersediaan kemasan yang andal dan menjaga kualitas produk.
Selain itu, pada tahun ini Indocement juga berhasil mendapatkan penghargaan PROPER Emas untuk Kompleks Pabrik Citeureup dan PROPER Hijau untuk Kompleks Pabrik Cirebon dan Kompleks Pabrik Tarjun, hal ini menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan dan menjaga lingkungan hidup sudah berada di jalur yang benar.
Transformasi tersebut berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan. Indocement terus memperluas pemanfaatan dan penggunaan refuse-derived fuel (RDF) sebagai salah satu sumber bahan bakar alternatif, memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai fasilitas operasional, menggunakan kendaraan listrik untuk operasional pabrik, serta menjalankan beragam inisiatif pengurangan emisi. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi yang berasal dari bahan bakar fosil serta menjadi bagian dari komitmen Indocement terhadap dekarbonisasi, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan jangka panjang.
Selain itu, Indocement juga terus melakukan digitalisasi dan adopsi penggunaan artificial intelligence di berbagai lini untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses produksi dan distribusi produk.
Kondisi pasar semen Indonesia yang masih diwarnai kelebihan kapasitas dan persaingan yang ketat, Indocement terus memperkuat ketangguhan bisnis melalui efisiensi, inovasi, serta penguatan layanan kepada pelanggan. Oleh karena itu, pada semester pertama 2026, Indocement mencatat pertumbuhan volume penjualan semen domestik sebesar +4,9% dari pertumbuhan pasar semen kantong +3,5% dan pasar semen curah +8,6% sehingga pangsa pasar semen Indocement mencapai 28,1%. Kenaikan penjualan tersebut berefek baik kepada kinerja keuangan, Indocement berhasil mencacatkan kenaikan Pendapatan Neto +5,2% dan Marjin EBITDA di angka +18,0% sehingga mencatat Laba Periode Berjalan Rp589,6 miliar atau naik 19,2%.
Memasuki paruh kedua 2026, Indocement tetap optimistis sekaligus waspada terhadap dinamika perekonomian nasional yang masih penuh tantangan internal dan eksternal. Perusahaan akan memprioritaskan efisiensi pada setiap fungsi tanpa mengorbankan kualitas produk, keselamatan kerja, maupun nilai yang diterima pelanggan.
Selain bertumbuh melalui bisnis, Indocement terus memperluas manfaat bagi masyarakat. Beberapa program tersebut adalah program “Bangun Rumah Tukangku”, yang dijalankan bersama para mitra bisnis untuk membantu renovasi rumah tukang bangunan. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para tukang yang selama ini berkontribusi membangun rumah dan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain itu, terdapat pula program Indocement Peduli yang membantu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera yaitu berupa pemulihan akses air bersih dan pembangunan ekonomi kreatif di Desa Sekumur, Aceh Tamiang serta pembangunan fasilitas sosial dan sanitasi serta pembangunan jembatan perintis (yang berkolaborasi dengan stakeholder lainnya) di Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah.
Pada peringatan HUT ke-51 ini, Indocement turut memberikan apresiasi kepada para inovator Indocement yang berhasil menang dalam kompetisi Indocement Innovation Awards 2026, serta apresiasi kepada para karyawan yang menjadi jawara di Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), serta Employee of The Year 2026 untuk karyawan yang berhasil memberikan kontribusi bermakna bagi keberhasilan perusahaan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi karyawan untuk menunjukkan kreativitas, sportivitas, semangat inovasi, dan kebersamaan.
Indocement juga kembali menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional. Perusahaan terus mendorong budaya keselamatan dengan memperkuat kepedulian, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap prosedur agar setiap karyawan, kontraktor, dan mitra kerja dapat bekerja dengan aman serta kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat.
“Momentum HUT ke-51 menjadi pengingat bahwa perjalanan Indocement masih panjang. Dengan sinergi yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, komitmen terhadap keberlanjutan serta kepedulian sosial yang konsisten, kami optimis Indocement akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih gemilang, sekaligus berkontribusi dalam mengakselerasi pembangunan Indonesia,” tutup Christian Kartawijaya.
Untuk di ketahui.
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang. Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Memasuki HUT ke 51 Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001…. (Ron)
-
Polhukam6 days agoPT PMC Klarifikasi Tuduhan Intimidasi dan Kriminalisasi di Lahan Desa Sukajaya
-
Ekonomi5 days agoHEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global
-
Polhukam4 days agoJisman Hutapea Divonis Bebas, Bukti Digital Forensik Jadi Sorotan dalam Perkara UU ITE
-
Polhukam4 days agoTantan Sulthon Resmi Nakhodai PWI Jawa Barat Periode 2026 – 2031

