Nasional
Jelang HUT ke-77 TNI, Seluruh Unsur Demo Udara Memulai Geladi Terbang di atas Istana Merdeka Jakarta
Jakarta, Hariansentana.com – Seluruh unsur yang terlibat demo udara peringatan HUT ke-77 TNI tahun 2022, memulai geladi hari pertama. Sebanyak tiga flight penerbangan, terdiri dari _Rydder Flight_ 8 pesawat F-16, _Jupiters Aerobatic Team (JAT) 6 pesawat KT-1 _Wongbee_ dan Tri Matra _Flight_ 8 helikopter tiga matra TNI, melaksanakan terbang lintas di atas Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, S.Sos kepada media di Terminal Selatan Halim Perdanakusuma Jakarta, menyebutkan, seluruh unsur demo udara memulai gladi kotor I. Pesawat melaksanakan _take off_ dari Lanud Halim Perdanakusuma, menuju _initial point_ dan melaksanakan terbang melintas di atas Istana Merdeka, Jakarta.
“Hari ini kita melaksanakan geladi kotor pertama. Semua unsur-unsur demo udara sudah melakukan terbang lintas di atas Istana Merdeka, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ujar Kadispenau
Kadispenau menjelaskan, TNI AU mendapat tugas dari Panglima TNI untuk menyiapkan demo udara pada peringatan HUT ke-77 TNI tahun 2022.
“Sesuai arahan Panglima TNI, Kasau menyiapkan tiga _flight_, yaitu flight F-16 (8 pesawat) gabungan Skadron Udara 16, 14 dan 3, Jupiter Aerobatic Team Skadik 102 (6 pesawat KT-1 _Wongbee_), dan flight gabungan helikopter TNI (2 EC-725 Caracal TNI AU, 2 NAS 332 Super Puma TNI AU, 2 AH- 64E Apache TNI AD, dan 2 AS 565 MBE Panther TNI AL,” jelas Kadispenau.
Sebelum pelaksanaan geladi, seluruh kru pesawat telah melaksanakan briefing penebangan terkait safety, koordinasi waktu, lintasan, dan juga hal-hal yang bersifat teknis lainnya. Semuanya disimulasikan seperti waktu pelaksanaannya, dan juga rute yang telah direncanakan. Latihan akan dilakukan pada Minggu (2/10) Geladi Kotor II, dan Senin (3/10) Geladi Bersih.
“Berikutnya kita akan melaksanakan latihan di hari Minggu dan gladi bersih hari Senin, kemudian mereka akan terbang menuju ke holding point masing-masing, pesawat tempur berada di selatan kurang lebih di area Cibinong kemudian JAT akan berada di Utara Jakarta, kemudian Helikopter di cempaka putih. Mereka pada waktunya akan masuk ke track di atas Istana Merdeka yang waktunya sudah di tentukan,” kata Kadispenau.
_Rydder Flight_ dipimpin Mayor Pnb Bambang Aulia dengan 8 pesawat F-16 Skadron Udara 16 akan melaksanakan _flypast formasi Arrow head_ dan _Bomb Burst,_ Tri Matra Flight dipimpin Letkol Pnb Imanuel Simarmata yang terdiri dari dua elemen akan membawa bendera Merah Putih dan bendera Tri Matra TNI ukuran 20×30 meter, pada saat gladi I, bendera tri matra diganti dengan bendera latihan. Sedangkan _Jupiters Aerobatic Team_ Skadik 102 dipimpin Letkol Pnb Ripdho Utomo melaksanakan 10 manuver udara selama 12 menit di atas Istana Merdeka. (Red)
Polhukam
Kongkow dan Cooling, Menghindari Cara “Pokoknya” dan Pamer Pekoknya
Oleh: Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)
JAKARTA, SENTANA – Kongkow istilah duduk duduk santai tetapi ada sesuatu yang menarik dan membuat suasana cair untuk mencari solusi. Yang ikut kongkow maupun dari hasil kongkow ada pencerahan. Tercerahkan menjadi padhang jingglang atau terang benderang fresh dalam pikir dan hati yang tidak lagi merasa paling dan ingin menghakimi tetap waras dan hati gembira. Tercerahkan dalam konteks hati dan pikiran gembira inilah suatu kecerdasan keluar dari berbagai upaya memanaskan suasana akibat perbedaan pilihan. Orang yang tercerahkan akan penuh rasa gembira tidak baperan. Orang yang tercerahkan selalu mengandalkan akalnya bukan okolnya. Tidak main gegabah, main ancam dan serudak seruduk. Apa yang dilakukan dengan memaksakan melalui pokoknya sejatinya sedang pamer pekoknya.
Kongkow walaupun santai penduh canda tawa hati gembira, ada ide baru dan terbarukan secara proaktif mampu mendialogkan untuk menemukan solusi yang diterima dan didukung semua pihak. Seni merupakan kebutuhan adab yang didialogkan bukan disuapkan tetapi untuk diserap dan dikunyah dalam dialog yang diimplementasikan melalui kongkow tadi. Kongkow seni menjadi model dialog peradaban untuk menyelesaikan masalah, yang ada inspirasi atau stimuli walau setetes yang dapat memberi suatu kesegaran jiwa. Setidaknya dengan canda tawa tadi bisa mencairkan suasana. Gembira itu sederhana yaitu ada tanda tawa. Tertawa yang sebebas bebasnya namun tetap dalam kontrol logika. Tertawa demgan logika itu membuat bahagia melepaskan dahaga atas duka. Sebaliknya tertapa tanpa logika sama saja menggiring ke rumah sakit jiwa. Beda pendapat, beda pilihan itu biasa dan tetap dalam konteks satu keluarga anak bangsa. Rukun agawe santosa, cerah agawe bubrah.
Kalau kita mengingat lagu keroncong Jawa yang dinyanyikan Waljinah “Ayo Ngguyu” (Mari tertawa dan jangan mudah marah). Kongkow seni dapat memberdayakan kartun dan karikatur mengajak kita bergembira dan memberi pencerahan dalam rupa kata garis dan warna. Tema yang digambarkan bisa berupa kehidupan sosial atau masalah kebijakan yanh berkaitan dengan politik maupun pemili. Kecerdasan di dalam menggambarkan dan mengungkapkan isi pikiran dalam gambar kadang hanya rupa tanpa kata orang dapat memahami makna di baliknya. Kepiawaian mengolah berbagai ungkapan dalam rupa yang mengajak kita semua unyuk tidak lupa bahagia.
Karya seni menjebatani atas perbedaan untuk tidak saling melabel atau tidak saling membenci. Kongkow seni melalui kartun dan karikatur walau kritis tetap mencerahkan dan menggembirakan. Kekritisannya bukan untuk membunuh atau menyerang atau atas dasar kebencian atau membabi buta menjelek jelekkan, melainkan ada sesuatu pesan moral yang mencerahkam. Kongkow seni yang mampu menjadi cooling system merupakan suatu kecerdasan dan kepiawaian mengolah rasa dalam rupa walau kadang tanpa kata, namun mampu mengajak bercanda dan menghasilkan tawa. ***
Polhukam
Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ
Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian)
JAKARTA , SENTANA – Didalam melihat, memahami dan mengimplementasikan keutamaan UULLAJ adalah apa amanat UULLAJ. Keutamaan UULL AJ berkaitan dengan: Kemanusiaan,
Keteraturan sosial dan, Peradaban.
Secara konseptual yang dijabarkan secara pragmatis amanat UULLAJ adalah Mewujudkan dan memelihara keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Meningkatkan kualitas keselamatan dalam berlalu lintas, Menurunkanbtingkat fatalitas korban kecelakaan, Membangun budaya tertib berlalu lintas, dan Memberikan pelayanan prima di bidang LLAJ.
Di dalam mengimplementasikan LLAJ ada paradigma atau pendekatan yang mencakup: Flosofis, Geo politik dan geo strategis, Sosiologis, Yuridis, Globalisasi, Modernisasi, Operasional, dan Pelayanan publik.
Segangkan didalam mewujudkan amanat UULLAJ, tugas dan tanggung jawab para stake holder dalam mengimplementasikan UULLAJ terfokus pada Keselamatan, Keamanan, Ketertiban, Kelancaran, dan Pelayanan kepada publik secara prima yang mencakup pelayanan di bidang, Keamanan, Keselamatan, Hukum, Administrasi, Informasi dan Kemanusiaan.
Dalam mengimplementasikan amanat UULLLAJ secara dinamis yang mengikuti disrupsi yang begitu cepat setidaknya mencakup Edukasi yang didukung dan diperkuat dengan literasi, Membangun dan memberdayakan IT for Road Safety (model pelayanan prima di bidang LLAJ di era digital/revolusi industri Perkuatan Korlantas menjadi Badan Lalu Lintas (dalam struktural Polri), Penanganan angkutan umum daring dalam sistem terpadu yang memenuhi standar: Administrasi, Hukum, Manajerial, Operasional Keamanan, Keselamatan, dsb.
Pola pola implementasi amanat UULLAJ secara on line berbasis elektronik sebagai perkuatan dalam mendukung program SPBE (sistem pemerintahan berbasis elektronik), Pola penanganan sistem sentra antar moda transportasi angkutan umum (terminal, stasiun, bandara, pelabuhan dsb), Membangun sistem birokrasi yang rasional dalam pengambilan keputusan bagi: pembangunan, perbaikan, rekayasa dan penegakan hukum berbasis hasil kajian dan riset LLAJ . Sistem peningkatan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan melalui sistem belajar berlalu lintas, sistem uji SIM, sistem penerbitan SIM, catatan perilaku berlalu lintas, merit system untuk perpanjangan SIM, Sistem penegakan hukum secara konvensional, semi elektronik, elektronik maupun hybrid untuk mendukung smart city pada smart mobility dan smart living, Perkembangan kendaraan bermotor listrik, Perkembangan sistem operasional angkutan umum orang maupun barang (dengan awak atau tanpa awak) juga melalui drone,
Sistem kontrol atau pengawasan dan pertanggungjawaban dapat dilakukan secara on line melalui back office maupun algoritma yang berupa info grafis, info statistik dan info virtual lainnya yang real time, dapat di akses any time dan on time,
Perkuatan wadah bagi sinergitas para stake holder yang menjadi pilar LLAJ,
Pembangunan big data system sebagai basis one stop service system, Cyber security, Bisa ditambahkan sesuai kebutuhan dan perubahan yang dinamis.
Tingkat keberhasilan pengimplementasian amanat UULLAJ dilihat dari: “Index Keamanan Keselamatan Kelancaran dan Ketertiban Lalu lintas”. Yang ditunjukan dari: Tingkat kualitas keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Tingkat kualitas keamanan dan keselamatannya, Tingkat penurunan fatalitas korban kecelakaan, Tingkat budaya tertib berlalu lintas, dan Tingkat kualitas pelayanan prima di bidang LLAJ. ***
Nasional
Pemprov DKI Jakarta dan TNI- Polri Kerahkan 3.550 Personel Bersihkan Sungai Kalijodo Jelang HUT ke-81 RI
Jakarta, Hariansentana.com.– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama TNI -Polri menggelar aksi bersih-bersih Sungai Kalijodo, kelurahan Pejagalan kecamatan penjaringan kota administrasi Jakarta Utara, pada Sabtu.(15/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk membersihkan aliran sungai dari sampah, tanaman liar, serta berbagai material yang menumpuk di badan maupun tepian sungai.
Petugas dari unsur TNI, Polri, hingga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tampak turun langsung melakukan pembersihan. Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Salah satunya ekskavator amfibi yang dioperasikan di tengah aliran Sungai Kalijodo untuk mengangkat sampah dan material yang sulit dijangkau secara manual.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, Pangdam Jaya Letjend. TNI Deddy Suryadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Dr.Sigit Wijatmoko, Hendra Hidayat, walikota administrasi Jakarta Utara,Darmawan Camat Penjaringan,Wisnu lurah Pejagalan serta jajaran TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengatakan kegiatan pembersihan sungai merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di wilayah Jakarta.
Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan lebih dari 30 kali dan akan terus ditingkatkan agar dapat berjalan secara rutin. “Yang mana program ini sudah kita lakukan lebih dari 30 kali, dan mungkin hari ini fokus antara Pak Pangdam, ya, memberikan titik beratkan di Sungai Kalijodo,” kata Asep di lokasi, pada (15/8/2026).

Asep menuturkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta terhadap program ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Dalam aksi kali ini, sekitar 3.550 personel dilibatkan untuk melakukan pembersihan di sejumlah lokasi.
“Mudah-mudahan ke depan, ya, ini kegiatan rutin yang terus sedang kita tingkatkan,” ujarnya.
Menurut Asep, kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat. Peran serta masyarakat diperlukan agar hasil pembersihan dapat dipertahankan dan tidak kembali tercemar oleh sampah.
Pangdam Jaya Letjend.TNI Deddy Suryadi mengatakan aksi bersih-bersih sungai merupakan kegiatan kolaborasi yang telah dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah. Kegiatan kali ini menyasar 11 titik di wilayah DKI Jakarta, termasuk kawasan Kepulauan Seribu.
“Kegiatan ini sudah kami lakukan TNI-Polri beserta Pemda tiga bulan yang lalu. Nah, pada kesempatan pagi hari ini, kita melaksanakan kegiatan bersih-bersih di 11 titik, termasuk juga di Kepulauan Seribu,” jelas Deddy.
Dia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Deddy juga menyoroti kondisi Sungai Kalijodo yang masih terlihat menghitam dan dipenuhi sampah. Karena itu, menurutnya, upaya menjaga kebersihan sungai harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.
“Kami mohon bantuan juga semuanya karena tempat ini kalau bersih, rapi, mudah-mudahan ini nanti lama-lama airnya menjadi wangi. Ya, ini kalau hitam sekali, sampahnya banyak sekali,” ungkap Deddy.
Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, kebersihan sungai akan sulit dipertahankan apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi.
“Yang paling penting setelah dibersihkan, mari kita jaga bersama-sama. Jangan sampai sungai yang sudah dibersihkan kembali dipenuhi sampah,” ujarnya.
Selain membersihkan sungai, kegiatan di kawasan Kalijodo juga diisi dengan penanaman pohon. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menambah ruang hijau di sekitar kawasan sungai.
Dalam kegiatan yang sama, jajaran TNI-Polri dan Pemprov DKI juga memberikan tali asih kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga di sekitar lokasi kegiatan.
Adapun 11 titik yang menjadi sasaran aksi pembersihan antara lain Sungai Kalijodo, Sungai Ciliwung, Sungai Asra di Kepulauan Seribu, Banjir Kanal, Kali Pesanggrahan, Kali Mookervart, Kali Sabi atau Kali Nambo, serta sejumlah saluran irigasi, termasuk di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.
Kegiatan tersebut digelar secara serentak sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pembersihan sungai juga menjadi bagian dari langkah mitigasi terhadap berbagai potensi persoalan lingkungan dan dampak perubahan iklim.
Kondisi sungai yang dipenuhi sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan maupun banjir ketika curah hujan tinggi.
Karena itu, pembersihan badan sungai, pengangkutan sampah, penataan bantaran, serta penanaman pohon dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca dan fenomena iklim, termasuk El Nino yang dapat berdampak terhadap kondisi lingkungan dan ketersediaan air.
Kolaborasi TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT ke-81 RI. Kebersihan sungai dan lingkungan membutuhkan perawatan rutin serta perubahan perilaku masyarakat agar sungai tetap bersih, aliran air lancar, dan kawasan permukiman di sekitarnya menjadi lebih sehat dan nyaman.( Sutarno)
-
Polhukam4 days agoPT PMC Klarifikasi Tuduhan Intimidasi dan Kriminalisasi di Lahan Desa Sukajaya
-
Ekonomi3 days agoHEBITREN dan FKPP Jakarta Timur Dorong Pesantren Naik Kelas, dari Kemandirian Ekonomi hingga Jejaring Global
-
Daerah6 days agoTantan Sulthon, Calon Kuat Kandidat Ketua PWI Jawa Barat Periode 2026–2031.
-
Polhukam3 days agoJisman Hutapea Divonis Bebas, Bukti Digital Forensik Jadi Sorotan dalam Perkara UU ITE

