Connect with us

Ekonomi

AKAS DAO mempelopori DeFi 4.0 dengan kripto AS Token

Published

on

Hariansentana.com – Industri keuangan digital saat ini semakin berkembang dengan inovasi teknologi DeFi (Decentralized Finance). Ini adalah sistem keuangan terdesentralisasi berbasis Blockchain, Smart Contract, dan menggunakan koin digital atau token kripto. Manfaat DeFi adalah untuk sistem pembayaran global yang lebih hemat, lebih cepat, transparan, dan akses keuangan bagi kalangan yang tidak tersentuh oleh jasa bank atau CeFi (Centralized Finance).

Teknologi DeFi terus berkembang. Generasi DeFi 1.0 melahirkan PancakeSwap, UniSwap, dan AAVE. DeFi 2.0 mewariskan Olympus DAO dengan kripto Ohm. DeFi 3.0 memunculkan Origin & Golden Pact (GOT). Dan kini hadir AKAS DAO mempelopori DeFi 4.0 dengan kripto AS Token. Kombinasi dengan teknologi kecerdasan buatan membuat AKAS juga menjadi pelopor DeFai, yaitu DeFi plus AI.

Pada hari Selasa tanggal 16 September 2025 lembaga sertifikasi Blockchain sedunia CERTIK mempublikasikan bahwa AKAS tembus rekor Certik Kelas A dengan nilai 83.20 A. Ini adalah nilai tertinggi untuk platform DeFi dan DAO (Decentralized Autonomous Organization) berbasis model Olympus DAO.

Di hari yang sama platform analisis kripto DEXScreener juga menempatkan kripto AKAS atau AS Token sebagai Kripto Teratas Paling Tren peringkat ke-2 di platform DEXScreener dan peringkat ke-2 di seluruh ekosistem
blockchain Polygon selama sebulan berturut-turut.

Pencapaian prestasi AKAS tersebut menunjukkan kepercayaan dan minat investor kripto yang tinggi pada token AS. Ini terutama karena staking token AS di AKASDAO memberikan hadiah loyalitas berupa tambahan token AS 0,4% setiap siklus 12 jam atau 0,8% per hari. Para investor dapat beternak kripto dengan staking token AS satu kali “beranak kripto” token AS setiap hari. Semakin panjang periode staking token AS menghasilkan tambahan unit AS lebih banyak. Ini solusi seperti mining Bitcoin tanpa beli server dan tanpa bayar energi listrik super mahal.

AKAS bukan sekadar protokol teknis, tetapi menawarkan solusi DeFi dengan prinsip “desentralisasi, keadilan, dan keandalan.”
Prinsip ini membuat AKAS berbeda dengan DeFi lain yang seolah-oleh terdesentralisasi namun sebetulnya masih terpusat dan rawan manipulasi.

AKAS tidak ada prapenjualan, tanpa dana madani (venture capital), tidak harga khusus bagi pembeli awal. Penerbitan token AS dilakukan dengan peluncuran global yang adil.

AKAS sepenuhnya menghilangkan kemungkinan penarikan likuiditas dan manipulasi harga dengan membakar token Liquidity Pool di lubang hitam (Blackhole) blockchain Polygon. Tujuannya untuk melindungi aset para investor dan pemilik token AS untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Para pemilik awal Genesis Node token AS dikunci selama 360 hari untuk mendukung manajemen proyek AKAS jangka panjang.

Keamanan kontrak pintar AKAS telah disertifikasi oleh tiga organisasi audit independen berikut:
1) CertiK (audit pertama selesai pada 23 Juli 2025)
Risiko tinggi/risiko sedang: 0
Skor Skynet: 75,29
Skor Kualitas Kode: 83
Semua hasil audit dapat diakses umum di web Certik https://skynet.certik.com/projects/akas

2) AVE
Analisis keamanan multidimensi.
Verifikasi keberlanjutan model dan penilaian stabilitas jangka panjang.

3) Armor Lab
Audit Dinamis Berbasis Pola Perilaku dan Analisis Kode Statis. Tidak ada kontrol terpusat. Tim pengembang telah dikonfirmasi melepas kendali terpusat jadi tidak bisa memanipulasi harga AS.

Audit rangkap tiga ini telah membuktikan bahwa kontrak pintar AKAS memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan struktur tata kelola yang anti-rusak.

Sejak diluncurkan 18 Juni 2025 di Hong Kong, komunitas AKAS telah memiliki lebih dari 258.000 hodler pemilik token AS. Kemajuan ini tak lepas dari kontribusi Gold Dragon Community, yaitu komunitas edukasi kripto yang rutin menyelenggarakan Digital Asset Course untuk mencerdaskan bangsa dan mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui layananan publik edukasi kripto gratis bagi semua kalangan.

Program edukasi Gold Dragon Community mendorong AKAS berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk protokol DAO. Nilai staking atau TVL (Total Value Locked) token AS melampaui $10 juta dalam 30 hari pertama dan mencapai $20 juta pada 29 Juli 2025 bertepatan dengan akhir pelatihan Blockchain Camp Gold Dragon Community di Bangkok.
Dalam 2,5 bulan Liquidity Pool AKAS telah melebihi Rp 1 triliun dan terus berkembang.

Di tengah situasi dunia yang dilanda perang dan resiko resesi global di depan mata, AKAS hadir menyajikan alternatif solusi tahan inflasi, melindungi nilai aset masyarakat secara digital, serba otomatis, kendali penuh di tangan pemilik aset, dan tak seorang pun bisa merebutnya dari tangan Anda.(***)

Ekonomi

34 Tahun Bangun Industri Pangan, Direktur PT SPS: Visi Kami Memaksimalkan Potensi Petani Lokal

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Sumber Pangan Sukses (SPS), Siti Saidah yang akrab disapa Ida, membagikan perjalanan panjangnya membangun industri pangan terpadu. Berawal dari peternakan ayam hingga kini merambah beras dan kelapa sawit, Ida mengaku visi utamanya tetap sama: memaksimalkan potensi dan memberdayakan petani lokal.

Ida menyebut, dirinya telah menghabiskan 34 tahun di industri peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa yang 99 persen untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditi beras dan 6 tahun terakhir mengembangkan industri kelapa sawit.

“Kita konsentrasi di industri olahan pangan terpadu. Pengalaman saya 34 tahun di peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa, dan 8 tahun terakhir kita di beras,” ujar Ida Saidah, Direktur PT Sumber Pangan Sukses.

Untuk komoditi beras, Ida menjelaskan SPS tidak hanya mengandalkan impor. Pada 2022-2024 perusahaan sempat 99 persen impor karena kebijakan pemerintah, namun SPS juga tetap membina petani dan penggilingan padi kecil (rice mill) di Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Indramayu.

Ia mengungkapkan, SPS membantu rice mill berkapasitas kecil 5 ton, 10 ton hingga 20 ton per hari yang umumnya kekurangan modal. Bantuan itu berupa pengiriman gabah, modal kerja di depan, hingga pendampingan staf untuk meningkatkan kualitas.

“Kita datangkan gabah, lalu kita modal kerja di depan dan semua produksi kita bantu, kita ajari ada staf-staf kita ngajari mereka,” kata Ida.

Tidak hanya beras, untuk kelapa sawit SPS juga bermitra dengan banyak daerah. CPO didatangkan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka, Dumai, Medan, Aceh hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang dan Indramayu.

Ida menegaskan, pembinaan petani dilakukan secara intensif melalui pelatihan. Ia mencontohkan, SPS mengumpulkan kelompok petani dan penggilingan padi untuk pelatihan di hotel di Karawang agar kapasitas dan kualitas mereka naik kelas.

“Visi kita bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi para petani lokal, yang kedua bagaimana bisa memberdayakan para petani,” tegasnya…..Ron

Continue Reading

Ekonomi

Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.

“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.

Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.

“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.

Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.

Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.

“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.

Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.

“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.

Continue Reading

Ekonomi

Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.

“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.

Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.

“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.

Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.

Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.

Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.

“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending