Connect with us

Ekonomi

Pakar: Program PPM PetroChina Sukses Dukung Pengembangan Dunia Pendidikan Hingga Ekonomi Masyarakat

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Kinerja apik PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) dalam pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi (migas) sudah terbukti membantu ketahanan energi nasional.

Kiprah PetroChina tidak hanya sukses dalam menjalankan aktivitas operasionalnya untuk eksplorasi dan eksploitasi, namun PetroChina  dinilai berhasil dalam menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) maupun program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Beberapa program dalam Corporate Social Responsibility (CSR) pun sudah berjalan sukses. Lantaran program tersebut diusung dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan (stakeholder) dan sesuai kebutuhan masyarakat sekitar.

Penilaian dan apresiasi tersebut disampaikan pakar CSR juga selaku ekonom sekaligus Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Dr Ade Manggala Hardianto di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

“Kami apresiasi dan mendukung program CSR yang dilaksanakan oleh PetroChina Jabung ini sejalan dengan isu keberlanjutan dan kebutuhan masyarakat mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga pengembangan perekonomian masyarakat. Apalagi penetapan program CSR tentunya disusun bersama masyarakat dan melalui komunikasi yang intens dengan pemerintah daerah setempat seperti melalui ajang Musrembang sehingga menjadi program pembangunan yang berkelanjutan yang ditetapkan pemerintah,” kata doktor lulusan Universitas Airlangga (Unair) yang juga penulis buku Corporate Social Responsibility dalam Kelembagaan.

Menurut dia, PetroChina Jabung dalam program CSR selaras dengan upaya memaksimalkan manfaat sekaligus mendukung masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingannya (stakeholder) yang juga diselaraskan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Keberhasilan manajemen PetroChina dalam menggulirkan program pemberdayaan masyarakat terkini di selama Oktober 2023, manajemen meresmikan Pembangunan gedung Asrama Pondok Pesantren Al -Baqiatush Shalihat di Tanjung Jabung Barat, Rabu (25/10) terdiri dari 3 tingkat dengan jumlah 12 kamar serta PetroChina juga memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar dan bantuan ribuan buku kesehatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (21/10),

Kemudian bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, PetroChina memberikan bantuan berupa sejumlah peralatan masak dapur sehat percepatan penurunan angka Stunting pada Senin (30/10), dan memberikan  bantuan program PPM ini untuk pencegahan stunting di provinsi Jambi, Sabtu (28/10).

Gubernur Jambi Al Haris berterima kasih kepada SKK Migas – PetroChina yang sudah berkontribusi untuk pembangunan daerah selama ini. Gubernur menyebut, kebutuhan gedung yang layak memang sangat dibutuhkan termasuk di pondok pesantren  karena santri setiap tahunnya bertambah.

“Saya kira ini tentu menjadi bagian dari kita sebagai pemerintah dan swasta ingin memberikan pelayanan terbaik bagi yang mondok disini dan layanan bagi masyarakat,” kata Gubernur Al Haris saat peresmian didampingi Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat, Anggota DPR RI H. Bakri, Sekda Tanjab Barat H. Agus Sanusi, Field Manager PetroChina International Jabung Ltd Rudy Hermawan, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Darwensi, Lasno, Government & Relations Supt.

Rudy Hermawan Field Manager PetroChina  Jabung menambahkan, pembangunan gedung asrama santri ini menghabiskan biaya Rp 2,55 miliar yang dikerjakan secara swakelola bersama Dinas PUPR Tanjung Jabung Barat.

Ia juga menyampaikan, pembangunan asrama pondok pesantren ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi SKK Migas-PetroChina International Jabung dalam pembangunan daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Selain itu, PetroChina meraih penghargaan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TJT) atas berbagai kontribusi dn keterlibatan perusahaan dalam program CSR di Gedung DPRD Kabupaten TJT, Kamis (21/10).

Bersama dengan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan Bupati TJT Romi Hariyanto, manajemen PetroChina memberikan beasiswa bagi 1.081 pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Di samping itu, PetroChina Jabung juga menyalurkan bantuan kesehatan berupa 4.000 buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mendukung program pencegahan stunting.(s)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

34 Tahun Bangun Industri Pangan, Direktur PT SPS: Visi Kami Memaksimalkan Potensi Petani Lokal

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Sumber Pangan Sukses (SPS), Siti Saidah yang akrab disapa Ida, membagikan perjalanan panjangnya membangun industri pangan terpadu. Berawal dari peternakan ayam hingga kini merambah beras dan kelapa sawit, Ida mengaku visi utamanya tetap sama: memaksimalkan potensi dan memberdayakan petani lokal.

Ida menyebut, dirinya telah menghabiskan 34 tahun di industri peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa yang 99 persen untuk ekspor. Dalam 8 tahun terakhir, ia fokus di komoditi beras dan 6 tahun terakhir mengembangkan industri kelapa sawit.

“Kita konsentrasi di industri olahan pangan terpadu. Pengalaman saya 34 tahun di peternakan ayam, kemudian 17 tahun di industri olahan tepung kelapa, dan 8 tahun terakhir kita di beras,” ujar Ida Saidah, Direktur PT Sumber Pangan Sukses.

Untuk komoditi beras, Ida menjelaskan SPS tidak hanya mengandalkan impor. Pada 2022-2024 perusahaan sempat 99 persen impor karena kebijakan pemerintah, namun SPS juga tetap membina petani dan penggilingan padi kecil (rice mill) di Karawang, Cikarang, Bekasi hingga Indramayu.

Ia mengungkapkan, SPS membantu rice mill berkapasitas kecil 5 ton, 10 ton hingga 20 ton per hari yang umumnya kekurangan modal. Bantuan itu berupa pengiriman gabah, modal kerja di depan, hingga pendampingan staf untuk meningkatkan kualitas.

“Kita datangkan gabah, lalu kita modal kerja di depan dan semua produksi kita bantu, kita ajari ada staf-staf kita ngajari mereka,” kata Ida.

Tidak hanya beras, untuk kelapa sawit SPS juga bermitra dengan banyak daerah. CPO didatangkan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka, Dumai, Medan, Aceh hingga Lampung. Sementara gabah berasal dari Madura, Bojonegoro, Kudus, Karawang, Cikarang dan Indramayu.

Ida menegaskan, pembinaan petani dilakukan secara intensif melalui pelatihan. Ia mencontohkan, SPS mengumpulkan kelompok petani dan penggilingan padi untuk pelatihan di hotel di Karawang agar kapasitas dan kualitas mereka naik kelas.

“Visi kita bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi para petani lokal, yang kedua bagaimana bisa memberdayakan para petani,” tegasnya…..Ron

Continue Reading

Ekonomi

Kesan dan Pesan John N Palinggi Kepada Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi Dr, John N Palinggi, M.M, M.BA mengatakan, perggantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara adalah hak prerogatif Presiden sesuai dengan UUD ‘45 Pasal 17 dan UU No.13 Tahun 2008.

“Jadi tidak perlu ada spekulasi yang bikin resah masyarakat, tentang alasan Presiden Prabowo melakukan pergantian Menteri, karena Menteri adalah pembantu Presiden yang sudah barangtentu harus loyal kepada Presiden bukan kepada yang lain,” ujar Pengusaha, Ketum DPP Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini di Jakarta, kemarin.

Mengenai Mekeu baru Suahasil, John menilai Suahasil adalah sosok yang tepat menggantikan Purbaya melihat rekam jejak pengalamannya di Kemenkeu.

“Beliau adalah Wakil Menteri Keuangan selama 7 tahun. 5 Tahun di Kabinet Indonesia Maju dan 2 Tahun di Kabinet Merah Putih sejak November 2024 hingga September 2026,” terang Ketua Assosiasi Mediator Indonesia (ARDIN) ini.

Menurut John, Suahasil adalah sosok yang kalem yang tidak mencari popularitas. “Orangnya masih muda, rendah hati, tidak pernah terpublikasi dan tidak gampang buat statement. padahal dia (Suahasil) Guru Besar UI peraih Bintang Jasa Utama,“ ungkapnya.

Kedepan, John Palinggi berharap Menkeu Suahasil lebih ketat dalam menggelontorkan uang kepada Kementerian dan Lembaga Negara serta menggendalikan hutang negara, khususnya hutang swasta yang ditanggungjawabi negara.

“Banyak Kementerian dan Lembaga/Instansi minta-minta tambah anggaran tanpa jelas tujuan dan peruntukannya, apakah berdampak pada kesejahteraan rakyat. Jangan biarkan swasta ngutang luar negeri yang pada akhirnya menjadi beban negara,” jelasnya.

Selain itu, John Palinggi berharap Menkeu Suhasil loyal kepada Presiden bukan orang lain di balik layar, tidak takut ancaman dari orang yang mengandalkan partai politik sebagai tameng.

“Bersyukur Suhasil adalah sosok Profesional murni, praktisi, independen yang tidak tetkait dengan partai politik manapun,” tutup John.

Continue Reading

Ekonomi

Perkuat PPNS di Bidang Pangan, Bapanas Dorong Pengawasan Didukung Sistem Digital

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com — Penguatan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang pangan terus dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas), termasuk melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sistem digital dalam administrasi penyidikan. Saat ini Bapanas membina sekitar 30 PPNS yang tersebar di pusat dan daerah untuk mendukung pengawasan pangan di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan digitalisasi administrasi penyidikan akan membantu PPNS menjalankan tugas secara lebih tertib dan sesuai prosedur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

“Bapanas memiliki sekitar 30 PPNS, enam di pusat dan sisanya di daerah. Karena itu, koordinasi dengan Korwas PPNS penting untuk memastikan pelaksanaan pengawasan pangan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kami juga akan terus memperkuat kapasitas PPNS kita,” ujar Andriko.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. mengatakan koordinasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu diperlukan untuk mencegah kesenjangan maupun tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, masing-masing penyidik perlu menjalankan kewenangannya dengan tetap mengedepankan sinergi dan kolaborasi.

“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono saat membuka Rakor Korwas PPNS Tahun 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan peluncuran Sistem Laporan (SISLAP) Korwas PPNS dan penguatan penggunaan E-PPNS dalam Rakor Korwas PPNS Tahun 2026. Kedua sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan laporan dan administrasi penyidikan secara digital.

Disisilain Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan SISLAP digunakan untuk mengelola laporan dari jajaran Direktorat Kriminal Khusus dan Satuan Reserse Kriminal di seluruh Indonesia, termasuk dari 508 Polres. Sementara E-PPNS digunakan untuk mendukung administrasi penyidikan PPNS dan telah terhubung dengan SPPTI.

“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus maupun para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ujar Edy.

Menurut Edy, penerapan E-PPNS akan membuat proses administrasi penyidikan lebih terintegrasi. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual selanjutnya dapat dilakukan melalui sistem secara daring.

Bagi Bapanas, penguatan sistem tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas PPNS dalam melaksanakan pengawasan pangan. Ruang lingkup pengawasan PPNS Bapanas meliputi keamanan dan mutu pangan, label, iklan, cadangan pangan, serta aspek ketersediaan pangan sesuai dengan tugas dan kewenangan Bapanas.

Andriko menegaskan, penguatan kapasitas PPNS dan koordinasi dengan Korwas PPNS akan terus dilakukan agar pengawasan pangan di pusat maupun daerah dapat berjalan secara efektif dan sesuai ketentuan.

“Harapannya, dengan adanya Korwas di seluruh Indonesia, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di Bapanas, kami juga akan terus melakukan penguatan kapasitas PPNS untuk melakukan pengawasan pangan di seluruh Indonesia,” ujar Andriko.(***)

Continue Reading
Advertisement

Trending