Connect with us

Ibukota

Anies Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ucapkan Terima Kasih Pada Petugas Lapangan Telah Jadikan Jakarta Kota Global

Published

on

Jakarta,Hariansentana.com – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menggelar silaturahmi bersama petugas lapangan se-Provinsi DKI Jakarta di Ecovention, Ancol, Rabu (5/10). di dampingi Sigit Aspem Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim walikota jakarta utara dan lainnya.

Pada kesempatan ini salam perpisahan disampaikan terimakasih kepada seluruh petugas lapangan yang telah menjadikan Jakarta kota global.

“Sudah lima tahun saya bertugas di Jakarta, dan selama itu saya menyaksikan dari dekat. Teman-teman semuanya itu seperti organ tubuh, ada yang terlihat dan ada yang tidak terlihat. Organ yang terlihat, namanya mata, tangan, telinga dan itulah kami pejabat-pejabatnya. Sedangkan yang membuat tubuh ini hidup adalah bapak-ibu semua.

Ada yang namanya jantung, namanya paru, namanya ginjal, itu semua tidak pernah terlihat, tapi fungsinya sangat instrumental sekali untuk kehidupan kota ini.

Bapak-ibu semua seperti jantungnya, parunya, ginjalnya, livernya, yang tidak kelihatan dari luar, tapi itulah yang membuat kota kita hidup, kota kita maju, dan menjadi kota global,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam sambutannya.

Anies menambahkan sebagai petugas lapangan harus bangga karena telah menjadikan Jakarta kota yang maju.

“Bapak-ibu harus bangga menjadikan Jakarta kota global. Ini kerja bapak-ibu semuanya di sini. Kami, merasa bersyukur sekali bisa melihat dari dekat ada momen di mana saya bersama dengan teman-teman semua merasa bangga, merasa hormat, salut. Ada momen di mana kita berkumpul dalam suasana duka, ingat ketika sebagian satu dua saudara kita wafat dalam tugas.

Ingat saudara kita, petugas PPSU yang ditabrak di jalan dan kita harus mengantarkan ke pemakaman. Ada petugas-petugas kita yang terpapar covid ketika masa pandemi, ada petugas Dishub yang nyetir mobil untuk menjemput orang-orang yang covid, itu perlu nyali untuk berangkat.

Atau ceritanya petugas pemakaman yang bawa jenazah sendirian. Masa-masa lima tahun ini, dua tahun kita lewati dalam masa penuh ujian, dan di masa penuh ujian itu alhamdulillah kita lulus dengan nilai yang baik karena kita kerjanya kompak, kita kerjanya solid, kita kerjanya untuk warga Jakarta,”

Anies mengucapkan terima kasih kepada para pekerja lapangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjadi menjadi mitra kerja dalam membangun Jakarta.
“Sekarang saya, pak Wagub Ariza akan tuntas tugasnya, Ibu Ferry juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK akan selesai tugasnya, dan telah banyak PKK ini dibantu oleh kerjanya bapak-ibu sekalian di lapangan. Jadi kami ingin menyampaikan rasa terima kasih. Terima kasih telah memperkaya pengalaman kami. Terima kasih telah menjadi contoh pekerja-pekerja hebat di hadapan kami, terima kasih telah menjadi mitra, telah menjadi partner untuk kerja bersama di kota Jakarta. Alhamdulillah kota kita sekarang sudah nampak lebih maju, kota kita bisa sedikit demi sedikit membahagiakan warganya. Saya berharap nantinya ketika Jakarta makin maju, makin berkembang, bapak-ibu dapat menyampaikan pada suami, pada istri, pada anak-anak, bahwa bapak-ibu semuanya adalah bagian dari yang membuat kota Jakarta maju. Mereka mungkin tidak sadar, tetapi bapak boleh sampaikan itu pesan bahwa saya termasuk yang bekerja membuat Jakarta menjadi lebih baik. Insya Allah ikatan persahabatan, persaudaraan, kerja bersama ini bisa dijaga terus, Insya Allah bapak ibu semua, teman-teman semua, diberikan kesehatan, diberikan kemudahan dalam menjalankan amanat ini, Insya Allah kesejahteraan makin hari makin meningkat terus, dan Insya Allah Jakarta menjadi kota yang makin mendapat keberkahannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam silaturahmi bersama petugas lapangan se-Provinsi DKI Jakarta Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sempat saling bertukar topi dengan sembilan perwakilan petugas lapangan dari Damkar, SDA, Satpol PP, LH Dishub, Pertamanan dan Hutan Kota, BPBD, Bina Marga, dan PPSU sebagai bentuk ikatan kebersamaan dan persaudaraan yang telah dijalin selama lima tahun belakangan.

Hadir bersama Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dalam silaturahmi bersama petugas lapangan se-Provinsi DKI Jakarta adalah Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati, dan seluruh perwakilan jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

(Sutarno)

Ibukota

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Peran Wali Kota dan Bupati Tingkatkan Pelayanan

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Pemprov DKI Jakarta memperkuat peran wali kota dan bupati dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja unit kerja perangkat daerah (UKPD) di wilayah masing-masing. Melalui kebijakan ini, penilaian kinerja suku dinas dibagi antara wali kota atau bupati dengan dinas atau badan terkait.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Dr.Sigit Wijatmoko mengatakan, wali kota dan bupati mendapat porsi 50 persen dalam penilaian kinerja perangkat wilayah. Sementara itu, 50 persen lainnya tetap menjadi kewenangan dinas atau badan terkait.

“Kalau sebelumnya 100 persen menjadi kewenangan dinas atau badan, sekarang dibagi dua. Sebanyak 50 persen oleh dinas atau badan, sedangkan 50 persen lainnya menjadi kewenangan wali kota,” ujar Sigit saat rapat kerja bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut Sigit, pembagian kewenangan ini diharapkan memperkuat koordinasi antara wali kota, bupati, dan perangkat daerah, sekaligus mendorong optimalisasi program serta pelayanan publik di wilayah.

Hasil penilaian kinerja tersebut juga akan berpengaruh terhadap Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta tunjangan kinerja (tukin) atau tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Kalau pencapaian ini tidak tercapai, tentu akan memengaruhi tukin ataupun TPP yang dibayarkan kepada yang bersangkutan. Otomatis, ini nanti akan diakumulasikan pada SKP-nya sehingga tidak akan bisa optimal,” jelasnya.

Penguatan peran wali kota dan bupati ini sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Peran Wali Kota, Bupati, Camat, dan Lurah dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Wilayah. Selain itu, Pemprov DKI tengah membahas penyempurnaan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 57 melalui bidang Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mulai menggelar rapat terbatas secara bergilir di 44 kecamatan pada Selasa (3/11). Rapat diawali di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

Sigit menjelaskan, rapat tersebut bertujuan memastikan implementasi Ingub Nomor 11 Tahun 2026 sekaligus mengidentifikasi kendala penyelenggaraan pemerintahan di tingkat wilayah dan mencari solusinya

“Harapannya, setelah rapat terbatas tersebut, persoalan yang dibahas bisa langsung ditindaklanjuti atau dieksekusi,” tandasnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Laporan Dicabut Tapi Kasus Kembali Diproses, Hie Meli Mengadu ke Propam

Published

on

By

JAKARTA – Merasa tidak mendapat kepastian hukum, Hie Meli resmi mengadukan penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang menjerat dirinya ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya. Ia meminta Propam memeriksa proses penanganan perkara oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Pengaduan tersebut tercatat dalam Surat Penerimaan Surat Pengaduan Propam Nomor SPSP2/011/X/2026/Subbagyanduan yang diterima pada 23 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.

Meli mempersoalkan kelanjutan Laporan Polisi Nomor LP/B/797/III/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA yang dibuat Siti Raminah pada 7 Maret 2025. Pasalnya, pelapor disebut telah mengajukan pencabutan laporan melalui surat pernyataan bermaterai tertanggal 3 Juni 2025.

Dalam surat tersebut, Siti Raminah menyatakan tidak ingin melanjutkan perkara dan meminta Kapolres Metro Jakarta Selatan menerima keputusan pencabutan laporan tersebut.

Namun, menurut Meli, perkara dengan objek dugaan tindak pidana yang sama kembali diproses oleh penyelidik Unit II Harda Bangta Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Ia mengaku telah menerima panggilan pemeriksaan hingga empat kali.

“Anehnya perkara yang dicabut dimohon kembali oleh pelapor, penyelidik Unit II Harda Bangta Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menerima, padahal LP yang diajukan oleh pelapor dengan kasus yang sama yaitu dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik,” ujar Meli, Selasa (3/11/2026).

Meli juga menyoroti pernyataan Wakil Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol S. Dwi Manggala Yudha, pada 9 Januari 2026. Saat itu, Dwi menyebut tidak ditemukan unsur pidana pencemaran nama baik dalam rekaman video jumpa pers yang menjadi objek laporan.

“Di video tersebut tidak ditemukan pelanggaran tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik. Dalam jumpa pers tersebut dan kasusnya pun sudah selesai melalui Pengadilan Negeri, jadi tidak bisa dilanjutkan,” kata Dwi saat itu.

Atas sejumlah hal tersebut, Meli meminta Bidpropam Polda Metro Jaya mengevaluasi dan memeriksa proses penanganan perkara oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga mendesak adanya kejelasan status hukum atas laporan yang menjerat dirinya.

“Karena fakta yang telah diputuskan PN Jaksel, kemudian LP yang sebelumnya telah dicabut oleh pelapor, seharusnya perkara ini dihentikan,” tegasnya.

Meli berharap penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) apabila memang tidak terdapat dasar hukum yang cukup untuk melanjutkan perkara tersebut. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar dirinya memperoleh kepastian hukum.

Continue Reading

Ibukota

Polsek Pademangan Dialog, Antisipasi Tawuran dan Gangguan Kamtibmas

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Polsek Pademangan Polres Metro Jakarta Utara meningkatkan kegiatan patroli dialogis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Patroli dialogis Ngopi dilaksanakan oleh AIPTU Dwi.S Kapospol bersama Brigadir Iron Babinkantibmas Kelurahan Pademangan Barat serta dihadiri oleh Kasie Ekbang,, Kordinator FKDM, dan LMK.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan..

Dalam dialog tersebut mengusung Tema Ngopi (ngobrol Pintar), personel memberikan imbauan kepada Anggota LMK dan FKDM agar turut membantu menjaga situasi keamanan di sekitar lokasi. Masyarakat juga diingatkan untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Selain mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran antar pelajar, remaja maupun kelompok, personel juga melakukan langkah preventif terhadap potensi tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

Kapospol Aiptu Dwi.S, Mewakili Kapolsek Pademangan mengatakan pada Hariansentana.com. bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.”Patroli dialogis kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kamtibmas. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, segera informasikan kepada kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, LMK, FKDM, RT/RW dan masyarakat sangat penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, terutama pada malam hari ketika aktivitas kelompok masyarakat dan remaja masih berlangsung.

Dari hasil pemantauan di lokasi, situasi di sekitar Jalan Budimulia, Gunung Sahari Raya wilayah hukum Polsek Pademangan secara umum terpantau aman, lancar dan kondusif. Kegiatan patroli dialogis akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.(Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending