Connect with us

Daerah

Ridwan Kamil Ajak Ikatan Alumni Sekolah Jadi Panitia Vaksinasi COVID-19

Published

on

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak ikatan alumni sekolah maupun perguruan tinggi untuk menjadi panitia penyelenggara kegiatan vaksinasi COVID-19. Jabar kekurangan panitia dalam mengejar target vaksinasi selesai Desember 2021

Demikian dikatakan Ridwan Kamil usai meninjau vaksinasi massal di Gedung Bale Rame Soreang dan SMAN 3 Bandung, Sabtu (7/6/2021).

“Vaksin ada di kami tapi kami kekurangan kepanitiaan untuk memobilisasi warga karena itu saya mencari ikatan alumni sekolah untuk menjadi panitia vaksinasi”, ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil, demikian dirinya kerap disapa mengajak ikatan alumni yang ingin menjadi panitia kegiatan vaksinasi agar berkoordinasi dengan divisi khusus percepatan vaksinasi Jabar. Mengenai teknis pelaksanaanya dapat mengikuti cara yang sudah dilakukan oleh ikatan alumni SMAN 3 Bandung dan Universitas Padjadjaran.

“Bagi ikatan alumni SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi yang akan bergabung agar mengikuti keteladanan yang diperlihatkan oleh IKA Unpad dan SMAN 3 dengan secepat-cepatnya dan seluas-luasnya,” katanya.

Seperti diketahui, target vaksinasi per hari di Jabar kini sudah ditingkatkan menjadi 500.000 orang per hari. Ini meningkat tajam dari target sebelumnya yaitu 150.000, bahkan tiga bulan lalu hanya 50.000 orang.

Menurut Kang Emil, peningkatan target harian vaksinasi ini mengingat jumlah penduduk Jabar paling besar se-Indonesia mendekati 50 juta jiwa. Jika kecepatan vaksinasi tidak ditingkatkan maka target kekebalan kelompok 37 juta jiwa pada Desember 2021 akan sulit dicapai.

“Jabar vaksinasi per harinya sudah melompat. Tiga bulan lalu per hari hanya 50 ribu sekarang 150 ribu. Tapi karena penduduk kita 50 juta jiwa dan yang harus disuntiknya 37 juta jiwa maka tantangan Jabar harus menyuntikkan 500 ribu orang perhari,” jelasnya.

Adapun dosis vaksin yang dibutuhkan untuk mengejar 500.000 tersebut adalah 15 juta dosis per bulan. Kang Emil pun makin intens berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjamin jumlah dosis tersebut.

“Jadi kita butuh 15 juta dosis vaksin per bulan dan kita sudah minta agar dipenuhi oleh pusat,” ujar Kang Emil.

Selain untuk masyarakat umum, vaksinasi di Jabar juga menyasar disabilitas. Pemda Provinsi Jabar sudah mendapatkan hibah 120.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat yang dikhususkan bagi kaum disabilitas.

“Kami akan membereskan juga vaksinasi untuk disabilitas sudah ada 120 ribu dosis hibah dari pusat untuk sekitar 60 ribu orang,” ucapnya.

Kang Emil pun memastikan sudah ada 30.000 disabilitas di Jabar di atas umur 18 tahun yang telah siap divaksin. Namun pihaknya akan memperluas cakupan vaksinasi bagi kaum disabilitas untuk rentang umur 12-17 tahun.

“Kalau jatah vaksin masih ada maka barengan saja dengan keluarganya sekalian sehingga kita bisa mempercepat vaksinasi,” tutur Kang Emil.

Dari hasil pantauannya, tingkat vaksinasi berbanding lurus dengan angka kematian akibat COVID-19. Kang Emil menyebut, Kota Bandung dan Kota Cirebon yang tingkat vaksinasinya tinggi angka kematiannya rendah.

“Dengan vaksinasi angka kematian menjadi rendah seperti di Kota Bandung dan Kota Cirebon. Saya minta Kabupaten Bandung vaksinasinya agar ditingkatkan karena dari catatan kami baru 12 persen,” ungkapnya.

BOR Turun Lagi

DALAM kesempatan yang sama, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan kabar baik bahwa per hari ini tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah turun lagi di angka 45 persen.

Angka BOR ini sudah di bawah batas aman yang ditentukan WHO yakni 60 persen. “Berita baiknya BOR Jabar sudah turun lagi sekarang 45 persen sudah di bawah batas aman WHO 60 persen,” sebutnya.

Selain itu, ketersediaan oksigen di Jabar juga sudah terkendali terlihat dari cadangan yang kini cukup melimpah. Menurut Kang Emil, dua hal itu karena kebijakan PPKM berhasil menurunkan tingkat epidemiologi.

“PPKM bisa dikatakan berhasil menurunkan tingkat epidemologi,” ucapnya.

Selain menggenjot vaksinasi, pihaknya juga bertahap akan memulihkan ekonomi warga. Kang Emil mengaku sudah melobi Pemerintah Pusat agar melonggarkan kegiatan ekonomi warga.

“Senin, Pak Presiden akan mengumumkan. Kemungkinan ada kelonggaran-kelonggaran dan saya sudah sampaikan mohon restoran kafe dibuka mau 10 persen 20 persen 50 persen sudah kami perjuangkan dengan melobi pemerintah pusat sehingga ekonomi bisa jalan lebih baik lagi,” tutup Kang Emil. (Red,)

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Pengembangan Smart City dan Smart Mobility di Kalteng, Menuju Zero Accident dan Fatality

Published

on

By

SAMBUTAN-Ketua IKA SPS UNNES, Irjen Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si saat menyampaikan materi hasil Kajian tentang Potret Lalu Lintas Kalimantan Tengah pada acara Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalteng tahun 2026, Rabu (13/5). . (Foto Ist).

PALANGKARAYA, SENTANA – Ketua Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (IKA SPS UNNES), dan sekaligus Kasat Gas Pusat Studi Kepolisian, Irjen Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, menyampaikan hasil Kajian tentang Potret Lalu Lintas Kalimantan Tengah pada acara Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026, Rabu (13/5).

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, S.Ikom, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K, M.Si, Kepala Pusat Studi Kepolisian, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, M.Si, Wakpolda Kalteng, Brigjend Pol Drs Yosi Muhamartha dan PJU Polda Kalteng, Sekda Prov Kalteng, dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes dan para pejabat terkait.

Pada kesempatan tersebut, Teguh menyampaikan tentang berbagai permasalahan Lalu Lintas di Kalteng dari beberapa sudut Pandang, seperti Kondisi Geografis dan Pengaruhnya Terhadap Transportasi Kalimantan Tengah, Perkembangan Masyarakat dan Mobilitasnya, Kondisi Lalu Lintas di Kalimantan Tengah, Pengembangan Smart City dan Smart Mobility, Peran Pemangku Kepentingan dan beberapa hal penting lainnya terkait Permasalahann Transportasi di Kalteng.

“Contoh salah satu bahasan penting yang prediktif menangani masalah lalu lintas, adalah, Pengembangan Smart City dan Smart Mobility,” tandas Teguh melalui keterangannya, Rabu (13/5).

FOTO BERSAMA-Ketua IKA SPS UNNES) dan sekaligus Kasat Gas Pusat Studi Kepolisian, Irjen Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si foto bersama Kepala Pusat Studi Kepolisian, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, M.Si, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, S.Ikom, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K, M.Si, Wakpolda Kalteng, Brigjend Pol Drs Yosi Muhamartha dan PJU Polda Kalteng, Sekda Prov Kalteng, dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes dan para pejabat terkait usai acara. (Foto Ist).

Teguh menyampaikan, tentang Pentingnya konsep
Pengembangan Smart City dan Smart Mobility yang di dasari pada beberapa referensi dan literasi dalam kajian tersebut mengemuka pentingnya penerapan smart city melalui konsep smart mobility untuk meningkatkan: Keselamatan, Efisiensi transportasi, Pengawasan lalu lintas dan Pelayanan publikberbasis digital.

Implementasi smart city meliputi: Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE); CCTV dan command center terpadu, Sistem pemantauan lalulintas real time, Big data kecelakaan, Integrasi layanan darurat, Digitalisasi pelayanan kendaraandan SIM, Pengawasan ODOL berbasis teknologi, Pemanfaatan AI dan IoT dalam transportasi.

Teguh merekomendasikan agar permasalahan tersebut, dibahas dan di mulai dari sekarang menuju Kondisi Kalteng yang aman, selamat, tertib dan membangun systim pelayanan smart lalu lintas menuju zero accident dan zero fatality.

“Kegiatan yang dilaksanakan dalam rapat kerja tersebut, merupakan implementasi dari Kolaborasi antara Pusat Studi Ilmu Kepolisian, IKA SPS UNNES dalam bidang Pengabdian Masyarakat dan penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, serta Pemda Provinsi Kalteng dan Polda Kalteng,” pungkas Teguh. (Red).

Continue Reading

Daerah

Komjen Pol Cryshnanda: Pengelolaan Lalu Lintas untuk Melindungi Masyarakat

Published

on

By

NARA SUMBER-Komjen Pol Prof Dr Cryshnanda DL M.Si, sebagai nara sumber acara Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalteng tahun 2026. (Foto Ist).

PALANGKARAYA, SENTANA – Ketua Pusat studi Ilmu Kepolisian, Komjen Pol Prof Dr Cryshnanda DL M.Si, sebagai nara sumber pada acara Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026, Rabu (13/5).

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.Ikom, Kapolda Kalteng, Irjen. Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, Irjend Pol Dr Susilo Teguh R, M.Si, Wakpolda Kalteng, Brigjend Pol Drs Yosi Muhamartha dan PJU Polda Kalteng, Sekda Prov Kalteng, dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes dan para pejabat terkait.

Melalui keterangannya, Rabu (13/5), Komjen Pol Cryshnanada menyampaikan tentang berbagai permasalahan Lalu Lintas di Kalteng dari beberapa sudut Pandang, seperti Kondisi Geografis dan Pengaruhnya Terhadap Transportasi Kalimantan Tengah, Perkembangan Masyarakat dan Mobilitasnya, Kondisi Lalu Lintas di Kalimantan Tengah, Pengembangan Smart City dan Smart Mobility, Peran Pemangku Kepentingan dan beberapa hal penting lainnya terkait Permasalahan Transportasi di Kalteng.

“Contoh salah satu bahasan penting yang prediktif menangani masalah lalu lintas adalah, Pengembangan Smart City dan Smart Mobility,” tandasnya.

Cryshnanda menyampaikan tentang Pentingnya Berbagai inovasi dan konsep pembangunan Bidang Lalu lintas Di Provinsi Kalimantan Tengah.

  • Salah satunya adalah Pengembangan Smart City dan Smart Mobility yang di dasari pada beberapa referensi dan literasi dalam kajian tersebut mengemuka pentingnya penerapan smart city melalui konsep smart mobility untuk meningkatkan: Keselamatan, Efisiensi transportasi, Pengawasan lalu lintas dan Pelayanan publikberbasis digital.
  • Implementasi smart city meliputi: Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), CCTV dan command center terpadu, Sistem pemantauan lalulintas real time, Big data kecelakaan, Integrasi layanan darurat, Digitalisasi pelayanan kendaraan dan SIM, Pengawasan ODOL berbasis teknologi, Pemanfaatan AI dan IoT dalam transportasi.

Cryshnanda yang telah malang melintang dalam bidang transportasi dan lalu lintas merekomendasikan, agar permasalahan tersebut dibahas dan di mulai dari sekarang menuju Kondisi Kalteng yang aman, selamat, tertib dan membangun systim pelayanan smart lalu lintas menuju zero accident dan zero fatality.

Baginya kegiatan yang dilaksanakan dalam rapat kerja tersebut, merupakan implementasi dari rencana kerja yang luar biasa bagi Kalimantan Tengah untuk menata kondisi lalu lintas yang dapat mendorong Tingkat ekonomi dan kemajuan berbagai bidang menuju kesejahteraan Masyarakat Kalteng.

Menurutnya, kondisi Lalu lintas yang tidak kondusif dan mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan fatalitas pada dasarnya bisa mengarah kepada pemiskinan, karena yang menjadi korban kecelakaan banyak dari kalangan usia produktif. Logikanya adalah jika warga usia produktif yang merupakan potensi pembangunan hilang dan menjadi korban kecelakaan, akan berpengaruh kepada masa depan. Oleh karenanya, dari sekarang pengelolaan lalu lintas harus merupakan refleksi dari upaya penanganan permasalahan yang dapat menimbulkan korban maupun fatalitas. agar warga masyarakat terlindungi dalam melakukan berbagai aktifitas untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhannya yang menggunakan media lalu lintas.

“Lalu lintas adalah urat nadi kehidupan, karenanya harus di tata sedemikian rupa untuk mewujudkan Lalu lintas yang selamat, nyaman aman dan tertib, yang dapat mendorong warga masyarakat terbebas dari segala ancaman selama memenuhi kebutuhan dan mencapai kesejahteraan,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Daerah

PLH Kajati Sumut Herlina Setyorini, Hadiri Peringatan May Day 2026

Published

on

By

PERINGATAN MAY DAY 2026-PLH Kajati Sumut, Herlina Setyorini, SH, MH, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, Wakil Gubernur H. Surya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Wakapolda, Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K, M.H, Wakil Ketua DPRD Sumut & Staf Ahli Pangdam 1/BB saat Peringatan May Day 2026. (Foto Ist).

MEDAN, SENTANA – Kejaksaan Tinggi Sumut berkomitmen mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan dengan para pemangku kepentingan.

Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Herlina Setyorini, SH, MH melalui keterangannya saat Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Gedung Serba Guna Pemprovsu, Deli Serdang, Kamis (1 Mei 2026).

KETERANGAN PERS-PLH Kajati Sumut, Herlina Setyorini, SH, MH, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat keterangan pers usai Peringatan May Day 2026. (Foto Ist).

“Buruh adalah penggerak roda perekonomian. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Kejaksaan melalui fungsi penegakan hukum siap mengawal agar tidak ada pelanggaran di bidang ketenagakerjaan,” tegas Herlina Setyorini.

Peringatan May Day tahun ini mengangkat tema “Kerja Layak, Upah Adil, Indonesia Sejahtera”, dihadiri Pelaksana Harian Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Herlina Setyorini, SH, MH, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, Wakil Gubernur H. Surya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Wakapolda, Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K, M.H, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Staf Ahli Pangdam 1/BB, mewakili Dankosek Hanudnas, mewakili Dankodaeral I Belawan, perwakilan Danlanud Soewondo hingga pejabat terkait, serta ratusan perwakilan dan utusan dari seluruh organisasi buruh di Sumatera Utara.

Tegaskan Komitmen Kawal Hak Pekerja

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dialog sosial antara pekerja, pengusaha dan pemerintah guna mencegah perselisihan serta meningkatkan kesejahteraan buruh.

“Momentum Hari Buruh Internasional ini, menjadi penguat sinergi semua pihak dalam mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang kondusif di Sumatera Utara,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending