Polhukam
Musdalub Hanura DKI Makin Kompetitif
Jakarta, Hariansentana.com – Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) Partai Hanura DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Oktober 2021 makin seru.
Persoalannya calon Ketua DPD masing-masing mengklaim telah mendapat dukungan dari DPC Partai Hanura se-DKI Jakarta.
Paling tidak ada tiga nama yang muncul sebagai kandidat Ketua, yaitu Muhammad Guntur, kader Hanura dan mantan Anggota DPRD DKI Jakarta.
Kemudian calon Ketua berikutnya, Servanus S.Manek, SH, MH, seorang adovakat yang telah banyak pengalaman dalam memberikan advokasi kepada masyarakat. Kedua calon Ketua tersebut sebagai kader Partai Hanura.
Selain kedua nama tersebut, ada juga calon Ketua berasal dari eksternal yaitu Jimmy CK, seorang aktifis yang jaringannya cukup luas dan pengusaha muda.
Plt Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta, Djafar Badjefer ketika ditanya wartawan bagaimana tanggapannya terhadap tiga calon tersebut mengatakan, ini bagian demokrasi. “Saluran demokrasi tetap hidup dan dibiasakan di internal Partai Hanura. Kita tidak bisa menutup pintu terhadap demokrasi dan aspirasi, ini dinamika sebuah Partai Politik,” ungkap Djafar.
Imbuhnya, apalagi di Ibukota Negara sebagai barometer demokrasi, kota panutan, kota kebanggaan seluruh elemen bangsa, tentunya dinamikanya begitu tinggi.
Konon dari ketiga calon berkomitmen untuk membesarkan Partai Hanura DKI Jakarta dengan segala konsekwensinya. Mereka siap berkontribusi dan bahkan siap dan membuat pakta integritas.
“Soal ini tentu akan diuji ketika para calon mendapat dukungan tertulis dari DPC, dan menyampaikan visi, misi dan program prioritasnya di forum Musdalub,” tegas Politisi senior di Senayan dan Kebun Sirih.
Saat ditanya wartawan siapa dari tiga calon yang pak Djafar dukung, Djafar mengatakan bahwa, dia tidak punya wewenang dalam hal dukung mendukung, yang punya hak mengusul dan mendukung adalah 6 DPC Partai Hanura se DKI Jakarta. “Plt Ketua DPD tidak punya hak mendukung, akan tetapi punya hak satu suara di Musdalub,” ujarnya.
Ketika ditanya, suara DPD akan diberikan kepada siapa, Djafar Badjeber mengatakan, itu rahasia.
Dalam rapat DPD dan OC serta SC tanggal 6 Oktober kemarin, Djafar mengecek langsung kesiapan teknis. Materi Musdalub sudah dicetak, kemudian tanggal 8 gladi resik untuk mengecek pematangan dilapangan.
Pertanyan terakhir wartawan siapa saja yang hadir, Djafar mengatakan, Insya Allah Musdalub ini akan dibuka oleh Ketua Umum, H. Oesman Sapta. Juga Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Ketua Partai Politik, Ketua Ormas dan relawan, tegas Djafar mengakhiri statemennya! (Red).
Polhukam
Spanduk Sukamdi Jadi Sorotan, Begini Komentar Tokoh PPP
SEMARANG , SENTANA – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada satu momentum yang sempat menjadi perhatian media dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Tengah yang diselenggarakan di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 2026. Yaitu adanya beberapa spanduk yang terpasang Foto Mardiono dengan tulisan Selamat Datang Sukamdi di Bumi Jawa Tengah.
Belum diketahui secara pasti apa yang dimaksud dalam spanduk tersebut. Apa kaitannya nama Sukamdi dengan Mardiono (Ketua Umum PPP versi Kemenkum).
Isu tersebut nampaknya memancing perhatian publik dan beberapa Tokoh PPP. Diantaranya Majelis Syari’ah DPP PPP, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’.

Melalui keterangannya, Minggu (8/2), Kyai Fadlolan mengungkapkam bahwa, agar isu tersebut tidak menjadi bola liar dan tidak menjadi fitnah, sebaiknya ditelusuri dulu apa maksud yang tertulis di spanduk tersebut.
“Saya tidak mengetahui apa maksud yang ada di spanduk tersebut, saya tidak menghadiri Muswil, karena saya juga tahunya dari media yang beredar. Tapi karena dikaitkan dengan nama Partai PPP, sebaiknya di kroscek dulu,” kata Kyai Fadlolan.
Hal senada juga disampaikan oleh Azazie Senior PPP. Menurutnya, perlu ditelusuri dulu apa kaitannya, apa maksudnya.
“Sebaiknya ditelusuri dulu, supaya tidak ada spekulasi yang aneh-aneh. Apa yang dimaksud dengan Nama dan Gambar yang terpasang di Spanduk tersebut,” imbuh Azazie. (Red).
Polhukam
Akhirnya, Bimtek Nasional DPRD F-PPP Dibatalkan
Jakarta, Hariansentana.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Rebuplik Indonesia, resmi membatalkan surat Nomor 0056/PEM/DPP/I/2026 tanggal 21 Januari 2026, hal Permohonan Rekomendasi dan Persetujuan bimbingan teknis nasional DPRD F-PPP.
Pembatalan kegiatan bimtek yang menurut rencana dilaksanakan di Discovery Kartika Plaza Hotel Kuta Bali tanggal 13 – 15 Februari 2026, diikuti oleh DPRD F-PPP seluruh Indonesia dengan kontribusi biaya Rp 6.500.000,- per peserta.
Pembatalan tertuang dalam surat dengan nomor 200/1084/BPSDM ditandatangani secara digital oleh Afrijal Dahrin DJ, S.STP, ME, selaku Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, pada Kamis (05 Februari 2026).
Pembatalan kegiatan merujuk surat Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Nomor 004/PEM/DPP/II/2026 tanggal 2 Februari 2026 hal permohonan Penundaan Rekomendasi Bimtek Nasional DPRD F-PPP.
Dasar Penyelenggaraan Pendalaman Tugas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2024 tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.2.2.2-823 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendalaman Tugas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota;
BPSDM Kementerian Dalam Negeri RI berharap, terkait kegiatan pendalaman tugas dimaksud agar penyelenggara menyelesaikan secara internal.
Terkait hal tersebut, jika memaksa melakukan bimtek maka akan menjadi temuan hukum. Termasuk, apabila anggota DPRD yang sudah terlanjur membayar maka wajib dikembalikan, jika tidak dikembalikan maka akan menjadi temuan hukum. (Red).
Polhukam
Ditressiber Polda Metro Pastikan Proses Hukum Manipulasi Data Sabungan Silalahi Terus Berjalan
Jakarta, Sentana – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya memastikan akan menindaklanjuti laporan dugaan manipulasi data otentik PT Energia Persada Nusantara (EPN) dengan terlapor Sabungan Silalahi. Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Roberto G.M. Pasaribu, menegaskan pihaknya tengah mengecek kembali perkembangan laporan tersebut guna memberikan kepastian hukum.
”Akan kami cek (laporannya),” ujar Brigjen Roberto saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Perkara ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang dilayangkan oleh Mohamad Arief Purwadi, salah satu Direktur sah PT EPN, pada 4 Desember 2024. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/7376/XII/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA. Berdasarkan SP2HP Nomor B/1739/IX/RES.2.5./2025/Ditressiber tertanggal 22 September 2025 yang ditandatangani Kasubdit IV Herman E.W.S, pihak kepolisian menyatakan bahwa proses perkara akan segera memasuki tahapan penetapan tersangka.
Kasus ini bermula dari adanya dugaan penyelenggaraan RUPS LB palsu PT EPN oleh Sabungan Silalahi pada 17 Oktober 2024. Dari kegiatan ilegal tersebut, terlapor diduga meminta Notaris Patulloh untuk menuangkan hasil rapat ke dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat dan mengajukan permohonan perubahan data perusahaan kepada Menteri Hukum dan HAM.
Legal Officer PT EPN, Hutomo Lim, mendesak penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya untuk segera menetapkan tersangka pasca-terbitnya SP2HP tersebut. Hutomo menegaskan bahwa Sabungan Silalahi sama sekali tidak memiliki kewenangan sah untuk mengundang maupun menyelenggarakan RUPS LB yang salah satu keputusannya adalah menunjuk dirinya sendiri sebagai direktur.
”PT EPN melaporkan perkara ini karena adanya pemalsuan dokumen yang mengakibatkan kepengurusan manajemen perusahaan berubah secara tidak sah,” pungkas Hutomo.
-
Ibukota7 days agoDPRD DKI Minta Pemprov DKI Jakarta Segera Atasi Masalah RDF Rorotan
-
Kesehatan5 days agoPT Fast Beauty Indonesia Dukung Generasi Muda Melalui Program CSR “Glow Up with Knowledge” di SMKN 74 Jakarta Selatan.
-
Ibukota2 days agoKerja Bakti Massal “Jaga Jakarta Bersih” Digelar di Kelurahan Pademangan Barat
-
Polhukam4 days agoAkhirnya, Bimtek Nasional DPRD F-PPP Dibatalkan

