Ibukota
Lurah Pademangan Barat Lantik Ketua RW 01 dan 13 Ketua RT
Jakarta, HarianSentana.Com – Lurah Pademangan Barat resmi melantik Ketua Rw 01 dan 13 Ketua Rt, di Aula Seketariat Kantor RW 01 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Kota Adminitrasi Jakarta Utara, Jumat (25/2/2022).
Pelantikan dengan mengukuhkan Dr. Taslim sebagai Ketua Rw 01 berserta 13 ketua RT tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimana undangan yang hadir wajib menggunakan masker dan jarak kursi diatur.
Turut hadir dalam kegiatan, Hj. Farida Idris dari DPD RI Perwakilan DKI Jakarta, mantan wakil Walikota Makasar Artis Pasha unggu, Sigit P.H. Samuel, Sekcam, Ipda Mansur Kasubsektor polsek Pademangan, Roby ketua LMK, Iwan Siregar Babinkatibmas, Satpol PP PKK, Karang taruna, FKDM dan para Rt beserta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Sugiarto Timbo lurah pademangan barat berharap agar Ketua RW.01 terlantik segera melengkapi struktur kepengurusan RW serta segera menyusun program kerja bersama- sama stackholder di wilayahnya yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dilingkungannya masing-masing.
‘Saya bangga dengan kebersamaan para pengurus RT warga dan pengurus Rwnya. Laporan keuangannya pun trasparan yang di bacakan bendahara Rw, berharap Ketua Rw terlantik agar segera bersinergi dengan warganya serta ketua-ketua RW yang lainnya untuk melaksanakan kerjasama yang konstruktif dan berkesinambungan. “Kata Sugiarto Timbo
Lebih lanjut dirinya berpesan kepada Ketua Rw 01 agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi, di dalam pemberdayaan masyarakat.
Sementara Dedy LMK menuturkan pada HarianSentana .com.”Kami akan bekerja sama dengan ketua Rw.01 terpilih dengan melanjutkan program kepentingan warga,khususnya Musrembang dan Bansos. ” Ungkapnya
Di kesempatan yang sama, Ketua Rw 01 Dr.Taslim di dampingi ketua unit PKK. mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pelantikan ini, yang mana beliau di percaya warga untuk menjadi Ketua Rw 01 selama 3 tahun ke depan.
‘Terima kasih kepada para. Ketua Rt dan warga yang antusias mendukung dan memberikan amanah kepada saya, mudah-mudahan kepercayaan ini dapat membuat saya bisa bekerja dengan maksimal untuk warga,’ kata Dr.Taslim ( Sutarno).
Ibukota
Dewan Kota Jakarta Utara Radian Azhar Tegaskan Lahan Fasos-Fasum Murni untuk Warga, Haram untuk Komersial.
Jakarta, Hariansentana.com – Polemik pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) antar warga dengan pihak Sekolah Bina Bangsa School kembali mencuat, menyusul adanya permohonan pemanfaatan barang milik daerah di Jalan Walet Elok 8, Perumahan Pantai Indah Kapuk, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Sejumlah pihak menegaskan bahwa lahan fasos-fasum yang telah diserahkan kepada pemerintah memiliki peruntukan mutlak bagi kepentingan masyarakat luas dan tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan komersial.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar oleh Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara H.Iyan Sopyan Hadi pada Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Sekretaris Kota, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara.

Rapat tersebut dipimpin oleh jajaran Sekretariat Kota serta dihadiri oleh perwakilan instansi terkait, termasuk unsur Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta pihak sekolah swasta Bina Bangsa School.
Dewan Kota Jakarta Utara, Radian Azhar, menegaskan bahwa regulasi yang berlaku secara tegas mengatur larangan komersialisasi lahan fasos-fasum. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut harus murni berorientasi pada pelayanan masyarakat dan bukan untuk kegiatan commercial/bisnis.
”Undang-undang maupun ketentuan hukum yang mengatur mengenai fasos dan fasum sudah sangat jelas. Lahan tersebut tidak bisa digunakan untuk kepentingan komersial, dan pihak dari Bina Bangsa School pun telah menyerahkan lapangan tersebut kepada pemerintah,” ujar Radian Azhar.
Lebih lanjut dijelaskan, pada awalnya pihak pengembang (developer) atau yayasan telah menyerahkan lahan tersebut kepada pemerintah yang kemudian dikelola untuk kepentingan warga dan fasilitas lingkungan, namun munculnya wacana pemanfaatan komersial atau pembangunan fasilitas berbayar kerap memicu polemik di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah bersama unsur wilayah, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, pengurus RT/RW, hingga Dewan Kota, didorong untuk bersikap tegas dalam mengawal peruntukan aset daerah. Apabila lahan tersebut berstatus sebagai fasos-fasum murni, pengelolaannya harus sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan warga tanpa ada muatan komersialisasi terselubung.
Kehadiran perwakilan sekolah swasta dan instansi terkait dalam rapat koordinasi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi agar tidak memicu konflik di lapangan. Masyarakat berharap pemerintah konsisten menjaga fungsi awal fasos-fasum demi kenyamanan bersama serta menghindari alih fungsi lahan yang menyalahi aturan perundang-undangan.(Sutarno)
Ibukota
Ancol Berdzikir dan Bershalawat 2026, Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Jakarta, Hariansentana.com.- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Ancol Berdzikir dan Bershalawat yang berlangsung di kawasan pesisir dan Masjid Apung An-Nur, Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.
Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setdaprov DKI Jakarta, Muhammad Matsani mengatakan, kemajuan Jakarta sebagai kota global harus diimbangi dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik, teknologi, dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas kehidupan sosial serta spiritual warganya.
“Kemajuan kota harus tercermin dari kematangan moral, spiritual, toleransi, dan kepedulian sosial. Mari jadikan zikir dan selawat sebagai energi penyejuk untuk menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya, Sabtu (31/10).
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis menjelaskan, kegiatan zikir dan selawat tersebut merupakan bentuk komitmen Ancol dalam menghadirkan kegiatan positif yang selaras dengan aspirasi masyarakat.
“Melalui bimbingan para ulama dan habaib, kami mengadakan ibadah zikir dan selawat bersama. Kami ingin Ancol menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan melalui wisata religi yang membawa berkah,” terangnya.
Syahmudrian menambahkan, Ancol sedang menjalankan transformasi dalam dua hingga empat tahun ke depan untuk memastikan kawasan rekreasi tersebut tetap relevan, inklusif, dan menjadi kebanggaan nasional.
Transformasi tersebut juga mencakup komitmen untuk merawat dan memakmurkan Masjid Apung An-Nur sesuai amanat Pemprov DKI Jakarta.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama merawat dan menghidupkan Masjid Apung An-Nur sebagai pusat ibadah, kajian, dan syiar Islam,” ungkapnya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Ulama Habaib (DPP FUHAB), KH M Luthfi Zawawi menyambut baik kolaborasi antara ulama, Pemprov DKI Jakarta, serta badan usaha milik daerah (BUMD), di antaranya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
“Acara ini sebagai momentum bersejarah karena menjadi salah satu penyelenggaraan zikir dan selawat berskala besar di kawasan pesisir Ancol,” bebernya.
Ia menuturkan, Masjid Apung An-Nur yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta,Dr.Haji. Pramono Anung kini mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ibadah, termasuk pelaksanaan salat Jumat perdana.
“Duduk bersimpuh di tepi lautan seraya melantunkan asma Allah dan selawat kepada Rasulullah menjadi ikhtiar batin bersama. Semoga doa dari pesisir Jakarta ini membawa keberkahan, kesejahteraan, serta mewujudkan negeri yang adil dan makmur,” tandasnya.(Sutarno)
Ibukota
Pramono Minta 10 Finalis Benyamin Sueb Award Belajar ke Luar Negeri
Jakarta, Hariansentana.com.- Gubernur DKI Jakarta, Dr.H.Pramono Anung meminta 10 finalis Benyamin Sueb Award (BSA) 2026 mengikuti program pembelajaran ke luar negeri, untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lurah untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Pramono juga menargetkan seluruh kelurahan di Jakarta berpartisipasi dalam BSA tahun depan. Target ini seiring meningkatnya jumlah peserta dari 27 kelurahan pada 2025 menjadi 52 kelurahan pada 2026.
“Kenapa harus ikut? Supaya mereka juga melakukan perbaikan terhadap kelurahan-kelurahan masing-masing,” ujar Pramono, saat menyerahkan penghargaan BSA 2026 di Grand Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Pramono juga meminta jajarannya menyiapkan kunjungan pembelajaran bagi para lurah finalis ke sejumlah negara, seperti Cina dan Jepang, hingga kota-kota lain di Asia.
Ia juga menginstruksikan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menyosialisasikan berbagai inovasi yang dikembangkan para finalis agar dapat diterapkan di kelurahan lainnya.
“Kenapa itu dilakukan? Supaya menggairahkan semuanya ikut dalam lomba Benyamin Sueb Award ini,” katanya.
Menurut Pramono, BSA merupakan salah satu upaya mendorong Jakarta menjadi kota yang lebih bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Ajang ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi Jakarta, seperti Benyamin Sueb, Ali Sadikin, dan Mohammad Husni Thamrin.
Ia berharap, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memacu setiap kelurahan untuk terus berinovasi dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Adapun 10 finalis BSA 2026 berasal dari Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang. Tiga kelurahan berhasil meraih penghargaan, yakni Utan Kayu Selatan sebagai pemenang kategori Nyaman, Kelapa Gading Timur kategori Indah, dan Sukabumi Utara kategori Sejahtera.
Salah satu pemenang, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur meraih kategori Nyaman berkat kolaborasi warga dan berbagai inovasi lingkungan. Di mana seluruh atau sebanyak 14 RW di wilayah tersebut telah menyandang predikat Program Kampung Iklim (ProKlim). Inovasi lainnya meliputi portal RW, taman vertikal, CCTV, penataan jalan berbatu alam, hingga penerapan teknologi Internet of Things (IoT).
Lurah Utan Kayu Selatan, Ria Handayani mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan berbagai program melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ke depan, kami ingin wilayah Utan Kayu Selatan lebih maju, terutama menjadikan lingkungan perkampungan sebagai kampung hijau. Kami juga ingin meningkatkan kesejahteraan warga melalui Festival Utan Kayu Selatan yang digelar setiap tahun,” tandasnya.(Sutarno).
-
Polhukam1 day agoKetua LSM PRB Kritik Penanganan Kasus Korupsi di Kabupaten Bogor, Minta Ketua KPK Beri Kepastian Hukum
-
Ibukota2 days agoPramono Minta 10 Finalis Benyamin Sueb Award Belajar ke Luar Negeri
-
Gayahidup2 days agoSAHID Sukho Hotel Tangerang Gandeng SAHID Hotels & Resorts, Tingkatkan Daya Saing Perhotelan
-
Polhukam1 day agoFathan Subchi, Pengabdian yang Berpulang, Kebaikan yang Tetap Dikenang

