Nasional
Eksponen Pemuda Indonesia Sebut Koalisi KIB hanya Untuk “Genit-genitan”
Jakarta, HarianSentana.com – Eksponen Pemuda Indonesia, Mustaqim Abdul Manan menilai, kemunculan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diusung Partai Golkar, PAN dan PPP terkesan hanya untuk genit-genitan saja. Padahal koalisi ini sudah melampaui presidential threshold 20% sehingga sebenarnya sudah bisa mengusung pasangannya sendiri.
“Faktanya survei Ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto tidak beranjak bahkan makin tenggelam, begitu pula dengan Ketua umum PAN yang tidak ada wacana ke sana, apalagi PPP. Apakah ketiga ketua umum partai ini cuma membentuk koalisi genit-genitan? Padahal mereka sebenarnya punya boarding pass untuk mengajukan calon presiden,” kata Mustaqim pada sebuah diskusi yang digelar EZY tv di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, KIB terlihat masih menunggu elektabilitas dari tokoh-tokoh yang nanti muncul. Atau bahkan mungkin menunggu arahan dari presiden.
“Hal ini berbeda dengan koalisi versi eksponen pemuda indonesia, kita melihat ada koalisi Formula E Ancol yang belum ada partai politiknya tetapi memiliki sosok Anies Baswedan yang punya elektabilitas tinggi,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan, Koalisi Semut Merah yang diusung PKB dan PKS juga akan mengikuti jejak KIB karena tidak ada tokoh internal yang menonjol. Apalagi koalisi Semut Merah sendiri secara presidential threshold juga masih kurang 1,2 persen sehingga masih butuh koalisi lain.
“Saya melihat Koalisi Semut Merah ini muncul dari sebuah ijtihad politik untuk mencari pemimpin bangsa yang berkhidmat untuk rakyat yang tidak mengandalkan elektabilitas saja,” katanya.
“Tapi kita masih harus melihat apakah nanti mereka berani mengusung calon dari internal. Hal yang sama juga kita tunggu dari KIB. Kalau itu bisa dilakukan maka kita dari Eksponen Pemuda Indonesia berani menyatakan selamat tinggal untuk politik elektoral karena tidak lagi mengedepankan hasil survei,” sambung Mustaqim.
Kalau memang mereka berani memunculkan tokoh baru, maka ini perlu diapresiasi. “Kita harus salut bahwa partai politik sudah meninggalkan politik elektabilitas. Tapi kalau tidak maka kita harus angkat topi kepada Anies yang tanpa partai politik justru didukung partai politik,” pungkasnya.
Capres Versi Lembaga Survei

Sebelumnya Fungsionaris Partai Golkar, Achmad Suhawi mengungkapkan bahwa sejak awal Partai Golkar sudah mengusung Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai capres pada Pilpres 2024 nanti.
Ia menegaskan, bahwa Koalisi KIB tidak akan mengusung capres versi survei walaupun itu merupakan instrumen politik dan menjadi faktor penting sebagai dasar pertimbangan. Apalagi KIP punya modal dasar yang sesungguhnya sudah memenuhi presidential threshold untuk mengusung capres.
“Dalam Munas beberapa waktu lalu juga sudah ditetapkan bahwa Partai Golkar akan mengusung Ketua Umum untuk maju di Pilpres mendatang. Kalau akhirnya nanti berubah lagi berarti harus ada Munaslub,” kata Achmad.
Menurutnya, ada beberapa fenomena menarik yang sebenarnya bisa dikritisi untuk Capres dan Cawapres ini. Sebenarnya kata dia, Indonesia punya banyak capres yang bisa maju bertarung di 2024 menurut versi lembaga survei.
“Tapi kalau versi partai politik capresnya terbatas, karena hanya beberapa partai politik yang mengusung calon presiden, walaupun tetap masih punya kebutuhan untuk membangun koalisi,” ungkapnya.
Selain survei dan partai politik, kata dia, juga ada relawan-relawan yang sebenarnya lebih efektif seperti yang mereka lakukan selama dua periode kepada Presiden Jokowi.
“Kekuatan Jokowi itu karena relawan, sedangkan Partai Politik hanya berperan sebagai penyedia tiket untuk calon presiden karena memang dipersyaratkan oleh undang-undang,” tukasnya
Terkait munculnya beberapa figur atau tokoh yang menjadi dominan dan sangat bagus dalam konteks lembaga survei, menurut Achmad itu terjadi salah satunya karena problem di partai politik yang kinerjanya tidak masif. Menurutnya pola rekrutmen partai-partai politik selama ini juga kurang maksimal sehingga tidak bisa mengorbitkan kader-kader potensial yang ada di internal.
“Ini persoalan di dalam partai politik, sehingga banyak calon, banyak tokoh ataupun figur yang sekarang ini bisa dikatakan tidak muncul dari proses yang sudah dilakukan di internal partai. Partai politik lebih sibuk mencari siapa tokoh yang layak dijual agar tetap dan terus menikmati kue kekuasaan,” pungkasnya
Belum Dibentuk

Sementara Tokoh Masyarakat Betawi, Muhammad Rifki menegaskan, hingga saat ini sebenarnya koalisi untuk mendukung Anies Baswedan belum dibentuk. “Selain karena belum ada satu pernyataan resmi dari partai-partai yang mendukung beliau. Juga karena pak Anies memang selalu menegaskan ingin menyelesaikan dengan baik janji-janji saat masa kampanye 2017 dulu, dan juga ingin menyelesaikan tugas-tugasnya hingga Oktober 2022,” tukasnya.
Menurut pendukung fanatik Anies ini, memanasnya isu terkait koalisi untuk Anies ini ketika ada hajatan internasional Formula E di Sirkuit Ancol beberapa waktu lalu
“Publik melihat fenomena Puan Maharani dan Syahroni, serta Jokowi duduk bersanding dengan Anies, bahkan Puan yang meminta foto selfie dengan Anies dan ini menjadi seolah-oleh atau menjadi pertanda dan ini terus dikorek-korek. Padahal dalam satu fenomena politik kan biasa kalau para tokoh duduk bersanding,” paparnya.
Jadi kalau momen ini dianggap menjadi pintu masuk atau menjadi sinyal menurutnya masih terlalu jauh karena sebenarnya Anies ini tokoh yang sedang diperbincangkan bahkan dianggap tokoh yang sangat fenomenal.
“Banyak partai politik yang ingin meminang. Karena memang namanya lagi bagus dan kerjaan-kerjaan beliau juga sudah dibuktikan, bahkan cara memimpinnya juga smart dan santun,” ucapnya.
“Sekali lagi terkait momen di Formula E Ancol itu menurut saya hal biasa saja bagi pak Anies. Jadi kalau yang bilang ini menjadi sinyal jangan-jangan PDIP di 2024 akan satu koalisi dengan Anies menurut saya masih terlalu dini,” lanjutnya.
“Tapi jika melihat petanya saat ini, maka ada tiga poros yang akan bertarung di Pilpres 2024. Yang sudah terlihat ada KIB walaupun sifatnya masih embrio. Yang satu lagi PDIP yang sangat percaya diri karena sudah punya tiket 20% untuk bisa maju sendiri. Dan kemungkinan ada gabungan beberapa partai untuk mengusung Anies, kita tunggu saja,” pungkas pria yang biasa disapa Bung Eki Pitung ini.(s)
Daerah
Selly Gantina Kecam Pembunuhan Anak dan Ibu di Madiun, Minta Pelaku Dihukum Berat
JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Selly Andriany Gantina mengecam keras dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang perempuan, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya yang masih berusia empat tahun di Kota Madiun, Jawa Timur.
Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang mengguncang nurani publik sekaligus menjadi alarm serius bagi perlindungan perempuan dan anak di Indonesia. Karenanya ia mendesak hukuman berat bagi pelaku.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kehilangan seorang ibu dan seorang anak yang seharusnya memiliki hak untuk hidup aman, tumbuh, dan memperoleh perlindungan,” kata Selly dalam siaran persnya, Rabu (28/10/2026).
Mengutip pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan perempuan dan anak. Selly melihat semestinya, khusus anak-anak dapat menikmati masa kanak-kanaknya, bukan menjadi korban kekerasan yang merenggut nyawanya.
“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Perselisihan rumah tangga, kecemburuan, persoalan relasi personal, ataupun alasan emosional apa pun tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia,” tuturnya.
Terlebih bagi plt Bupati Cirebon itu melihat, kekerasan bukan penyelesaian konflik, melainkan kejahatan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.
Karenanya, Legislator Dapil Jabar VIII itu meminta aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara menyeluruh, profesional, transparan, dan berbasis bukti. Seluruh rangkaian peristiwa, motif, serta dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka harus diungkap secara terang.
“Kami mendorong agar proses hukum berjalan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan memastikan hak-hak keluarga korban terlindungi,” tambahnya.
Selain itu, Bendahara Megawati Institut itu mengingatkan kasus ini menjadi pembelajaran bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada slogan maupun respons setelah tragedi terjadi.
“Apabila benar seorang anak diduga dibunuh karena dikhawatirkan menjadi saksi atas kejahatan terhadap ibunya, maka peristiwa tersebut menunjukkan betapa rentannya anak ketika berada dalam situasi kekerasan yang melibatkan orang dewasa di lingkungan terdekatnya,” tambahnya.
Dalam perspektif perlindungan perempuan dan anak, negara harus memastikan bahwa setiap anak memperoleh jaminan keselamatan, termasuk ketika berada dalam situasi konflik keluarga atau relasi personal yang berisiko. Perlindungan harus dibangun melalui pencegahan, deteksi dini, akses pengaduan yang aman, serta respons cepat dari aparat dan lembaga terkait.
Termasuk, mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pemerintah daerah, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta unsur masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.
Di sisi lain, keluarga korban perlu memperoleh pendampingan yang layak, termasuk dukungan psikologis, bantuan sosial, dan bantuan hukum sesuai kebutuhan. Penanganan perkara tidak boleh hanya berorientasi pada pengungkapan kejahatan, tetapi juga memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak menghadapi penderitaan lanjutan tanpa dukungan negara.
Selly memandang penanganan kasus seperti ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem, bukan sekadar menimbulkan kemarahan sesaat di tengah masyarakat.
Perlindungan perempuan dan anak tidak boleh menunggu korban berikutnya. Negara harus hadir sebelum kekerasan terjadi, bertindak cepat ketika ancaman terdeteksi, dan memastikan keadilan ketika kejahatan telah terjadi
“Kami menegaskan bahwa setiap perempuan berhak hidup tanpa kekerasan dan setiap anak berhak atas kehidupan, keselamatan, serta masa depan. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan yang merampas hak-hak dasar tersebut,” tuturnya.
Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Bamusi itu menuntut keadilan bagi para korban dan mendesak agar tragedi ini menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak secara nyata, terukur, dan berkelanjutan.**
Nasional
Komitmen Wisata Alam Berkelanjutan, EIGER Resmikan EIGER Nature di Bogor
Bogor, Hariansentana.com – EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian alam.
Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia”, EIGER Nature hadir untuk mempererat hubungan antara alam, budaya, dan manusia.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Berangkat dari perjalanan hampir empat dekade di dunia petualangan, EIGER meyakini alam bukan hanya tempat untuk dijelajahi, tetapi juga kehidupan yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, menyampaikan bahwa pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya EIGER untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.
“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature selama kurang lebih lima tahun dalam membangun dan mengembangkan destinasi ini. Ia menegaskan pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian alam.
“Saya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.
Ia menambahkan, investasi pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. EIGER Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan EIGER Nature. Destinasi ini tidak hanya mengajak pengunjung menikmati keindahan alam, tetapi juga membangun kepedulian untuk menjaganya.
“Aset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.
EIGER Nature akan mulai membuka kunjungan bagi publik secara bertahap pada 2 November 2026. Kehadirannya diharapkan dapat menghadirkan pengalaman petualangan yang bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia……(Ron)
Polhukam
Ketua LSM PRB Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Upah Pungut Bappenda Kabupaten Bogor
Bogor, Hariansentana.com –
Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB), M. Johan Pakpahan, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus upah pungut Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.
Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (28/10/2026), Johan mengatakan proses penyidikan kasus tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan hingga kini belum ada kepastian hukum.
Menurutnya, penyidik KPK sudah memeriksa banyak pihak sesuai dengan perannya masing-masing, mulai dari bendahara, Kepala Dinas Bappenda, Inspektorat, hingga Sekda Kabupaten Bogor. Terakhir, Wakil Bupati Bogor yang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi berhalangan hadir, dan ajudan Bupati juga sudah diperiksa.
“Melihat barang bukti uang Rp 1,5 miliar dan saksi-saksi yang sudah banyak diperiksa sesuai perannya, harusnya penyidik KPK yang memeriksa kasus ini sudah bisa menetapkan tersangka. Pendalaman model apa lagi dalam penyidikannya,” ujar Johan.
Johan menegaskan, berlarut-larutnya penanganan kasus ini akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Kabupaten Bogor. Ketidakjelasan kasus tersebut dinilai bisa menjadi blunder bagi seluruh dinas di Kabupaten Bogor dan mengganggu kegiatan APBD Kabupaten Bogor ke depan.
“Ini bisa jadi masalah baru ketika ada persoalan hukum tidak tuntas dan ini bisa bola liar. Bukan tidak mungkin muncul KPK bayangan dan berujung pemerasan terhadap APBD, karena persoalan Bappenda tidak tuntas hukumnya dan tidak ada kepastian hukum yang menggantung dengan alasan pendalaman,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan korupsi di Kabupaten Bogor sudah dalam, sehingga tidak perlu lagi berlama-lama dengan alasan pendalaman.
Ketua LSM PRB meminta KPK memberikan kepastian hukum atas kasus yang sedang ditangani di Bappenda Kabupaten Bogor. Jika memang dihentikan, KPK diminta menjelaskan SP3. Jika dilanjutkan ke persidangan, KPK diminta mengumumkan siapa tersangkanya.
“Jangan alasan pendalaman kasus jadi panjang dan banyak makan waktu, dan Kabupaten Bogor dalam keresahan oleh KPK yang tidak kunjung ada kejelasan hukum. Jangan sampai hukum di Kabupaten Bogor sekarang ini tumpul dan mati,” tegas Johan yang saat itu sedang mendampingi kliennya, Dr. Redikson Sidabalok, di Polda Metro Jaya terkait perkara debitur nakal……Ron
-
Polhukam6 days agoPSI Jakarta Utara Minta Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
Polhukam6 days agoSafari Jum’at di Ngadirojo, Kapolres Wonogiri Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkades
-
Ibukota6 days agoGebyar PSN dan JUMANTIK RW 02 Pademangan Barat: Perkuat Gerakan Bersama Cegah Penyakit DBD.
-
Polhukam3 days agoIPW : Dugaan Rekayasa Menghabisi Karier Prof. Dasaad Mulijono Berujung Pidana.

