Connect with us

Ibukota

Apel Pisah Sambut PJU Polsek Pademangan, Kapolsek: Terima Kasih Atas Dedikasi Dan Selamat Bertugas Di Tempat Baru

Published

on

Jakarta ,Hariansentana.com – Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa dalam apel pisah sambut pejabat utama (PJU) Polsek Pademangan yang digelar di halaman Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (5/2). Acara ini menjadi ajang penghormatan bagi pejabat lama yang berpindah tugas serta penyambutan pejabat baru yang akan bertugas di Polsek Pademangan.

Apel yang digelar pukul 11.15 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pademangan, Kompol Immanuel Sinaga, S.H, S.I.K, M.H., serta dihadiri oleh para pejabat utama dan personel Polsek Pademangan, termasuk Wakapolsek lama AKP Sb Siallagan, S.H., Wakapolsek Baru AKP Wahyudi, S.H, M.H., Kanit Reskrim Lama AKP I Gede Gustiana Wijaya Kusuma, S.T.K, S.I.K, Cphr, Cba., dan Kanit Reskrim Baru AKP Samson Sosa Hutapea, S.I.K.

Hadir pula para perwira Polsek Pademangan, seperti Kanit Ik Ipda Rasman, S.H., Kanit Samapta Iptu Mansur, S.H., Kanit Binmas Iptu Ngusti Ngurah, serta para Kapospol dan Panit di Wilayah Hukum Polsek Pademangan.

Dalam amanatnya, Kapolsek Pademangan, Kompol Immanuel Sinaga, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi mereka selama bertugas di Polsek Pademangan.

“Selamat siang, terima kasih kepada rekan-rekan yang telah hadir. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Wakapolsek lama, AKP SB Siallagan, yang pernah bertugas bersama saya di sini. Beliau adalah sosok pekerja keras dan orang yang baik. Semoga sukses dalam tugas barunya,” ujarnya.

Menyambut pejabat baru dengan harapan agar mereka dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pademangan.

“Bagi pejabat baru, selamat datang dan selamat bergabung. Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan baik dalam menjalankan tugas kepolisian demi masyarakat Pademangan,” tambahnya.

Sementara AKP SB Siallagan, S.H., yang kini bertugas di Polres Metro Jakarta Utara, menyampaikan perpisahan kepada rekan-rekan Polsek Pademangan.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja sama dengan saya dalam menjalankan tugas. Ini adalah apel terakhir saya di Polsek Pademangan. Saya pamit bukan untuk pensiun, melainkan melanjutkan tugas di Polres Metro Jakarta Utara,” ujarnya.

Ia juga mengenang kebersamaannya dengan Kapolsek Pademangan dan menegaskan bahwa hubungan emosional yang terjalin selama ini tetap akan terjaga.

“Saya dan Kapolsek sudah lama saling mengenal. beliau adalah sosok yang rendah hati dan sangat baik. Kami memiliki hubungan emosional yang erat, dan saya berharap Polsek Pademangan akan semakin maju ke depannya,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia meminta maaf jika selama bertugas ada kesalahan atau kekhilafan.

“Saya mohon maaf jika ada kata atau perbuatana Yang kurang berkenan. Polsek Pademangan adalah keluarga terbaik yang pernah saya miliki,” pungkasnya.

Pejabat baru, AKP Wahyudi, S.H, M.H.,sebagai Wakapolsek Pademangan, memperkenalkan diri dengan penuh semangat.

“Selamat siang, izinkan saya memperkenalkan diri sebagai Wakapolsek Pademangan yang baru. Ini adalah apel perdana saya di sini, dan saya berharap dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar Polsek Pademangan,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan Kapolsek dalam menjaga keamanan wilayah.

“Mari kita bersama-sama bekerja dengan baik, mendukung program Kapolsek, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kita juga doakan agar Kapolsek kita bisa lulus Sespimen dan mendapatkan jenjang karier yang lebih baik,” tambahnya.

Selain Wakapolsek, jabatan Kanit Reskrim Polsek Pademangan juga mengalami pergantian. Akp I Gede Gustiana W.K., S.T.K, S.I.K, Cphr, Cba., yang kini bertugas di Polsek Cilincing, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel.

“Terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Saya mendapatkan banyak pengalaman berharga di Polsek Pademangan. Mohon maaf jika selama bertugas ada kesalahan. Saya berharap hubungan silaturahmi tetap terjalin meskipun saya bertugas di tempat yang berbeda,” ujarnya.

AKP Samson Sosa Hutapea, S.I.K., yang kini mengisi posisi Kanit Reskrim Polsek Pademangan, menyampaikan harapannya untuk bisa segera menyesuaikan diri dan bekerja sama dengan seluruh anggota.

“Selamat siang rekan-rekan Polsek Pademangan, mohon izin memperkenalkan diri. Saya siap bekerja sama dan mendukung program Kapolsek serta atensi pimpinan dalam menjaga keamanan wilayah,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari seluruh personel sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya.

“Tugas di sini penuh tantangan, tetapi dengan kebersamaan, saya yakin kita dapat menjalankan amanah dengan baik. Semoga kita bisa bekerja dengan sinergi dan saling mendukung,” tambahnya.

Setelah apel resmi ditutup, suasana menjadi lebih cair. Para personel saling berjabat tangan, berbincang, dan berfoto bersama sebagai bentuk perpisahan sekaligus penyambutan.

Bagi pejabat yang berpindah tugas, ada doa dan harapan untuk kesuksesan di tempat baru. Sementara bagi pejabat yang baru bergabung, ada semangat untuk melanjutkan pengabdian di Polsek Pademangan.

Di Polsek Pademangan, tugas dan tanggung jawab boleh berganti tangan, tetapi kebersamaan dan kekeluargaan tetap menjadi fondasi yang kuat dalam menjalankan amanah.(Sutarno)

Ibukota

Tegakkan Ketertiban Umum, Petugas Gabungan Gelar Penertiban di Jalan Pademangan Timur

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Pademangan bersama unsur Tiga Pilar dan Sudin Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan penertiban umum di wilayah Kelurahan Pademangan Timur, Kamis (25/09/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada penegakan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Operasi Gabungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB selesai. menyasar dua lokasi utama, yakni Jalan Pademangan I Raya.RW.02-03-04 Kelurahan Pademangan Timur.

​Rina Sofyani.SE.M.AP.Kepala Satpol PP Kecamatan Pademangan memimpin langsung kegiatan ini dengan didampingi Kenny Hutagaol Lurah Pademangan Timur, Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Pademangan, serta jajaran terkait.

Sinergitas terlihat dari pelibatan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Babinsa POLRI, Babinkantibmas, Dishub, Kecamatan Pademangan, serta, PPSU , FKDM, LMK, Satpol PP tingkat kelurahan.

​Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan tindakan Penertiban dilakukan secara persuasif, humanis, dan tegas,” terangnya.

Berdasarkan hasil kegiatan, petugas Dinas Perhubungan melakukan tindakan Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang kedapatan parkir di bahu jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

​Selain penertiban parkir liar, petugas Satpol PP juga menertibkan sarana dagang yang memakan badan jalan dan trotoar. Tercatat, petugas mengamankan satu buah meja dan dua buah bangku, serta membersihkan sisa-sisa puing di lokasi untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum.

“Kami juga memberikan himbauan kepada 10 Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak berjualan di zona terlarang demi kenyamanan dan keindahan lingkungan,” ujar petugas di lapangan.​

Kegiatan penertiban berjalan dengan lancar di bawah cuaca cerah. Situasi di lokasi dilaporkan Terkendali Aman (TKA) hingga seluruh personel membubarkan diri. Pemerintah Kecamatan Pademangan berharap kegiatan rutin ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan demi terciptanya lingkungan yang tertib dan nyaman.

Yanto warga kami mengaspresiasi aparat Tegas tapi Humanis.” Aparat harus bisa menjaga ased taman yang sudah bagus rapi jangan sampe diserobot kembali sama warga yang bandel untuk kepentingan pribadi.” Imbuhnya.(Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Perketat Standar Gedung Pemerintah, Pemkot Jakut Sosialisasi PBG–SLF Tingkatan Pelayanan

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar sosialisasi penyelenggaraan pembangunan gedung pemerintah daerah sebagai langkah memastikan seluruh bangunan milik pemerintah aman, tertib, dan sesuai aturan.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (24/9), dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai UKPD serta konsultan perencana.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Utara ini bertujuan menyamakan pemahaman terkait regulasi, prosedur teknis, serta sistem digital yang digunakan dalam pembangunan gedung pemerintah.

Kepala Suku Dinas CKTRP Jakarta Utara, Herry Priyatno, dalam laporannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini penting untuk memastikan pembangunan gedung berjalan sesuai standar teknis dan administratif.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan bimbingan teknis dan administratif kepada UKPD dan konsultan, termasuk kejelasan prosedur Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta penggunaan sistem digital SGPT dalam proses penilaian teknis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Menteri PUPR Nomor 22 Tahun 2018, hingga Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 20 Tahun 2024.

Sementara itu, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Vera Revina Sari, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa pembangunan gedung pemerintah tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kepastian hukum. “Gedung pemerintah adalah fasilitas publik yang harus menjamin keselamatan aparatur dan masyarakat. Karena itu, seluruh proses pembangunan wajib memenuhi standar teknis dan legalitas yang jelas,” tegasnya.

Vera memaparkan empat pilar utama dalam penyelenggaraan gedung pemerintah daerah. Pertama, pemenuhan standar keandalan teknis, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan bangunan. Kedua, kepastian legalitas melalui PBG dan SLF sebagai syarat mutlak operasional gedung. “Tidak ada kompromi untuk legalitas. PBG dan SLF adalah bukti bahwa gedung tersebut aman dan layak digunakan,” katanya.

Ketiga, integrasi sistem melalui aplikasi Sistem Gedung Pemda Terpadu (SGPT) guna meningkatkan transparansi dan efisiensi. Keempat, pemeliharaan berkelanjutan agar gedung tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang. “Penyelenggaraan gedung tidak berhenti saat pembangunan selesai. Perawatan berkala menjadi kunci untuk mencegah risiko kerusakan dan memperpanjang usia bangunan,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Jakarta Utara berharap seluruh perangkat daerah dan mitra kerja dapat memahami prosedur secara menyeluruh, sehingga pembangunan gedung pemerintah ke depan semakin tertib, aman, dan mampu mendukung pelayanan publik yang lebih baik. (Sutarno)

Continue Reading

Ibukota

Warga RBU, Sebut Kinerja Kontraktor Sudin Perumahan Jakut Sembrono

Published

on

By

Jakarta, Hariansentana.com.- Warga di lingkungan Jalan F, RW 02 Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja kota administrasi Jakarta Utara, protes lantaran air PAM yang mengalir ke rumah warga bau, dan kotor.

Kebocoran air PAM tersebut diduga lantaran terkena alat berat kontraktor Sudin Perumahan Jakut.

Saat dikonfirmasi Petugas PAM membenarkan kejadian itu. Sehingga sejak dua minggu suplai air bersih terhambat dan mengakibatkan keruh dan bau.

“Penyebabnya, karena pipa besar dan kecil disekitar lingkungan pekerjaan Proyek Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Jakarta Utara terkena alat berat kontraktor pelaksana. Sudah banyak titik yang bocor sebelumnya ada delapan titik, kami sudah perbaiki. Ini kena lagi dua titik di sisi selatan Jalan F.” ungkapnya pada awak media, Kamis, (24/9/2026).

Sejauh ini tidak ada koordinasi dengan pihak pelaksana proyek. Kami dilapangan hanya menangani pengaduan dan keluhan warga. Kami tidak mengetahui sudah atau belumnya pihak pelaksana pemberitahuan pada pihak kantor kami,” jelasnya.

Gangguan air bersih dampak proyek pekerjaan Sudin Perumahan Jakarta Utara sebelumnya sempat ditangani Lurah Rawa Badak Utara. Lurah turun kelapangan untuk memastikan penanganan air bersih kembali normal.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jakarta Utara, Suharyanti, sampai saat ini belum dapat dimintai keterangannya.

Diketahui proyek yang membuat warga jengkel itu adalah proyek pembangunan dan perbaikan prasarana, sarana dan utilitas di lingkungan kawasan kumuh di kelurahan Rawa Badak Utara dan Tugu Selatan.

Proyek tersebut menggunakan APBD tahun 2026 sebesar Rp 3,6 miliar, masa kerja 96 hari kerja sejak kontrak 13 Agustus 2026. Kontraktor Pelaksana CV. Hotma Marojahan dengan konsultan pengawas PT Wisanggeni Jasa Teknik. (Sutarno)

Continue Reading
Advertisement

Trending