Connect with us

Hiburan

“Hapika” Bikin Heboh! Pokémon Pilih Happy Asmara dan Dangdut untuk Dekat dengan Warga Indonesia

Published

on

JAKARTA — Fenomena kolaborasi antara penyanyi dangdut koplo Happy Asmara dan The Pokémon Company sukses mencuri perhatian publik. Di balik kolaborasi unik tersebut, ternyata ada alasan khusus mengapa Pokémon memilih Happy Asmara sebagai ikon kolaborasi mereka di Indonesia.

Corporate Officer Pokémon, Susumu Fukunaga, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang ingin menghadirkan kolaborasi yang dekat dengan identitas musik Indonesia.

“Dari rencana awal kami memang ingin berkolaborasi dengan dangdut yang merupakan soul music Indonesia. Dan sebagai perwakilan dangdut, artis besar yang kami pilih adalah Happy Asmara,” ujar Fukunaga dalam sesi wawancara.

Tak hanya memilih artis dangdut populer, Pokémon juga secara khusus memilih lagu “Kopi Dangdut” sebagai bagian utama kolaborasi. Menariknya, lagu legendaris tersebut ternyata sudah cukup dikenal di Jepang dengan sebutan “Kopi Rumba”.

“‘Kopi Dangdut’ juga terkenal di Jepang dengan title ‘Kopi Rumba’. Kami tahu lagu ini sangat disayangi oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurut Fukunaga, nuansa dangdut dipilih karena dianggap paling cocok dengan konsep anime Pokémon yang identik dengan petualangan seru dan penuh keceriaan.

“Untuk anime itu kan melakukan perjalanan yang seru. Jadi tema yang cocok kami pilih dangdut, karena saat didengar juga jadi seru sendiri dan cocok dengan feel animenya,” lanjutnya.

Kolaborasi yang memadukan budaya pop Jepang dengan dangdut Indonesia itu ternyata tidak dibuat secara instan. Pokémon membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mempersiapkan proyek tersebut.

Salah satu tantangan terbesar selama proses produksi adalah menyesuaikan karakter Pikachu agar terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

“Bagian yang cukup sulit adalah menyesuaikan image Pikachu dengan kehidupan sehari-hari warga Indonesia,” ungkap Fukunaga.

Karena itu, dalam video musik kolaborasi tersebut, Pokémon mencoba menampilkan suasana yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Pikachu digambarkan hadir di tengah aktivitas santai seperti nongkrong, berbincang, hingga menikmati suasana khas lokal bersama warga.

“Tujuan terbesar kami adalah menampilkan image bahwa Pikachu dan Pokémon merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Meski Pokémon memiliki banyak karakter ikonik, pihaknya sengaja hanya menonjolkan Pikachu dalam proyek kali ini. Selain karena paling populer, pemilihan itu juga berkaitan dengan konsep nama kolaborasi “Hapika” yang menggabungkan unsur Happy dan Pikachu.

“Kalau ada Pokémon lain, kesannya jadi tidak fokus. Jadi kami fokus di Pikachu sendiri,” katanya.

Fukunaga menegaskan, tujuan utama Pokémon melalui kolaborasi ini adalah membuat masyarakat Indonesia semakin dekat dan menikmati dunia Pokémon dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan budaya lokal.

Ke depan, Pokémon juga membuka peluang menghadirkan kolaborasi baru di Indonesia, meski belum memastikan siapa artis berikutnya yang akan diajak bekerja sama.

“Kami akan lihat dulu bagaimana reaksi teman-teman di Indonesia terhadap kolaborasi ini. Setelah itu baru kami pikirkan lagi apa yang bisa dilakukan ke depannya,” tutupnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seni Budaya

BFF Akan Gelar Konser Mini Lagu-Lagu Batak Kenangan

Published

on

Jakarta, hariansentana.com – KOMUNITAS “Batak Friends Forever” (BFF) akan mrnggelar konser mini Lagu-lagu Batak kenangan di W & S Cafe Cilandak Town Square (Citos) lantai dasar, Jumat, 25 September 2026, mulai pukul, 19:00 WIB.

Konser bertajuk; “DI INGOT HO DOPE” mengundang para “My Batak Friends Forever” yang terdiri dari lintas Suku dan Agama.

“Kita (BFF) pakai kata “My” di depan Batak Friends Forever untuk memberi kesan bahwa orang batak itu mudah bersahabat, terbuka, setia dan pejuang. karakter inilah yang ingin kita tularkan ke sahabat kita di luar batak,” terang Koordinator BFF, Leecarlo Lumbangaol di W & S Cafe, Rabu (24/09/2026) malam.

Adapun artis batak yang akan memeriahkan konser mini itu yakni: Trio E2I, Putri Silitonga, Erick Sihotang dan lainnya, dengan music Director, Markus Hutasoit.

Filosofi orang batak lainnya yang ingin dibagikan kepada sahabat batak adalah bahwa orang batak, sesusah dan semiskin apapun tetap berjuang menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya.

“Ada prinsip di orangtua batak bahwa anak harus lebih sukses dari orangtuanya. misalnya, orangtuanya cuma taman SMA, kerja jadi supir, anaknya harus Sarjana dan kerja jadi pegawai atau di atas supir,” ungkap Leecarlo.

Tentang konser mini di cafe W&S, Leecarlo menjelaskan. tamu yang hadir dibatasi 150, maksimal 170 orang dengan harga tiket berbeda-beda.

“Sudah full booking, untuk VIP Rp.5 juta untuk table 5 orang, free 1 botol minuman Wisky impor, terendah kelas Standing Rp. 200 rb dapat Softdrink, ada yang kelas sofa A & B, harga Rp, 2,5 – 3 juta pertable untuk 4 orang free sebotol Wisky impor,” jelasnya.

Para pendiri (Founder) Batak’s Friends Forever

Lewat konser mini ini pula, BFF ingin mengingatkan generasi muda batak, baik yang perantauan dan yang sudah lahir, besar di kota perantauan seperti Jakarta untuk ingat dan mau membangun Bona Pasogit (kampung halaman).

“Kedepan kita (BFF) akan bikin konser musik – budaya Batak yang lebih besar lagi seperti; diadakan di Stadion dengan jumlah hadirin yang lebih besar,” ujar Leecarlo.

Diketahui, BFF didirikan oleh 5 sekawan pemuda batak. mereka adalah; Leecarlo Lumbangaol (koordinator BFF), Rahma br. Situmorang (Bendahara BFF), V Simanjuntak, David Pakpahan dan Paul Siagian.

Continue Reading

Hiburan

CAS Production Siapkan Last Witness sebagai Jembatan Menuju Layar Lebar

Published

on

By

JAKARTA, Sentana — CAS Production mulai memperluas langkahnya dalam mengembangkan produksi film dengan menghadirkan karya kedua berjudul Last Witness. Film yang masih dipasarkan melalui platform YouTube tersebut diposisikan bukan sekadar sebagai tontonan digital, tetapi juga menjadi ruang bagi para pemain untuk mengasah kemampuan sebelum masuk ke produksi layar lebar.

Hal itu disampaikan tim produksi dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (5/9/2026) di sebuah kafe di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan produksi perdana yang mengangkat genre horor, Last Witness menawarkan cerita yang lebih berfokus pada konflik keluarga, luka masa lalu, serta persoalan balas dendam. Pergeseran genre tersebut menjadi bagian dari upaya CAS Production menguji kemampuan pemain dalam membawakan karakter dengan konflik yang lebih kompleks.

Perwakilan tim produksi mengatakan, setiap proyek yang dibuat menjadi bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pemain maupun tim di balik layar.

“Ini masih tahap pembelajaran. Kita ingin mereka mengevaluasi apa yang sudah mereka lakukan, mengoreksi kekurangan masing-masing, supaya ketika nanti disiapkan untuk yang lebih besar lagi, mereka bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Jadi Ruang Belajar Pemain Muda

Kehadiran sejumlah pemain berpengalaman juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Aktor Yama Carlos dan Catherine Wilson turut ambil bagian dalam Last Witness, sehingga para pemain muda dan pendatang baru memiliki kesempatan belajar langsung dari aktor yang lebih berpengalaman.

Dalam film tersebut, Yama Carlos berperan sebagai Pak Dharmo, sedangkan Catherine Wilson memerankan karakter Bu Rini.

Sementara itu, jajaran pemain lainnya terdiri dari Tsani Prillia sebagai Naya/Nara, Kefan Sj sebagai Raka, Musa Zulfikar sebagai Adit, Dewanti sebagai Tari, Rumyrach sebagai Kirana, Taufik Hidayat sebagai Dion, serta Fadli sebagai Faris.

Tim produksi juga menerapkan pendekatan karakter yang relatif dekat dengan kepribadian para pemain. Strategi tersebut dinilai dapat membantu pemain, khususnya mereka yang masih minim pengalaman akting, untuk lebih mudah beradaptasi dengan karakter yang dimainkan.

Meski demikian, pendekatan natural tersebut tetap diarahkan untuk membantu pemain memahami pentingnya pendalaman karakter dan disiplin dalam proses produksi film.

YouTube Bukan Tujuan Akhir

Pemilihan YouTube sebagai platform penayangan juga menjadi bagian dari strategi CAS Production dalam mengembangkan karya sekaligus melihat respons penonton.

Bagi tim, respons publik terhadap Last Witness dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekuatan maupun kekurangan produksi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal ketika CAS Production mulai meningkatkan skala produksi.

“Kita memang ingin mereka lebih siap. Jadi ketika waktunya sudah tepat dan masuk ke layar lebar, mereka sudah mempunyai pengalaman dan lebih matang,” lanjutnya.

CAS Production juga membuka peluang untuk menghadirkan produksi dengan genre yang berbeda pada proyek berikutnya. Setelah mengawali perjalanan melalui film horor dan kemudian menghadirkan Last Witness dengan pendekatan konflik keluarga, drama menjadi salah satu genre yang berpotensi dieksplorasi.

Dengan demikian, Last Witness tidak hanya menjadi proyek film kedua CAS Production. Produksi ini sekaligus menjadi bagian dari proses membangun talenta, menguji konsep cerita, serta mempersiapkan tim untuk menghadirkan karya dengan skala yang lebih besar.

YouTube dalam perjalanan tersebut ditempatkan sebagai salah satu tahapan menuju target yang lebih jauh, yakni membawa karya dan para pemain CAS Production ke industri layar lebar.

Continue Reading

Seni Budaya

Warga Cibinong Indah 1 Meriahkan Peringatan Malam 17 Agustus dengan Lomba dan Tukar Kado

Published

on

By

Bogor, Hariansentana.com – Warga Perumahan Cibinong Indah 1, khususnya RT 03 RW 12 Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, turut memeriahkan peringatan Malam 17 Agustus 2026 dengan menggelar berbagai kegiatan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Ketua RT 03 RW 12, Wahyu, mengajak warga untuk terus menjaga kekompakan antar tetangga.

“Saya mengajak warga agar tetap akrab sesama tetangga. Jika ada kerja bakti, mari kita saling tolong menolong dan bahu membahu dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan,” ujar Wahyu yang akrab disapa Pak Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menambahkan rangkaian acara malam 17-an diisi dengan doa bersama. Selain itu juga digelar berbagai perlombaan seperti tangkap belut, makan kerupuk, dan tangkap bebek untuk anak-anak.

“Malam ini juga ada tukar kado dan makan bersama agar warga semakin akrab dan terjalin rasa kekeluargaan ,” jelas nya.

Harapan Masyarakat di Usia Kemerdekaan ke-81

Sementara itu, salah satu aktivis buruh, Deka, menyampaikan rasa syukurnya atas kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun.

“Kami bersyukur dapat menikmati kemerdekaan ke-81 ini. Saya berharap pemerintah memperhatikan masyarakat agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sesuai yang pernah disampaikan Presiden dan Wakil Presiden agar tercipta banyak lapangan pekerjaan,” paparnya.

Kegiatan malam 17-an di RT 03 RW 12 ini berlangsung meriah dan penuh keakraban, menjadi wujud semangat gotong royong warga dalam menyambut Hari Kemerdekaan.(.Ron)

Continue Reading
Advertisement

Trending