Connect with us

Published

on

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Reses, MHH Bantu Pembebasan Lahan Pembangunan Sekolah

Published

on

By

Jakarta, HarianSentana.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, M.Hatta Hehanussa (MHH) menjaring aspirasi masyarakat dalam program Reses di Dusun Waipitu, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (18/5/2020).

Sebelumnya di hari yang sama, MHH juga bertandang ke Negeri Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB, untuk membagikan beras kepada warga kurang mampu, yang dirangkai dengan jaring aspirasi masyarakat.

Dalam kunjungannya itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku ini mengajak warga untuk mendorong pembangunan pemerintah dengan cara, memberikan program prioritas yang dapat diperjuangkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku. “Sekiranya, apa yang disampaikan langsung dari masyarakat, akan lebih bermanfaat untuk kepentingan bersama di hari mendatang,” kata dia dalam pesan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Di Iha, tak saja membagikan beras dalam kemasan 5Kg kepada warga kurang mampu, MHH juga membagikan Al-Quran kepada pengurus TPQ Assalam, yang diterima langsung oleh Ketua TPQ Ustad Yassa Asawala.

Hal yang sama juga dilakukan MHH saat bertemu warga di Waiputih. Ia banyak menerima masukan dari warga terkait kondisi pembangunan di dusun itu. “Berbagai persoalan yang menonjol dan patut menjadi perhatian pemerintah, seperti, minimnya fasilitas pendidikan, masalah listrik yang tidak normal hingga kini, pentingnya pengadaan program peningkatan ekonomi masyarakat hingga persoalan sosial, lengkap dengan persoalan tapal batas di wilayah itu,” paparnya.

Hatta mengakui, semua masukan yang telah disampaikan oleh warga, selanjutnya akan menjadi bahan kepadanya untuk diperjuangkan di DPRD Provinsi Maluku. “Sebab, beragam masukan yang sudah disampaikan oleh warga ini perlu menjadi perhatian pemerintah baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, hingga pemerintah pusat, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk di wilayah Seram Bagian Barat,” pungkasnya.(sl)

Continue Reading

Daerah

Kunjungi Dapil, Hehanussa Prihatin dengan Kondisi Banjir di Buano

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Bencana banjir yang menimpa Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Selasa (25/2/2020) terjadi akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Selasa hingga Rabu (26/2/2020) yang menyebabkan meluapnya Telaga Namaola.

Anggota DPRD Provinsi Maluku, dari daerah pemilihan Kabupaten SBB, M. Hatta Hehanussa SE di tengah kesibukannya menyempatkan diri mengunjungi warga terdampak bencana tersebut pada Minggu (01/3/2020).

Kehadiran kader Partai Gerindra ini disambut hangat warga termasuk Ketua BPD Buano Utara, Bakri Nanlette. “Kunjungan ke dapil ini sengaja saya lakukan untuk melihat dari dekat warga yang terdampak bencana banjir ini,” kata Hehanussa dalam keterangan resminya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Rabu

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami para warga terdampak banjir, dan berharap persoalan luapan air ini tidak dianggap sepela oleh para pihak terkait. “Saya harap persolan seperti ini jangan dianggap remeh dan harus segera disikapi dalam bentuk tindakan nyata misalnya dengan membenahi kawasan tersebut,” tukasnya.

Menurut dia, salah satu cara untuk mengatasinya sementara, adalah dengan membuat timbunan di daerah yang lebih rendah agar air tidak meluap ke rumah warga. “Ini penting agar daya luapan tidak lagi menguat ketika hujan deras. Dan yang paling urgen adalah membangun drainase sebagai tempat pembuangan langsung menuju arah laut. Jika tidak, maka selamanya rumah warga akan selalu menjadi korban,” paparnya.

Hehanussa mengaku akan menyampaikan persoalan ini langsung ke Komisi III DPRD Maluku, agar dapat disikapi secara bersama-sama. “Menurut saya harus ada intervensi Pemprov, sehingga pihak Balai Jalan dan Jembatan maupun Balai Sungai bisa ikut terlibat,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, persoalan banjir tidak bisa dianggap remeh, apalagi, saat ini BMKG telah mengeluarkan maklumat, kalau Maluku termasuk salah satu wilayah yang akan mengalami hujan lebat di bulan Maret ini.

“Kondisinnya memang sangat memperihatinkan. Jadi kalau tidak dilakukan penimbunan maka selamanya akan terus begini. Makanya, kita panggil pihak terkait untuk dibicarakan bersama guna mencari solusi yang tepat,” tutup Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku ini.

Sementara Ketua BPD Buano Utara, Bakri Nanlette yang ikut mendampingi Hehanussa mengungkapkan ada sebanyak 119 unit rumah warga di Desa Buano Utara yang terendam air setelah Telaga Namaola meluap ketika terjadi hujan deras pada Selasa, 25 Februari 2020 hingga Rabu, 26 Februari 2020.

Namun kata dia, saat ini warga telah meninggalkan rumah-rumahnya untuk sementara, dan memilih tinggal di rumah saudaranya yang berada jauh dari lokasi air bah. “Belum ada perhatian Pemda Kabupaten sampai saat ini kepada masyarakat yang mengalami musibah. 119 rumah terendam dan belum diperhatikan,” ungkap Bakri.

Ia tidak menampik ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBB yang menyalurkan Sembako kepada warga. “Hanya saja, Sembako tersebut tidak cukup untuk melayani warga yang jumlahnya mencapa 700 jiwa tersebut,” ucapnya.

“Warga juga tidak sempat membawa barang-barang yang ada di dalam rumah, karena air meluap dengan begitu cepat, ketika terjadi hujan deras sejak malam hingga siang, 26 Februari 2020,” tutup Bakri.(sl)

Continue Reading

Daerah

Buffer Zona TPA Cipayung Akan Dijadikan Taman Hutan Kota Depok

Published

on

Depok, Sentana

Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan pemantauan ke lokasi perluasan daerah penyangga (buffer zone) Tempat Pembuangan akhir (TPA) Cipayung di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Pasalnya, saat ini buffer zone seluas 7,9 hektar tersebut telah rampung pengadaan lahannya.

“Tahun 2019 sudah selesai pengadaan lahannya seluas 7,9 hektar. Sekarang saya ingin melihat lebih jelas lagi di mana posisinya dan bagaimana garis kontur tanahnya, untuk bahan kajian terkait perencanaan selanjutnya, apa saja yang bisa ditata di sini,” ujarnya, usai meninjau lokasi buffer zone.

Dikatakan Mohammad Idris, perluasan buffer zone yang dimaksud bukan sebagai tempat pembuangan sampah.. Tetapi, sebagai daerah penyangga untuk mencegah agar bau sampah dari TPA Cipayung tidak tecium ke wilayah lain.

“Tahap selanjutnya kita akan mengusulkan kepada pihak provinsi dan pihak terkait agar lokasi dapat menjadi pusat taman hutan kota. Jadi, ini bukan pembuangan sampah. Karena untuk pembuangan sampah kita sudah punya jatah di TPA Nambo yang ada di kawasan Gunung Leutik, Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, nantinya di lahan buffer zone tersebut akan dibuat jogging track untuk masyarakat, Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau penghalang lainnya agar bau sampah dapat terserap.“Jadi, saya tegaskan sekali lagi bahwa buffer zone ini bukan untuk pembuangan sampah tetapi sebagai daerah penyangga,” tutupnya. (Raul)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 HarianSentana.com. Theme by PT. Ciptamedia Kreasi.