Nasional
BALAIN Dukung Langkah Diplomasi Menlu Bebaskan Sandera
Jakarta, HarianSentana.com – Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa (BELAIN) mendukung penuh langkah-langkah diplomasi Menteri Luar Negeri RI dan tindakan persuasi Menteri Kelautan dan Perikanan, serta terobosan-terobosan advokasi dalam membela setiap WNI yang menghadapi persoalan hukum, intimidasi tt8iiiikekerasan dan ancaman teroris di wilayah perbatasan kelautan maupun di negara lain.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah yang telah ditempuh dalam membela WNI yang tertimpa persoalan hukum, juga intimidasi kekerasan dan ancaman teroris baik di wilayah perbatasan kelautan maupun di negara lain,” kata Direktur eksekutif BELAIN, Abdussalam Hehanussa di Jakarta, Senin (20/1/2020).
BELAIN juga mengucapkan terima kasih kepada menteri Malaysia (APPM), Kepala Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Menlu Philipina, Komandan Pasukan Komando Mindanao Barat (Westmincom) dan anggota keluarga prajuritnya yang ikut gugur dalam operasi pembebasan sandera WNI atas jasa-jasanya membela nelayan Indonesia.
“Pada kesempatan ini kami kembali menyerukan kepada semua ormas kepemudaan, ormas dan netizen medsos untuk ikut aktif mengkampanyekan aksi solidaritas ASEAN, dan meningkatkan kerjasama kebudayaan, kapasitas ekonomi dan politik dalam menghadapi dampak ancaman geo-strategis di kawasan Asia Tenggara,” paparnya.
Menurut Abdussalam, pihaknya juga terus memonitor prestasi pemulangan 15 nelayan KM Abadi Indah oleh kapal pengawas Hiu Macan Tutul 02 yang sebelumnya ditangkap tanggal 5 Januari 2020 di wilayah kelautan Malaysia. “Dan ini telah menjadi bukti nyata kerjasama persuasif Kementerian Kelautan dan Perikanan serta bantuan serius Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APPM),” tukasnya.
Aksi solidaritas ASEAN lainnya, dibuktikan oleh pihak pasukan komando Mindanao Barat (Westmincom) Philipina yang ikut membebaskan 2 nelayan Indonesia, dari 3 orang yang diculik oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG), pimpinan Khatib Hajan Sawadjaan dan Radulan Sahiron, tanggal 24 September 2019 di perairan Pulau Tambisa, Lahad Datu, Sabah Malaysia.(sl)