Ekonomi

Warga Dua Kalurahan di Gunungkidul Antusias Sambut Program CSR Desa Berdaya Energi yang Dicetuskan PLN EPI

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Warga Kelurahan Karangasem dan Kelurahan Gombang, Gunungkidul, Yogyakarta menyambut antusias program CSR Desa Berdaya Energi yang sudah lama dicetuskan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai subholding  PLN Group. Pasalnya, program tersebut mampu menggerakan perekonomian dan membawa berbagai manfaat. 

Menurut Lurah Karangasem Parimin, sebelum benar-benar dilibatkan, masyarakat mendapat berbagai pelatihan dari PLN. Adapun pelatihan itu meliputi pelatihan pengolahan pakan ternak hingga pembuatan pupuk yang diolah dari kotoran hewan ternak.  

“Selain pengolahan pupuk organik, tadi juga ada kegiatan untuk pelatihan ya pemberian makanan bergizi bagi stunting. Jadi khusus Karangasem semua itu ada 11 stunting itu sudah diadakan diberikan tambah gizi dan perkembangannya sudah cukup bagus sampai saat ini,” kata Parimin.

Adapun penanganan stunting di kedua kelurahan ini adalah dengan memanfaatkan susu kambing perah yang juga diberdayakan warga setempat. Di mana pembudidayaan kambing perah ini juga masuk dalam ekosistem pengembangan biomassa. 

“Selain itu juga ada pemberdayaan budidaya kambing perah, tadi sudah disampaikan sebanyak kurang lebih 20 ekor. Kemudian kandangnya sudah sesuai dengan tata kelola yang yang bagus karena kami sudah dilantik juga bersama PLN beberapa bulan yang lalu,” papar Parimin. 

Tidak hanya itu, kata dia, program ini juga mampu menggerakan UMKM yang dijalankan kelompok ibu-ibu di dua kelurahan tersebut, mereka memanfaatkan dedaun tanaman biomassa sebagai bahan baku pewarnaan batik. 

Saat ini program ecoprint ini sudah berjalan sesuai harapan, hanya saja mereka masih kekurangan rumah produksi, di mana rumah produksi yang dipakai sekarang ini masih sewa. “UMKM juga berjalan itu untuk pembuatan ecoprint juga itu sudah berjalan baik,” ucap Parimin. 

Sementara itu, Lurah Gombang, Supriyanto mengatakan, mayoritas masyarakatnya yang terlibat dalam program PLN EPI menggarap tanah milik Sultan Yogyakarta. Total luas tanah yang digarap adalah 6 hektare, dan saat ini masih terdapat sebagian lahan kosong yang segera ditanami bibit tanaman biomassa. 

“Kita punya sekitar 6 hektar, termasuk di sebelah sini (bukit) yang piringan ini masih masuk tanah Sultan,” tuturnya. 

Dikatakan, program ini disambut baik Sultan Hamengkubuwono X yang sampai mengijinkan warga untuk menggarap tanahnya, karena program ini memberi dampak langsung kepada warga. 

“Sultan kan yang penting tanah itu digunakan untuk kepentingan masyarakat diperbolehkan, termasuk untuk menanam indigofera ini,” tutupnya.

Energi Pengganti Batu Bara

Di tempat yang sama, Sekper PLN EPI Mamit Setiawan menyebut penduduk di kedua kelurahan membudidayakan berbagai tanaman yang dapat diolah menjadi energi pengganti batu bara seperti Kaliandra merah, Gmelina, Gamal dan Indigofera. Adapun bagian tanaman yang bakal diambil PLN untuk diolah adalah bagian batang.

Sementara daunnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti untuk pakan ternak dan pewarna batik. Hanya saja dari berbagai tanaman yang dibudidayakan yang paling berhasil adalah Indigofera lantaran kemarau berkepanjangan yang melanda sejak tahun lalu.

“Kelebihan Indigofera setahu saya, selain bisa menjadi pakan ternak, juga bisa menjadi pewarna batik. Dan harganya kalau dijadikan ini cukup mahal. Jadi pewarna batik ini,” kata Mamit.

“Jika sudah besar, batangnya sudah tinggi, maka ini yang akan digunakan sebagai produk biomassa. Jadi nanti ditebang, setelah itu nanti dari bumdes akan mengumpulkan dan kemudian akan dijadikan sodas. Nah ini yang ke depannya akan kita lakukan,” tambahnya.

Pada November 2024 nanti, PLN EPI bersama warga di kedua kelurahan bakal menanam 50 ribu pohon biomassa, penanaman dilakukan setelah panen 100 ribu pohon yang segera dilakukan dalam waktu dekat ini. 

“Dan ini rencana ini nanti di bulan November kita akan melakukan penanaman sebanyak 50 ribu pohon di Gombang dan juga di Karangasem,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan pembudidayaan 50 ribu pohon baru ini, PLN EPI memproyeksikan bakal menghasilkan 300 ton biomassa setahunnya. “Kita saat ini sudah menanam 100 ribu pohon, diharapkan nanti bisa memproduksikan biomassa sebanyak 300 ton per tahunnya,” ucapnya.(s)

Click to comment

Trending

Exit mobile version