Ekonomi

SP FKPPA Tegaskan Tolak Ahok Jadi Bos Pertamina

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Rencana pemerintah yang akan menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menjadi salah satu petinggi di PT Pertamina (Persero) ditolak Serikat Pekerja (SP) Pertamina, termasuk Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Akif (SP FKPPA).

Menurut Ketua Umum SP- FKPPA, Nur Hermawan,  rencana penunjukkan Ahok tersebut menjadi kabar yang kurang baik karena yang bersangkutan pernah menjalani masa hukuman atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu, Ahok juga dinilai tidak memiliki pengalaman dalam mengelolah bisnis energi khususnya Migas.

Hal ini dikatakan Nur Hermawan kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Senin (18/11). “Kehadiran Basuki Tjahaja Purnama merupakan titik awal kemunduran dari perusahaan yang kami banggakan ini. Disamping itu perlu diketahui Basuki Tjahaja Purnama telah terdaftar juga menjadi salah satu anggota partai dimana kekwatiran akan Independensi dan Integritas sangat diragukan,” kata Nur.

Lebih jauh ia mengatakan, rencana penunjukkan Ahok sebagai petinggi di Pertamina sarat dengan kepentingan sehingga disaat mengambil keputusan akan bertentangan dengan prinsip Good Corporate Gorvenance (GCG). Untuk itu Kementerian BUMN perlu mempertimbangkan segala saran dan masukan oleh semua kalangan termasuk di dalamnya FSPPB yang telah diakui keberadaaan dan eksistensi sebagai mitra strategis dari PT. Pertamina (Persero) yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagaimana diatur didalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “Apabila penolakan ini tidak digubris maka sebagai dukungan moral, SP FKPPA akan melakukan renungan kreatif demi menjaga kedaulatan energi dan keberlangsungan bisnis perusahaan,” ujarnya.

“Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan tertentu yang menggunakan dan menunggangi isu ini untuk menggerogoti serta melemahkan bisnis Pertamina. Kalian akan selalu berhadapan dengan kami SP FKPPA ketika melakukan hal tersebut,” tukasnya.

Menurut dia, penunjukan Ahok yang tidak memiliki pengalaman dalam mengelolah bisnis Energi khususnya Migas merupakan titik awal kemunduran dari perusahaan yang dibanggakan tersebut. “Selain itu Ahok juga sudah terdaftar menjadi salah satu anggota partai dimana kekhawatiran akan Independensi dan Integritasnya sangat diragukan,” pungkasnya.(rif)
Penulis: Syarief Lussy

Click to comment

Trending

Exit mobile version