Peristiwa

Sita Motor Dan Handphone Pelajar Yang Sedang Belajar Kelompok di Taman, Orang Tua Kecam Tindakan Staf Kelurahan Semper Barat Dinilai Arogan

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Salah satu dari orang tua siswa Agung Adiyanto Lesmono, warga yang tinggal di Kecamatan Koja Jakarta Utara,mengecam aksi Sekretaris Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara yang dinilai berlebihan, dan terkesan arogan terhadap peserta didik anaknya.

Hal itu dikatakan Agung kepada media usai mengetahui kendaraan motor dan ponsel milik anaknya disita pihak kelurahan Semper Barat, Jumat (10/11/2023)..

Menurutnya, penyitaan barang milik anaknya itu dinilai termasuk tindakan diluar batas.

Agung menjelaskan, penyebab ditahannya kendaraan motor dan handphone anaknya itu, berdasar laporan warga. Melihat putranya dan beberapa temannya sedang berkumpul di Taman Dewa Ruci, kelurahan Semper barat kecamatan Cilincing, sekira pukul 11.30 WIB mengenakan seragam sekolah di bungkus Jaket..

Agung pun tak menampik, membenarkan terkait aktivitas anaknya tersebut, dan mengaku salah. “Memang anak saya kedapatan duduk – duduk di taman Dewa Ruci bersama teman – temannya saat jam belajar sekolah,” kata dia.

Namun ia mempertanyakan tindakan arogansi yang dilakukan pihak staf Kelurahan Semper Barat, saat melakukan pembinaan kepada anaknya tersebut.

“Pertanyaannya, aturannya itu dari mana? Kok Hp dan motor anak saya turut disita? Kemudian anak tersebut disuruh pulang agar melaporkan kepada orang tua dan gurunya.” Seharusnya, ujar Agung bukan seperti itu caranya. Anak saya terkesan seperti penjahat telah melakukan tindakan kriminal saja, semua barangnya disita? “Gak seperti itu caranya,” ucap dengan meluapkan kekecewaannya pada pihak Kelurahan.

Sementara, salah seorang siswa berinisial A. menjelaskan kalau dia duduk duduk di Taman Dewa Ruci sedang membahas tugas kelompok yang ditugaskan guru. “Ia pak kami sedang berbagi tugas dengan teman yang diberikan guru. Kenapa kami pilih lokasi di Taman Dewa Ruci karena tempatnya adem dan sejuk,” jelasnya.

Sementara ditempat terpisah, Lurah Semper Barat Ahmad Rosiwan, ketika dihubungi melalui telepon membenarkan hal tetsebut dilakukan pihaknya. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya tawuran antar pelajar,” Kata dia.

“Sekarang gini, kalau dari pihak pemerintah gak peduli terhadap anak sekolah ditemukan nongkrong saat jam belajar, terus terjadi hal tidak diinginkan? Siapa yang rugi? tentunya orangtua siswa itu sendiri kan,” ujar Lurah Ahmad Rosiwan, menjawab pertanyaan wartawan.

Namun demikian, ia menjelaskan jika hasil pemeriksaan kepada pelajar, lurah mengaku belum bisa memastikan para pelajar itu apa membawa alat atau senjata tajam yang bisa digunakan untuk melakukan aksi tawuran.

“Saya belum dapat info kalau masalah itu, menjelaskan usai menahan kendaraan bermotor dan handphone milik pelajar itu, pihaknya langsung menghubungi pihak sekolah tapi tidak datang katanya Rosiwan.

Pihak kelurahan semper barat mencurigai pelajar akan tawuran sebelumnya, Kamis 9 November 2023, sekira pukul 11.00 WIB kemarin. Petugas Tiga Pilar Kelurahan Semper Barat, menerima laporan dari warga Dewa Ruci, terdapat sejumlah pelajar sedang nongkrong saat jam sekolah di Taman Dewa Ruci.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi, mendapatkan enam pelajar siswa SMK berada di Jakarta Utara, sedang asyik nongkrong.

Saat ditemui, petugas tidak membawa para pelajar itu ke kelurahan. Melainkan meminta dan menyita telepon genggam serta sepeda motor milik pelajar dibawa ke Kelurahan Semper Barat.( Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version