Ekonomi
Kemendag-Bukalapak Fasilitasi UMKM Ekspor ke Lima Negara
Jakarta, HarianSentana.com – Menteri Perdagangan, Agus Suparnanto mengatakan, untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mengekspor produknya ke lima negara Kementrian Perdagangan bekerja sama dengan flatform niaga eleltronik (e-commerce) Bukalapak.
“Melalui Bukalapak dengan fitur Bukaglobal di dalamnya, ekspor dapat dilakukan melalui platform online dan diharapkan dapat membantu ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Agus Suparmanto di Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (10/12).
Mendag menjelaskan, melalui kerja sama dengan Bukalapak, pemerintah berupaya meningkatkan ekspor produk dalam negeri bagi 1.000 pelaku UMKM ke lima negara. “Pelaku UMKM yang terpilih umumnya menjual makanan minuman, kerajinan, perhiasan, kosmetik, pakaian seperti batik dan apparel, hingga produk-produk berbahan dasar herbal,” ujarnya.
Lewat BukaGlobal, fitur baru yang diluncurkan sejak Mei 2019 ini, ekspor dapat dilakukan kelima negara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan dan Hongkong.
Sementara kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Doddy Edward dengan Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid, yang disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Doddy Edward menjelaskan kerja sama ini merupakan komitmen pemerintah dan Bukalapak dalam mendukung 1.000 pelaku UKM meningkatkan skala usaha dan produk, serta memanfaatkan e-commerce (niaga-el) untuk memasarkan secara efisien.
“Dilihat dari sisi pemasaran, platform niaga-el jauh lebih menguntungkan karena sistem penjualan yang menggunakan internet sehingga tidak mengeluarkan biaya tinggi,” kata Doddy.
Sementara itu, Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan fitur BukaGlobal ditujukan menjawab tantangan pelaku UMKM saat ini, yaitu mendapatkan akses pasar dan inrastruktur yang dapat diandalkan.
“Kerja sama kami dengan pemerintah, terkait pelatihan kepada pelaku usaha, seperti tips dan trik untuk bisa berjualan di ‘online’, karena mungkin teman-teman UKM sudah ada yang punya produk bagus, tapi tidak tahu bagaimana cara memasarkan secara digital,” kata Fadjrin.(sl)