Ekonomi
Telkom Percepat Pembangunan Ekosistem Digital Nasional
Jakarta, HarianSentana.com – PT Telekomunikasi Indonesi Tbk berkomiten mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional untuk mendukung Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
“Telkom siap membangun dan mengembangkan digital platform dan digital services. Bahkan Telkom siap menghadirkan ‘national digital platform’, di mana semua pelaku industri termasuk startup dapat memanfaatkannya,” kata Direktur Strategic Portfolio Telkom, Achmad Sugiarto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Menurut dia, pesatnya perkembangan teknologi turut mempengaruhi bisnis TelkomGroup yang kini tengah bertransformasi menjadi digital telco company.
“Tidak hanya membangun digital connectivity melalui infrastruktur telekomunikasi, tetapi ruang inovasi para startup Indonesia untuk menjadi the next digital entrepreneur tahun 2020 juga masih sangat besar potensinya dan untuk itu TelkomGroup siap berkolaborasi,” papar Achmad.
Achmad mengatakan Telkom saat ini fokus mengembangkan digital platform, seperti Data Center, Big Data, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence, Cloud, Security dan Payment/Blockchain.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pemerintah mengakselerasi ekonomi digital, serta mendukung industri 4.0. Ini menjadi kontribusi Telkom untuk mendukung Indonesia menjadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, Direktur Portfolio MDI Ventures, Sandhy Widyasthana menyampaikan tahun 2020, pihaknya terus mencari startup potensial dengan fokus utama pada sektor fintech, healthcare, logistics, new retail, edutech, deep tech, dan lainnya.
“TelkomGroup akan memberikan benefit buat para startup agar yang dialiansikan dengan di-alignment-kan dengan delivery channel TelkomGroup, seperti Telkomsel, enterprise, consumer, wholesale dan international,” ujar Sandhy.
Founder Bukalapak Achmad Zaky, mengatakan bahwa ekosistem digital sekarang sudah jauh lebih maju sehingga membuat para pemain lebih mudah untuk mengembangkan startup.
Saat ini Indonesia sedang memasuki era “second wave digital revolution”. Startup tidak hanya wajib memiliki product-market fit, tetapi juga harus dapat melihat regulator sebagai partner.(sl)