Ekonomi

SKKMigas: Sektor Asuransi Akan Terus Dilibatkan Dalam Kegiatan Hulu Migas

Published

on

Jakarta,HarianSentana.com– Kegiatan hulu minyak dan gas (migas) sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional secara konsisten ingin terus meningkatkan kerjasama dengan terus melibatkan asuransi nasional dalam pengelolaan hulu migas.

Hal ini dikatakan Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko dalam webinar bertajuk “Peran Asuransi Dalam Menunjang Kegiatan Hulu Migas”, yang selenggarakan Energy Watch bekerjasama dengan Ruangenergi, Rabu (14/07).

“SKK Migas melakukan pengelolaan asuransi hulu migas dengan membentuk konsorsium asuransi, baik asuransi aset dan sumur maupun asuransi proyek konstruksi. Dan kita memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada perusahaan asuransi nasional untuk dapat berpartisipasi,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya konsorsium tersebut SKK Migas bersama KKKS melakukan serangkaian proses tender dengan persyaratan dan penilaian yang cukup ketat. “Ini penting karena SKK Migas ingin memastikan bahwa perusahaan asuransi yang menjadi anggota konsorsium adalah perusahaan yang baik dan sehat secara keuangan dan mumpuni dalam segi teknis asuransi khususnya asuransi migas,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, pengelolaan asuransi secara konsorsium terbukti bisa memberikan nilai tambah dari kedua belah pihak yaitu SKK Migas, KKKS dan industri asuransi. Pasalnya, selain memberikan proteksi yang terbaik bagi seluruh aset dan kegiatan hulu migas, pengelolaan asuransi secara konveksi juga bertujuan antara lain untuk efisiensi cost recovery baik dari penyelesaian klaim maupun dari besaran premi asuransi yang sejauh ini masih sangat kompetitif.

“Kemampuan perusahaan asuransi nasional berdasarkan hal tersebut maka tidak berlebihan bila tersebut masih merupakan pola yang terbaik dalam pengelolaan asuransi migas sehingga layak untuk dipertahankan dan dikembangkan,” ujarnya.

Pihaknya berharap agar hubungan dan kerjasama yang sudah baik selama ini antara industri hulu migas dengan industri asuransi dapat terus ditingkatkan agar bisa menjawab tantangan hulu Migas ke depan yang menuntut nilai besar teknologi dan informasi yang lebih kompleks serta risiko yang lebih tinggi lagi,l.

“Tentu saja hal itu harus dilewati dalam upaya kita mencapai target hulu migas maupun target ekonomi nasional khususnya dalam melaksanakan 4 strategi dalam memenuhi target produksi minyak sebesar 1 juta BOPD dan produksi gas sebesar 12 BSCFD di tahun 2030,” paparnya.

“Disamping itu juga tetap memberikan perlindungan yang komprehensif dalam penyelesaian klaim yang optimum dan premi yang tetap kompetitif dan tentunya secara resiprokal juga memberikan manfaat bagi kemajuan industri asuransi itu sendiri,” tandas Arief.

Masih menurut Ariif, keterlibatan industri asuransi dalam kegiatan hulu migas sudah cukup panjang, dan sebagai penanggung resiko industri asuransi telah banyak berperan dalam mendukung kegiatan hulu migas hingga saat ini.

“Tentu saja dukungan yang sangat nyata dari sisi penyelesaian klaim sebagaimana yang diperjanjikan dalam polis, karena selama ini asuransi terbukti mampu menunaikan janjinya tersebut, di mana telah klaim-klaim yang dapat diselesaikan secara baik dan optimal,” tukasnya.

“Tidak hanya itu pihak asuransi juga selama ini telah mampu menekan nilai premi seefisien dan seefektif mungkin dengan tetap menjaga terms and condition yang komprehensif meskipun di tengah gejolak kondisi pasar internasional yang fluktuatif dan tidak pasti,” tutup Arief.(s)

Click to comment

Trending

Exit mobile version