Ekonomi

Selalu Dipimpin Pihak Luar, Pertamina Krisis Pimpinan?

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Pembicaraan terkait mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah dipanggil Menteri BUMN, Erick Thohir dan dikabarkan akan menjadi direksi BUMN diantaranya di Pertamina atau PLN terus bergulir di rana publik.

Namun Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) lebih tertarik menyoroti soal kenyataan yang terjadi beberapa periode terkahir ini bahwa Direktur Utama Pertamina selalu diduduki figur dari luar Pertamina.

Menurut Direktur Eksekutif Puskepi, Sofyano Zakaria, di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya satu orang karier Pertamina yang dipercaya sebagai Dirut yakni Ari Soemarno yang menggantikan posisi Widya Purnama yang juga orang non karier Pertamina.

“Setelah dicopotnya Ari Soemarno oleh SBY yang diganti dengan Karen Agustiawan yang juga bukan orang karier Pertamina, maka di masa pemerintahan Jokowi berturut turut kursi Dirut Partamina diduduki oleh orang luar pertamina seperti Dwi Sucipto, Elia Masa Manik dan Nicke Widyawati,” kata Sofyano kepada HarianSentana.com di Jakarta, Jumat (15/11).

Sofyanio mengatakan, jika Ahok yang nanti ditetapkan sebagai Direktur Utama Pertamina, maka dia termasuk orang ke lima berturut-turut  yang duduk sebagai Dirut Pertamina yang bukan berasal sebagai orang karier Pertamina.

“Selama ini sudah empat kali berturut turut kursi Dirut Pertamina diduduki oleh orang non karier dan ternyata hasilnya pun biasa-biasa saja. Apakah pemerintah yang berkuasa tak percaya dengan kemampuan orang karier Pertamina sehingga tidak mau  menempatkan mereka menduduki kursi Dirut Pertamina?” tanya Sofyano.

Lebih jauh ia mengatakan, jika Ahok atau orang luar Pertamina lagi yang nanti terpilih sebagai Dirut Pertamina, maka hal itu bisa dipercaya publik dan membuktikan bahwa pemerintah masih tetap tidak “percaya” dengan kemampuan orang karier Pertamina sehingga kembali memilih orang luar memimpin Pertamina.

“Jika nanti Dirut Pertamina diganti lagi, dan ternyata orang luar yang k3 bali dipercaya maka hal itu bisa dipahami bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi gagal membina orang Pertamina sehingga belum dipercaya memimpin BUMN ini,” paparnya.

Selain itu juga menimbulkan pertanyaan, apakah selama ini Dirut Pertamina dan atau Menteri BUMN tidak berhasil membina orang karier Pertamina sehingga mereka tidak dipercaya dan tidak pantas mendapat kesempatan memimpin Pertamina. “Jadi sesungguhnya siapa yang tidak mampu dalam hal ini,” tanya Sofyano lagi.

“Apakah kali ini jika Nicke Widyawati dicopot dari kursi Dirut Pertamina maka kursi nomor 1 Pertamina tak akan diduduki lagi oleh orang karir Pertamina? Hanya Presiden dan menteri bumn lah yang bisa menjawab ini,” kata Sofyano.

Namun menurutnya, ada beberapa kriteria yang tepat buat Dirut Pertamina diantarannya paham masalah Pertamina baik internal maupun eksternal, kemudian pejabat karier atau orang yang pernah di Pertamina, dan teruji mampu berinteraksi dengan politisi atau DPR.

“Selain itu harus benar-bejnar paham bisnis energi dan permasalahan energi, memiliki wawasan dan pengetahuan yang mumpuni dengan latar belakang pendidikan mininal S2 serta diterima di semua kalangan,” pungkasnya.

Sebagai ilustrasi, bahwa Pertamina yang merupakan sebuah BUMN besar hanya memiliki beberapa orang yang berkarier di luar atau hanya bisa dihitung dengan 5 jari saja. Antara lain Dirut PELNI Insan Tobing, kemudian Nina Sulityowati yang pernah sebentar menduduki kursi Direktur Pemasaran Garuda dan Insanudin di Pelindo.(sl)
Penulis: Syarief Lussy

Click to comment

Trending

Exit mobile version