Ekonomi

Plt Kepala BNP2TKI Melepas 128 PMI ke Korea Selatan

Published

on

Depok, HarianSentana.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak melepas pemberangkatan sebanyak 128 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan.
Pelepasan pemberangkatan PMI Program G to G Korea Selatan ini merupakan pelepasan perdana pada tahun 2020. Sebanyak 128 PMI akan bekerja pada sektor perikanan dan sektor manufaktur di Korea Selatan.
“Ini adalah pilihan dan langkah awal dari keberhasil untuk meraih kesuksesan. Bekerjalah dengan baik di Korea Selatan,” ujar Tatang saat melepas para calon PMI di Depok, Senin (6/1/2019).
Menurut Tatang, dari tahun ke tahun BNP2TKI telah mengirimkan ribuan PMI ke Korea Selatan. Seperti Tahun 2019 sebanyak 6.426 PMI telah ditempatkan ke negeri ginseng. Selama bekerja disana, para PMI akan mendapatkan gaji bersih sekitar RP 21 juta perbulannya.
“Tidak hanya ke Korea dalam waktu dekat kita akan tempatkan PMI ke seluruh dunia tentunya mengirim PMI yang terampil. Karena kebutuhan tenaga kerja asing di dunia sangat tinggi, BNP2TKI sudah menembus pasar ke Eropa Barat,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan, pemerintah juga terus melakukan pencegahan PMI Non Prosedural. “Untuk langkah ini dukungan penuh kepada semua pihak sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Sementara, Deputi Penempatan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, menyampaikan bahwa pelepasan pemberangkatan PMI Program G to G Korea Selatan merupakan kegiatan rutin yang telah ditetapkan oleh HRD Korea Selatan.
Menurutnya, pada tahun 2019 BNP2TKI telah menempatan sebanyak 6.426 PMI ke Korea Selatan. Sedangkan untuk tahun 2020 ini merupakan pelepasan perdana PMI ke Korea Selatan.
“Kami memandang penting pelepasan ini sebanyak 128 PMI akan bekerja di sektor perikanan dan sektor manufaktur. PMI tersebut terdiri dari 123 laki laki dan 5 orang perempuan. Kita berharap penempatan ini menjadikan lebih banyak lagi kedepannya,” ujar Teguh.
Sebanyak 128 PMI tersebut berasal dari Provinsi Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. PMI tersebut terbanyak dari Kabupaten Cilacap, Cirebon, Grobogan dan Indramayu.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala BNP2TKI juga meresmikan penggunaan gedung Pusdiklat Graha Insan Cita sebagai tempat pelayanan PMI program G to G Korea Selatan.
Tatang juga mengungkapkan, bahwa saat ini BNP2TKI sudah tidak ada lagi karena sudah diganti dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). “Ini merupakan perubahan fundamental tata kelola PMI yang sesuai dengan amanat Undang-undang No 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.
“Saya senang dengan lembaga baru ini, PMI terampil dan profesional akan terus ditingkatkan. Ke depan kita akan mengajukan gedung sendiri untuk pelayanan penempatan PMI,” tambah dia.
Dalam UU baru tersebut, kata dia, perubahan nama TKI juga diganti dengan PMI. “BP2MI semaksimal mungkin melakukan perlindungan kepada PMI dengan melakukan pencegahan sejak awal agar PMI terlindungi,” pungkasnya.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version