Uncategorized

PLN Siap Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan efisiensi secara besar-besaran untuk menghemat anggaran korporat dalam melakukan operasional.

Menurut Zulkifli, perusahaan yang ia pimpin tidak akan melakukan pemborosan anggaran dalam melaksanakan tugas. “Kepada seluruh jajaran saya sudah berpesan untuk menjaga kinerja keuangan dengan baik, rasio keuangan juga harus baik dan efisien,” katanya saat RDP dengan DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
^^^^^
Ia sempat mengutarakan sebelumnya, neraca keuangan perusahaan yang sehat merupakan salah satu poin penting bagi PLN agar dapat melaksanakan mandat pemerintah.

“Tidak ada perusahaan yang mampu melaksanakan mandat kecuali keuangannya baik. Jadi kami, direksi maupun komisaris akan upayakan agar keuangan PLN sehat neracanya, sehat cash flownya,” ujar Zulkifli Zaini.

Di samping itu, PLN kata dia, juga telah melaksanakan mandatori biodiesel pada pembangkit listrik berbasis diesel untuk mendukung pemerintah mengurangi impor BBM. Sesuai aturan pemerintah, imbuhnya PLN telah melaksanakan mandatori biodiesel 20% (B20) meningkat menjadi B30.

Meski begitu, penggunaan biodiesel pada pembangkit diesel justru menghasilkan emisi lebih besar dibandingkan murni menggunakan solar. Pihaknya menyatakan bahwa emisi B30 lebih besar 1,3 kali dibandinkan B20. Begitu juga penggunaan B100, emisinya justru meningkat mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih besar dibandingkan B30.

Selain itu juga menimbulkan kerak pada mesin dan berpotensi merusak komponen mesin pada pembangkit diesel (pembangkit listrik tenaga diesel/PLTD) “Sebaiknya penggunaan CPO ini diterapkan pada mesin diesel yang memang di desain menggunakan bahan bakar nabati,” katanya.

PLN juga dituntut untuk mengatasi pemadaman listrik dan tarif yang terjangkau bagi masyarakat. “Kami menyadari harapan masyarakat, kita harus mampu atasi pemadaman listrik, sudah tentu tarif harus terjangkau,” katanya.

Dengan demikian, meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) juga menjadi poin penting, sehingga perusahaan lebih transparan dan akuntabel.

“Transparansi, keterbukaan kepada publik, kecepatan bertindak namun dengan struktural yang baik dan risiko yang terukur,” pungkasnya.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version