Ekonomi
Pengamat Ekonomi Yakin Strategi Prabowo Mengatasi Kebijakan Tarif Impor Trump
pengamat ekonomi john palinggi soal kebijakan tarif impor Trump
Jakarta, hariansentana.com – PENGAMAT Ekonomi, Dr, John N Palinggi yakin Presiden Prabowo punya strategi mumpuni untuk mengatasi dampak kebijakan tarif impir Presiden USA, Donald Trump.
“Kita tidak bisa menyalahkan Donald Trump atas kebijakannya soal tarif impor karena itu demi kepentingan negaranya. yang bisa kita lakukan terhadap dampak kebijakan tersebut adalah membuat strategi bagaimana mestabilkan perekonomian kita dan saya yakin Presiden Prabowo mampu,” kata John Palinggi di Jakarta, Rabu (09/04/2025).
Salah satu strategi Prabowo mengatasi stabilitas ekonomi Indonesia adalah menghapus quota impor untuk produk-produk menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Kebijakan itu tepat. jadi perusahaan yang mampu untuk impor lebih baik diberikan izin dengan begitu harga barang menjadi lebih murah. selain itu juga tak perlu banyak birokrasi yang berbelit. Apalagi kebijakan untuk penunjukan importir oleh pemerintah biasanya dimanfaatkan oleh oknum untuk mengisi dompetnya,” ungkapnya.
Menurut Ketua Umum Assosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor (ARDIN) ini, kita tidak usah berpikir jauh soal perang dagang AS-China dan kebijakan tarif impor Trump, yang harus dipikirkan adalah mencari solusi jika ada dampak akibat situasi tersebut agar perekpnomian nasional stabil.
“Jangan sampai pabrik di Indonesia tutup. saya kenal betul pak Prabowo adalah sosok ahli strategi dan paham betul budaya dan kultur Amerika karena lama di sana,” ujar John Palinggi.
Yang dibutuhkan saat ini, kata John. masyarakat mendukung pemerintah dalam menghadapi dampak ekonomi global pun terkait kebijakan tarif impor Trump tersebut.
“Bersabar melihat upaya pemerintah, beri dukungan kepercayaan kepada pemerintahan Presiden Prabowo untuk mengatasinya. jangan gampang-gampang menilai, mencaci maki Presiden dan menebar pesimisme. mengatasi masalah ini bukan seperti makan cabai langsung terasa pedas,” tutur John.
John Palinggi menegaskan bahwa tidaklah mudah mengurus suatu negara atau pemerintahan, apalagi yang mendapatkan warisan hutang yang begitu banyak.
“Tidak ada hasil suatu kebijakan langsung terasa. langsung tercipta kesejahteraan. pak Prabowo juga harus memikirkan bagamana menanggulangi cicilan hutang pokok 800 Triliun, bunga pinjaman 400 triliun. jadi, berikan ketenangan pemerintah untuk bekerja,” tukasnya.
Menurut John Palinggi, diutusnya Menko Ekonomi Erlangga Hartarto. Menkeu dan Menlu RI ke USA menemui Trump oleh Presiden Prabowo adalah untuk melakukan komunikasi, saling menghormati mencari solusi.
“Banyak orang bilang itu Negosiasi, bukan, tidak ada negosiasi di situ. itu diplomasi, komunikasi saling menghormati. Sepulang mereka pulang dari Amerika. pak Prabowo akan mendapatkan informasi yang akan dijadikan pijakan dalam membuat kebijakan,” ujarnya.
Banyak negara merespon kebijakan tarif impor Trump dengan melakukan konfrontasi dengan menaikan tarif impor produk Amerika, namun Indonesia memilih jalan konsultasi.
“Langkah yang dilakukan Presiden Prabowo terhadap kebijakan tarif impor Trump adalah komunikasi bukan konfrontasi dan itu menurut saya sudah tepat. karena kita tidak akan mampu melawan negara besar seperti Amerika dan China. kita harus tahu siapa diri kita dan orang lain agar bisa menyesuaikan diri,” ujar John.
Hal itu kata John tidak berarti mengurangi semamgat kemandirian ekonomi, Kemandirian pangan dan energi serta Berdiri di kaki sendiri (Berdikari) seperti yang diikrarkan Prabowo saat dilantik menjadi Presiden RI.