Ekonomi

Mahasiswa Punya Peran Penting Dalam Pengelolaan Energi Nasional

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Aktivis Kedaulatan Energi yang juga mantan Presiden Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Ugan Gandar mengungkapkan, bahwa mahasiswa dari setiap disiplin ilmu mempunyai peran penting dalam pengelolaan energi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Ugan dalam seminar Nasional bertema “Mengokohkan Peran Mahasiswa dalam Mempertahankan Kedaulatan Energi Agar Terwujud Pasal 33 UUD 1945 yang dijiwai Semangat Ideologi Pancasila” yang digelar Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh di Gedung Multipurpose, PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Jumat.

“Untuk itu, perlu sinergitas dari seluruh komponen khususnya semangat mahasiswa mulai menjaga, memelihara hingga memperjuangkan energi nasional melihat Indonesia itu memiliki potensi sumber energi terbarukan yang besar, dan kita harus sanggup mengola dan menjaganya,” kata Ugan.

Sementara Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPPB), Arie Gumilar dalam presentasinya memaparkan bahwa sebuah bangsa yang kuat dan mandiri harus memiliki ketahanan dari sisi energi, serta bisa memanfaatkan kekuatan energi tersebut. “Bangsa yang kuat harus punya ketahanan dari sisi emergi, dan yang paling penting bisa memanfaatkan kekuatan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Co-founder Baran Energy
Triharsa Adicahya menceritakan bagaimana perjalanan start-up Baran Energy yang bergerak di bidang perakitan dan pengemasan baterai Lithium. “Peluang dan prospek bisnis energy storage berbasis bahan lithium ini sangat menjanjikan seiring dengan perkembangan yang sangat pesat di bidang kendaraan listrik dan energi surya,” kata pria yang akrab disapa Mas Adi iti.

Ketua Program Pascasarjana Teknik Energi Terbarukan Unimal, Dr. Adi Setiawan mengungkapkan sejumlah sumber potensial energi yang ada di Indonesia yang perlu dimainkan oleh mahasiswa guna mempertahankan kedaulatan emergi. “Ada banyak opsi teknologi konversi energi serta peran-peran penting yang perlu dimainkan oleh mahasiswa dalam rangka mempertahankan kedaulatan energi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DEM Aceh, Didi Supriadi menyebutkan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di garis khatulistiwa dan sangat melimpah untuk dikembangkan energi terbarukan. Dia juga mengajak seluruh peserta seminar untuk sadar akan energi untuk kepentingan kita bersama mewujudkan kedaulatan energi yang tertuang dalam konstisusi kita pasal 33 uud 45.

“Aceh merupakan daerah yang sangat kaya sumber daya alam nya, dan itu bisa kita tinjau dari segi manapun, baik dari sejarah maupun dari apa yang kita lihat sekarang, maka sangat disayangkan jika kekayaan sumber daya alam aceh tidak dinikmati oleh masyarakat aceh sendiri. Maka dari sini kita pemuda aceh, harus sadar bahwa kita kaya dan jangan sampai kekayaan energi yang kita miliki hanya dikuasai oleh segelintir,” kata Didi.

Selain dihadiri perwakilan BEM yang ada di Aceh, pengurus Himpunan mahasiswa jurusan serta lembaga eksternal kampus, sejumlah peserta yang berasal dari perwakilan pengurus DEM Sulawesi Utara, Serang Banten, Banyumas, Riau dan Sumatera Utara juga hadir pada seminar tersebut.
Acara yang dihadiri sekitar 200 orang peserta itu menjadi kegiatan perdana Dewan Energi Mahasiswa Aceh di awal tahun 2020 ini.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version