Ekonomi

Langkah Pemerintah Canangkan Konversi Elpiji ke Kompor Induksi Disambut Baik

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan menyambut baik konversi kompor elpiji ke induksi yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, melalui pilot project di Solo dan Bali itu, masyarakat penerima manfaat memberikan testimoni yang positif.

“Pilot project di Denpasar dan Solo menunjukkan hasil memuaskan, testimoni semua positif, semua mendukung. Testimoni menyebutkan konversi ini lebih mudah, murah, nyaman, dan keren,” kata Doddy dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (05/8/2022).

Terkait besaran daya listrik, menurut dia, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan daya listriknya saat menggunakan kompor induksi.

“Pelanggan tidak perlu khawatir listrik di rumah tidak cukup saat memasak dengan kompor induksi, karena khusus penerima manfaat diberikan jalur listrik khusus untuk memasak di dapur dengan daya 2.800 watt yang hanya dapat digunakan memasak dengan kompor induksi,” tutup Doddy.

Sebelumnya Koordinator Harga Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ferry Triansyah mengajak masyarakat beralih dari menggunakan kompor elpiji ke induksi listrik. Hal itu debagai upaya mengurangi penggunaan energi berbasis impor,

Ia mengungkapkan, bahwa setiap tahun harga elpiji terus meningkat. Di sisi lain, pemerintah berkewajiban memberikan subsidi harga elpiji bagi masyarakat yang kurang mampu, sehingga besaran subsidi pun kian meningkat.

“Kompor induksi, akan mampu mengurangi kesenjangan devisa negara dengan memanfaatkan penggunaan energi listrik yang tersedia dengan kapasitas cukup di Indonesia,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, program kompor induksi juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.

“Impor elpiji kita itu kurang lebih 77 persen. Jadi untuk mengantisipasinya maka penggunaan elpiji harus beralih ke energi listrik untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi energi berbasis impor,” ungkap Ferry.

Menurut dia, pemerintah bersama PLN telah melakukan proyek percontohan konversi kompor elpiji ke induksi di Solo, Jawa Tengah, dan Bali untuk masing-masing 1.000 keluarga penerima manfaat dengan daya 450 VA dan 900 VA.

“Dalam pilot project ini masyarakat diberikan kompor induksi dan di-setting listriknya untuk menyesuaikan kebutuhan kompor induksi tanpa mengubah daya yang sebelumnya sudah kontrak dengan PLN,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) M Indra Al Irsyad menyebutkan negara lain telah terbiasa menggunakan kompor induksi.

Ia pun berharap penggunaan kompor induksi dapat diimplementasikan secara masif di Indonesia.

“Sebelumnya, telah dilakukan studi di 13 negara mengenai penggunaan kompor induksi dan hasilnya, responden sepakat memasak menjadi lebih hemat, lebih cepat, lebih bersih, dan lebih nyaman,” ujar Indra.

Talkshow sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo terkait transisi energi tersebut dilakukan dengan mengundang antara lain camat, lurah, dan ibu rumah tangga sebagai sarana sosialisasi manfaat penggunaan kompor induksi sekaligus praktik memasak dengan kompor induksi.

Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terkait pentingnya konversi ke kompor induksi, meningkatkan pengalaman penggunaan kompor induksi untuk memasak sehari-sehari, mengenalkan keunggulan dan kelebihan memasak dengan kompor induksi, dan menjadikan kompor induksi sebagai gaya hidup baru masyarakat.()

Click to comment

Trending

Exit mobile version