Daerah
Kunjungi Dapil, Hehanussa Prihatin dengan Kondisi Banjir di Buano
Jakarta, HarianSentana.com – Bencana banjir yang menimpa Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Selasa (25/2/2020) terjadi akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Selasa hingga Rabu (26/2/2020) yang menyebabkan meluapnya Telaga Namaola.
Anggota DPRD Provinsi Maluku, dari daerah pemilihan Kabupaten SBB, M. Hatta Hehanussa SE di tengah kesibukannya menyempatkan diri mengunjungi warga terdampak bencana tersebut pada Minggu (01/3/2020).
Kehadiran kader Partai Gerindra ini disambut hangat warga termasuk Ketua BPD Buano Utara, Bakri Nanlette. “Kunjungan ke dapil ini sengaja saya lakukan untuk melihat dari dekat warga yang terdampak bencana banjir ini,” kata Hehanussa dalam keterangan resminya yang diterima HarianSentana.com di Jakarta, Rabu
Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami para warga terdampak banjir, dan berharap persoalan luapan air ini tidak dianggap sepela oleh para pihak terkait. “Saya harap persolan seperti ini jangan dianggap remeh dan harus segera disikapi dalam bentuk tindakan nyata misalnya dengan membenahi kawasan tersebut,” tukasnya.
Menurut dia, salah satu cara untuk mengatasinya sementara, adalah dengan membuat timbunan di daerah yang lebih rendah agar air tidak meluap ke rumah warga. “Ini penting agar daya luapan tidak lagi menguat ketika hujan deras. Dan yang paling urgen adalah membangun drainase sebagai tempat pembuangan langsung menuju arah laut. Jika tidak, maka selamanya rumah warga akan selalu menjadi korban,” paparnya.
Hehanussa mengaku akan menyampaikan persoalan ini langsung ke Komisi III DPRD Maluku, agar dapat disikapi secara bersama-sama. “Menurut saya harus ada intervensi Pemprov, sehingga pihak Balai Jalan dan Jembatan maupun Balai Sungai bisa ikut terlibat,” ucapnya.
Lebih jauh ia mengatakan, persoalan banjir tidak bisa dianggap remeh, apalagi, saat ini BMKG telah mengeluarkan maklumat, kalau Maluku termasuk salah satu wilayah yang akan mengalami hujan lebat di bulan Maret ini.
“Kondisinnya memang sangat memperihatinkan. Jadi kalau tidak dilakukan penimbunan maka selamanya akan terus begini. Makanya, kita panggil pihak terkait untuk dibicarakan bersama guna mencari solusi yang tepat,” tutup Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku ini.
Sementara Ketua BPD Buano Utara, Bakri Nanlette yang ikut mendampingi Hehanussa mengungkapkan ada sebanyak 119 unit rumah warga di Desa Buano Utara yang terendam air setelah Telaga Namaola meluap ketika terjadi hujan deras pada Selasa, 25 Februari 2020 hingga Rabu, 26 Februari 2020.
Namun kata dia, saat ini warga telah meninggalkan rumah-rumahnya untuk sementara, dan memilih tinggal di rumah saudaranya yang berada jauh dari lokasi air bah. “Belum ada perhatian Pemda Kabupaten sampai saat ini kepada masyarakat yang mengalami musibah. 119 rumah terendam dan belum diperhatikan,” ungkap Bakri.
Ia tidak menampik ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBB yang menyalurkan Sembako kepada warga. “Hanya saja, Sembako tersebut tidak cukup untuk melayani warga yang jumlahnya mencapa 700 jiwa tersebut,” ucapnya.
“Warga juga tidak sempat membawa barang-barang yang ada di dalam rumah, karena air meluap dengan begitu cepat, ketika terjadi hujan deras sejak malam hingga siang, 26 Februari 2020,” tutup Bakri.(sl)