Ibukota
Gubernur Pramono Anung, Cek Langsung Kali Cakung Tegaskan Komitmen Atasi Banjir Kelapa Gading
Jakarta, Hariansentana.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau pengerukan Kali Cakung di wilayah RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, kota administrasi Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Kelapa Gading.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pramono didampingi oleh Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, (PLT) Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin, Anita camat kelapa gading Serta perwakilan warga dan perangkat RW setempat.
“Saya melihat langsung pengerukan di Sungai Cakung Lama. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta serius menangani persoalan banjir yang sering dikeluhkan warga Kelapa Gading,” ujar Pramono di lokasi.
Pramono menyebutkan, banjir di kawasan Kelapa Gading kerap terjadi saat hujan dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 40 sentimeter. “Karena di daerah ini rata-rata kalau terjadi hujan, air naik sampai 30-40 cm,” jelasnya.
Proyek pengerukan Kali Cakung ini mencakup panjang 8 kilometer yang terbagi dalam 11 segmen dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Selain pengerukan, di ujung Kali Cakung, Pemprov DKI juga akan membangun Pompa Bulak Cabai untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Menariknya, hasil pengerukan sedimen dari kali tersebut akan dibawa ke Ancol dengan pengawasan ketat untuk memastikan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Jadi, hasil pengerukan nanti akan dibuang ke Ancol dan prosesnya kami awasi dengan ketat,” tambah Pramono.
Turut hadir dalam kunjungan ini, Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara Muhammadong dan Kasatpel PP Kecamatan Kelapa Gading Delky Siregar. Kedatangan Gubernur disambut baik warga dan pengecekan berjalan lancar.
“Alhamdulillah, pengecekan pengerukan kali oleh Pak Gubernur berjalan dengan lancar,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan banjir Jakarta tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diupayakan hingga ke lapangan. Warga berharap proyek ini dapat membawa perubahan nyata.(Sutarno)