Musik & Film
Film CLBK: Ketika Cinta Lama Mengetuk Kembali di Babak Kehidupan yang Berbeda
JAKARTA – Benarkah cinta sejati tak pernah benar-benar pergi? Pertanyaan itulah yang menjadi benang merah dalam film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK), sebuah drama romantis yang mengangkat kisah tentang kesempatan kedua, luka masa lalu, dan makna memaafkan.
Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, film CLBK tidak hanya menyuguhkan romansa dua insan yang dipertemukan kembali setelah puluhan tahun berpisah. Lebih dari itu, film ini mengajak penonton menyelami bagaimana kisah cinta yang belum selesai dapat memengaruhi kehidupan generasi berikutnya.
Cerita berpusat pada Raka dan Ambar, pasangan muda yang tengah mempersiapkan pernikahan mereka. Hubungan yang dipenuhi harapan itu mendadak diuji setelah terungkap bahwa nenek Raka, Sita, dan kakek Ambar, Aby, pernah menjalin kisah cinta yang kandas di masa lalu. Pertemuan kembali keduanya membuka luka lama yang belum sepenuhnya sembuh dan tanpa disadari ikut mengguncang masa depan Raka dan Ambar.
Konflik inilah yang membuat Film CLBK terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Tidak sedikit keluarga yang menyimpan kisah cinta, penyesalan, maupun rahasia yang tak pernah benar-benar usai. Ketika masa lalu kembali hadir, setiap orang dihadapkan pada pilihan: mempertahankan luka atau membuka pintu maaf.
Daya tarik film ini semakin kuat berkat penampilan dua aktor senior, Slamet Rahardjo dan Widyawati, yang mampu menghadirkan emosi melalui dialog sederhana dan tatapan penuh makna. Sementara itu, Sintya Marisca dan Iskak Khivano berhasil merepresentasikan dinamika pasangan muda yang harus berjuang mempertahankan cinta di tengah bayang-bayang masa lalu keluarga mereka.
Dengan balutan drama romantis yang diselingi komedi ringan, Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) menawarkan tontonan yang hangat sekaligus menyentuh. Penonton tidak hanya diajak mengikuti perjalanan kisah cinta, tetapi juga merenungkan sebuah pertanyaan sederhana: apakah kesempatan kedua selalu berarti kembali memiliki, atau justru menjadi jalan terbaik untuk saling mengikhlaskan?
Pada akhirnya, Film CLBK menyampaikan pesan bahwa tidak semua cinta harus berakhir dengan kebersamaan. Ada kalanya cinta menemukan makna tertingginya ketika seseorang memilih memaafkan, merelakan, dan memberi ruang bagi masa depan untuk tumbuh tanpa dibebani luka masa lalu.
Sutradara dan Penulis film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) Ivander Tedjasukmana menyebur jika Film ini sudah lama tersimpan dalam ‘library’ saya, hampir 10 tahun.
“Baru dapat kesempatan
tahun lalu bisa diproduksi, dan tayang 2026 ini. Luar biasa banget sih rasanya,” katanya saat sesi jumpa pers di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.
Dia juga menyebutmen-direct dua orang senior dalam satu frame itu jadi tantangan tersendiri baginya,
“yaa namanya senior, dikasih arahan sedikit sudah langsung paham. Saya belajar banyak sama
mereka,” tambah Ivander ketika mengomentari momen saat shooting bersama Pak Slamet
Rahardjo dan Ibu Widyawati.
Pernyataan tentang kepuasan terhadap film ini juga disampaikan oleh Vladimir Rama, CoProducer sekaligus Founder MIR Productions,
“Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman
didalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kita butuh film-film seperti ini untuk bisa dinikmati
oleh pecinta film Indonesia. Saya puas dengan hasilnya,” tegasnya.
“Meskipun genrenya drama romantis, tapi bumbu komedinya cukup kental. Para cast sangat bisa memainkan semua perannya dengan sangat baik. Kalau ingin membuktikan seperti apa adu
akting lintas generasi, silahkan saksikan filmnya 2 Juli nanti di Bioskop ya”, tutupnya.