Nasional

DPRD dan Pemprov DKI Perkuat Anggaran Kesejahteraan Warga

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin menegaskan komitmennya melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI dalam menjalankan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan Suhud, DPRD DKI, akan mengoptimalkan tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni pembentukan peraturan daerah (perda), pengawasan, dan penganggaran.

Di bidang legislasi, DPRD akan mendorong lahirnya berbagai perda yang mampu mempercepat pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan warga Jakarta.

“Sejumlah perda yang dihasilkan sangat dibutuhkan oleh warga Jakarta dan juga oleh eksekutif dalam menjalankan fungsinya serta pelaksanaan pembangunan di Jakarta,” ujar Suhud, Selasa (9/6).

Pada aspek pengawasan, DPRD DKI juga terus mengawal kebijakan Pemprov DKI. Berbagai masukan dan kritik yang disampaikan anggota dewan diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.

“Nah, itulah kolaborasi yang dimaksud. Artinya, tupoksi dari dewan ini berjalan,” kata Suhud.

Sementara dari sisi penganggaran, Suhud menegaskan, pihaknya memastikan program-program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas. Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), subsidi pangan, hingga program pengendalian banjir harus tetap berjalan meski Pemprov DKI tengah melakukan efisiensi anggaran.

Menurutnya, langkah efisiensi tidak boleh menyentuh anggaran yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dan kesejahteraan warga.

“Kami ingin memastikan tidak ada pemotongan atau pengurangan anggaran yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Suhud optimistis sinergi antara DPRD dan Pemprov DKI akan semakin kuat. Ia menyebut, komunikasi yang baik dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merupakan modal penting untuk menyampaikan masukan hingga evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan.

Selain itu, Suhud juga mendorong Pemprov DKI mengembangkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing agar Jakarta tidak hanya bergantung pada sumber pendanaan konvensional. Menurutnya, masih banyak potensi pendanaan yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Ia berharap, langkah tersebut dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan Jakarta tetap berjalan optimal tanpa mengurangi program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Masih banyak potensi pendanaan yang bisa dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Ini perlu didorong agar menjadi sumber pemasukan baru bagi Jakarta,” tandasnya.(Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version