Ekonomi
BPH Migas & Rekind Bangun Pipa Gas Cirebon-Semarang
Jakarta, HarianSentana.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui PT Rekaya Industri (Rekind) akan membangun proyek pipa ruas transmisi Cirebon-Semarang senilai US$ 169 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun.
“Proyek ini punya misi untuk membangun infrastruktur dan membangun ekonomi,” kata Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa saat Konferensi pers Ground Breaking Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Ruas Cirebon – Semarang, di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Menurut dia, proyek ini sesuai dengan rencana induk di mana pada tahun 2006 BPH Migas telah melakukan lelang ruas transmisi, dan Rekind ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek ini akan selesai dalam waktu 24 bulan.
Adapun kapasitas desain proyek ini adalah 350 sampai 500 MMSCFD. Di mana nilai toll fee yang akan berlaku adalah 0,36 US$ per MMBTU. Tarif toll fee ini sudah berdasarkan hasil lelang sehingga lebih efisien karena mendekati nilai toll fee tertimbang nasional yang sebesar 0,353 US$ per MSCF. “BPH Migas sudah memberikan toll fee di 62 ruas dengan rata-rata 0,35 US$ per MSCF. Kalau dilelang akan lebih efisien,” ujarnya.
Fanshurullaha berharap, dengan terlaksananya Pembangunan Ruas Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon – Semarang dapat mendorong pengembangan Kawasan-kawan industri baru di sepanjang jalur pipa Cirebon – Semarang.
“Kita berharap para pelaku industri juga dapat beralih dari penggunaan Bahan Bakar khususnya HSD dengan memanfaatkan Gas Bumi dalam pengoperasiannya, sehingga kita dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestik,” tukasnya.
Hal ini, kata dia, juga terkait dengan rencana Pemerintah Indonesia yang akan segera menghentikan pasokan gas ke Singapura tepatnya pada tahun 2023 atau 3 tahun mendatang dimana saat ini mengalirkan sebanyak 300 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) yang bertujuan untuk memenuhi pasokan dalam negeri.
“Berkaitan dengan ekspor gas bumi ke Singapura yang tidak akan diperpanjang pada tahun 2023 itu, maka pembangunan pipa Cirebon- Semarang ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa,” paparnya.
“Ke depan BPH Migas akan melaksanakan lelang ruas pipa transmisi seperti Ruas Dumai – KEK Seimangke serta Lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang telah diusulkan oleh Badan Usaha sejumlah 193 wilayah untuk peningkatan pemanfaatan Gas Bumi di Indonesia,” tambah Ifan.
Sementara Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman mengatakan, dengan dilaksanakannya groundbreaking ini menyiratkan bukti akan besarnya komitmen Rekind untuk merealisasikan proyek integrasi pipa gas trans – Jawa ini.
“Langkah ini menjadi penting dan strategis bagi Rekind, karena hadirnya ruas pipa transmisi gas ini dinilai mampu menjadi solusi pasokan energi gas yang berkelanjutan guna menyokong daya saing industri di Pulau Jawa. Apalagi, konsumen industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah sangat besar dan berpotensi sekali dalam mengerakkan sektor ekonomi di wilayah tersebut,” tukasnya.
Karena penting dan strategisnya proyek ini, kata dia, Rekind juga berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pelaksanaan Pembangunan Ruas Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon – Semarang ini sesuai dengan waktu yang disepakati.
“Hadirnya ruas pipa gas Cisem juga merupakan wujud terbangunnya ketahanan energi sebagai penggerak dan bagian integral dari peningkatan pembangunan ekonomi. Untuk itu kami berharap semua pihak yang terlibat dapat lebih kooperatif sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan,” tambah Yanuar Budinorman.(sl)