Polhukam

Walikota Jakbar Uus Kuswanto menijau Gang Royal Kelurahan Pekojan Setelah Ditertibkan

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto meninjau Gang Royal yang lokasinya berada di dua wilayah yakni kelurahan Pekojan Jakarta Barat dan kelurahan Penjaringan Jakarta Utara setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran tempat prostitusi di dalam jalan tersebut.

Uus mengatakan peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut pembongkaran bangunan tempat prostitusi yang melibatkan ratusan petugas gabungan pada Senin (16/10/2023) lalu

“Ini sebagai tindak lanjut penertiban yang dilaksanakan di Jakarta Utara dan di Jakarta Barat yang kita lakukan bersama agar permasalahan yang menjadi penyakit sosial di masyarakat di sekitar kawasan Gang Royal bisa selesai,” kata Uus saat ditemui wartawan di Gang Royal, kelurahan Pekojan jakarta barat, Selasa (17/10).

Hingga kini, pihak Uus fokus pada pengamanan aset milik PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI), yakni lahan berdirinya bangunan-bangunan prostitusi tersebut.(prostitusi) yang meresahkan masyarakat,” imbuh Uus.

Sementara itu, mengenai potensi perpindahan pekerja seks komersil (PSK) dari Gang Royal menuju tempat lain, Uus menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial setempat.

“Untuk masalah tersebut mungkin kami juga memberikan informasi atau koordinasi dengan Sudin Sosial untuk pengawasan terkait dengan kegiatan-kegiatan aktivitas yang mungkin terjadi migrasi atau perpindahan,” ucap Uus.

Selain itu, imbas Gang Royal yang berada di dua wilayah kota, yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat, Uus juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta.

“Karena ini (Prostitusi Gang Royal) ada di dua wilayah, Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sehingga ruang lingkupnya mungkin nanti kami juga sampaikan ke Dinas Sosial untuk mengawasi aktivitas-kegiatan masyarakat yang mungkin selama ini meresahkan,” katanya.

Sebelumnya, Polisi mengantisipasi lokasi penampungan PSK usai pembongkaran bangunan prostitusi Gang Royal, Jalan Bandengan Utara III, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat melibatkan 541 petugas gabungan pada Senin.

Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama menyebut pemberantasan prostitusi ilegal tidak hanya dilakukan dengan menertibkan lokasi, tetapi perlu menyasar serta mengantisipasi munculnya lokasi penampungan PSK lagi.

“Kalau kita melihat dari segi prostitusi, maka tidak bisa kita melihat hanya dari lokasi tempat prostitusi kemudian kita tertibkan, habis itu selesai. Karena kan prostitusi itu tidak hanya ada tempat untuk mereka melakukan praktik prostitusi tapi ada juga (antisipasi) lokasi penampungan PSK lainnya,” ungkap Putra saat ditemui wartawan di Jakarta pada Senin.

Sebelumnya petugas membongkar 35 bangunan prostitusi berkedok warung kopi di Jalan Bandengan Utara III, kelurahan Pekojan,kecamatan Tambora, Jakarta Barat oleh 541 petugas gabungan pada Senin.

“Nah, PSK ini kan bisa anak di bawah umur bisa juga dewasa, karena memang sudah jadi mata pencaharian, bisa juga mereka dengan keterpaksaan menjadi PSK. Maka melihat fenomena prostitusi itu tidak hanya di lokasinya (praktik prostitusi), tetapi juga lokasi penampungannya,” imbuh Putra. (Ahmad Hariri/Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version