Ibukota

Wali Kota Jakut Minta Jajarannya Hentikan Perilaku SBAB Sembarangan

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com — Wali Kota administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meminta seluruh jajarannya turun kebawah berkomitmen meniadakan perilaku buang air besar (BAB) sembarangan di seluruh wilayah seperti yang sudah dicapai Kelurahan Ancol kecamatan Pademangan jakarta utara.

Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri kegiatan deklarasi “Stop Bebas BAB Sembarangan” di Kelurahan Ancol kecamatan Pademangan Jakarta, Jumat (22/12/2023)

Ali menyatakan keinginannya agar Jakarta Utara meraih predikat kota sehat tingkat tertinggi atau “Swasti Saba Wistara” yang mengharuskan tidak ada lagi perilaku BAB di masyarakat sebagai salah satu syaratnya.

“Saya mau Jakarta Utara ke depannya mendapat penghargaan tingkat Wistara. Untuk itu, baik kecamatan dan kelurahan lainnya harus segera mengikuti, mencontoh apa yang sudah dilakukan Kelurahan Ancol,” kata Ali

Ali merasa senang dan mengapresiasi Kelurahan Ancol yang pada Jumat ini telah berinisiatif mendeklarasikan “Stop Bebas BAB Sembarangan”.

“Getok dan tularkan informasi yang baik di Ancol ini. Meski di tengah suasana hujan, tidak bisa membubarkan komitmen, semangat kita semua, untuk datang ke sini,” kata Ali.

Sehingga, kata Ali, kelurahan yang lain bisa lebih termotivasi setelah ini. Agar Jakarta Utara bisa merealisasikan nihil perilaku BAB sembarangan dan mengikuti verifikasi penghargaan kota sehat tingkat Wistara.

Namun, penghentian perilaku BAB sembarangan itu disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Jangan sampai, kata Ali, karena merasa wilayahnya kaya atau miskin, menjadi alasan tidak bisa berubah.

Padahal perilaku BAB sembarangan semestinya bisa berubah jika ada kepedulian kita terhadap lingkungan.

“Jangan menghakimi orang miskin itu tidak mengerti kesehatan, tentang agama, tentang adat-istiadat. Ini hanya perilaku dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mengubahnya, menjadi lebih sadar, lebih peduli kepada lingkungan juga kepada masyarakat,” ujar Ali.

Namun peningkatan akses sanitasi dasar di Jakarta Utara sangat penting, dan diperlukan pendekatan untuk mengubah kesadaran berperilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat sebagai cara pemicu dan mengejar ketinggalan akses sanitasi di Jakarta.(Sutarno)

Click to comment

Trending

Exit mobile version