Ekonomi

Tahun Ini Kemenperin Bidik 2.000 Pelaku Industri Kreatif

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – Kementerian Perindustrian tahun ini membidik lahirnya 2.000 pelaku kreatif sebagai bentuk keseriusan dalam memacu penumbuhan pelaku industri kreatif tanah air, yang dinilai mampu memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya seperti dikutip Antaranews, Jumat (03/2/2020).
“Sasaran itu kami wujudkan secara konkret melalui peran Balai Diklat Industri (BDI) di Denpasar, Bali, yang fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif dengan spesialisasi animasi, kerajinan dan barang seni,” katanya.
Menteri Agus menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM, termasuk di sektor industri. Ini menjadi potensi untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.
“Jadi, kami terus menciptakan SDM industri yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan desain dan penggunaan teknologi modern sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,” papar Menteri Agus.
Menurutnya, 2.000 pelaku industri kreatif bisa tumbuh melalui Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja) di BDI Denpasar. Mereka antara lain merupakan hasil lulusan pelatihan di bidang animasi, programming, desain grafis, game dan kerajinan.
Agus menambahkan, melalui BDI Denpasar, pihaknya optimistis mampu menelurkan perusahaan rintisan (startup) berbagai sektor.
“Karena di sini sudah terbangun ekosistem inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti terciptanya jenis aplikasi yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah untuk memeriksa pasien. Selain itu ada yang mendukung sektor pariwisata,” tuturnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, sepanjang 2018, industri kreatif mampu berkontribusi cukup signfikan terhadap PDB nasional, yang diproyeksi menembus Rp1.000 triliun.
Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version