Ekonomi
Standar Nasional, Mendorong Daya Saing Alat Kesehatan dan
Penguatan Ekonomi untuk Indonesia Emas 2045
Jakarta, Hariansentana.com – Direktur PT Cahaya Hasil Cemerlang Multi Manufaktur, Erwin Hermanto menerima sertifikat
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk alat Kesehatan timbangan bayi/anak dan timbangan dewasa dalam acara pembukaan kegiatan Bulan Mutu Nasional (BMN) dan Seminar Nasional 2025 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan BMN dan Seminar Nasional merupakan puncak acara standardisasi dan penilaian kesesuaian yang dilaksanakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama dengan para pemangku kepentingan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian setiap tahun sejak tahun 1991.
Kegiatan BMN dan Seminar Nasional tahun 2025 yang mengusung tema “Infrastruktur Mutu Nasional: Fondasi
Mutu, Mendorong Penguatan Ekonomi untuk Indonesia Emas 2045”. Tema ini sangat relevan dengan Visi Presiden RI dan Kebijakan RPJMN 2025-2029 menuju Indonesia Emas 2045 di mana infrastruktur mutu yang kuat sangat dibutuhkan dalam memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional untuk mewujudkan Indonesia maju dan berdaya saing.
Erwin Hermanto mengatakan, kegiatan BMN dan Seminar Nasional 2025 diharapkan dapat menjadi forum untuk meningkatkan kemitraan strategis antara industri alat kesehatan dalam negeri dengan para pemangku kepentingan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian serta instansi pengguna dan regulator di sektor industri kesehatan.
SNI adalah standar mutu nasional yang harus kita dukung, jaga dan kembangkan bersama karena merupakan standar resmi yang memberikan jaminan mutu, keamanan, konsistensi, dan keselamatan produk di seluruh Indonesia.”
Erwin menambahkan “Selain itu, SNI juga memiliki hubungan yang erat dan fundamental dengan kedaulatan negara, khususnya dalam aspek kedaulatan ekonomi dan perlindungan kepentingan nasional.
Pemberlakuan SNI, terutama yang bersifat wajib, berfungsi untuk mencegah masuknya produk bermutu rendah dari luar negeri. Ini adalah langkah kedaulatan ekonomi untuk melindungi konsumen domestik dari segi kualitas, keamanan, dan keselamatan, serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan tidak sehat.
Dengan adanya standar kualitas yang jelas, produk dalam negeri menjadi lebih terjamin mutunya, yang pada gilirannya memperkuat daya saing di pasar global dan membuka peluang ekspor.
Hal ini mendukung kemandirian dan kekuatan ekonomi nasional, yang merupakan pilar penting dari
kedaulatan negara.”
“Suatu negara yang maju dan berdaulat harus mampu menentukan standar teknis secara independen dalam mengatur produk dan layanan yang beredar di pasarnya sendiri serta mampu menentukan masa depan dan melindungi kepentingan rakyatnya di tengah arus globalisasi.” ujar Erwin.
Dengan memiliki SNI, pelaku usaha tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen dalam negeri, tetapi juga membuka peluang untuk diterima dan bersaing di pasar internasional, karena SNI sering disejajarkan dengan standar internasional. Konsumen tidak perlu lagi mempertanyakan mutu dari
produk ber-SNI” pungkasnya. (Red)