Pendidikan

Sekolah Baptis Elim Jalin Kerja Sama dengan IRIS Initiative Ajarkan Siswa Sadar Lingkungan

Published

on

JAKARTA, Sentana – Sekolah Baptis Elim Grogol Jakarta Barat menggandeng dua remaja Putri yakni Chrystabelle Keilana Adianca dan Janessa A. Sasmito yang memiliki program mengenai lingkungan hidup melalui berkesenian.

Bidang Humas dan Kewiraushaan Yayasan Pendidikan Baptis Indonesia, Debbie Rembeth mengatakan meski masih duduk di bangku SMA keduanya mampu menginiasi kelompok dan membentuk IRIS Initiative mengajak semua pihak untuk peduli lingkungan hidup.

“Dan Pada hari ini, sekolah Baptis Elim bersama keduanya melakukan kolaborasi dan mengadakan berbagai macam kegiatan seru dan bermakna melalui ‘School Cleaning Day’ di SD/SMP Baptis Elim,” kata Debbie, Sabtu (15/11).

Dalam kegiatan ini, puluhan Siswa-siswi SD & SMP diajak untuk membersihkan kelas, lingkungan sekolah dan menghias kelas. “Mereka menghias lingkungan sekolah dengan tanaman hidup dan akan dipilih Kelas terbaik,” ucapnya

Selain itu kegiatan bersih sekolah, dilakukan juga lomba foto bertema kebersihan dan lomba Pilah Pilih sampah. Yang tak kalah menariknya, sebelum kegiatan ini IRIS Initiative telah melakukan pelatihan membuat video mini untuk siswa-siswi SMP Baptis Elim.

“Ini dilakukan agar mereka dapat membuat mini video liputan kegiatan School Cleaning ini dan menjadikannya sebagai salah satu kampanye kebersihan dan keberlangsungan lingkungan hidup,” ujarnya.

Dilokasi yang sama, Chrystabelle Keilana menyatakan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan hidup berhubungan erat dengan keberlangsungan lingkungan hidup.

“Kebersihan lingkungan menjadi prasyarat penting untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan bagi semua mahluk hidup,” jelasnya.

Keilana juga menjelaskan alasan dirinya bersama Janessa memasukan pemahaman lingkungan hidup melalui seni dikarenakan di lingkungan sekolah mereka terbiasa dengan belajar buku.

“Belajar melalui seni anak bisa lebih kreatif dan mengingat hasil karya dan ini lebih mudah diingat dibanding dengan teori buku,” jelasnya.

Dilokask yang sama Janessa mengatakan dia bersama Keilana berusaha konsisten menggunakan pendekatan ‘fun learning’ dan ‘art’ untuk kampanye keberlangsungan lingkungan hidup yang telah mereka lakukan di berbagai sekolah, komunitas anak, panti asuhan di Bali dan Jakarta sejak tahun 2024.

“Sebelumnya telah dilakukan lomba-lomba kreasi seni dari materi daur ulang. Untuk kegiatan kali ini, pendekatan seni dilakukan melalui kreativitas menghias kelas (tanpa materi plastik) dan pembuatan foto serta mini video. Melalui lomba Pilah Pilih sampah,mereka menerapkan ‘fun learning’ yang lebih mudah diingat daripada sekedar mendengarkan pengajaran teoritis,” kata Janessa.

Kedua remaja puteri ini membuat wadah IRIS Initiative (Instagram: Irisintiative.id) dan bahkan merancang mini kurikulum untuk memastikan agar keberlangsungan lingkungan hidup dapat ditularkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.

Bahkan mereka juga telah memikirkan program pembekalan agar dapat mempersiapkan para ‘agen’ muda yang memiliki kemapuan meng-kampanye-kan keberlangsungan lingkungan hidup sesuai dengan minat, bakat dan tren pengembangan teknologi.

Keilana dan Janessa telah membuktikan bahwa di usia muda mereka dapat melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar dan berguna untuk Jangka Panjang.

Click to comment

Trending

Exit mobile version