Ekonomi

PT Tira Austenite Tbk Peroleh Peningkatan Penjualan Sebesar 18 Persen Dengan Laba Bersih Sebesar 2,2 M

Published

on

Jakarta, Hariansentana.com – Perseroan Terbatas (PT) Tira Austenite Tbk memaparkan kinerjanya sepanjang tahun 2020 hingga tahun 2022, serta kinerja perseroan sampai dengan kuartal 1 tahun 2023. dan proyeksi kinerja dan rencana strategis perseroan tahun 2023.

Dalam pemaparan kinerja perseroan tahun buku 2022, Perusahaan manufaktur dan distribusi PT Tira Austenite Tbk. melaporkan penjualan pada 2022 meningkat sebesar 18 persen dibanding 2021.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Keuangan yang juga sebagai Korsek PT Tira Austenite Tbk Soeseno Adi dalam siaran pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan paparan publik di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/6/2023).

Soeseno Adi menyampaikan peningkatan penjualan pada 2022 terjadi di Divisi Steel yang tumbuh sebesar 29 persen, manufaktur tumbuh 40 persen,” tambahnya.

Dikatakannya, Untuk kinerja tahun lalu pada 2022 penjualan tercapai sebesar 286 miliar. Ini merupakan pencapaian tertinggi selama 3 tahun, dan laba bruto sebesar 9,7 miliar, dengan laba usaha sebesar 15,8 miliiar. Laba netto tercapai sebesar 2,2 miliar, dengan total aset sebesar 329,4 miliar.

Secara umum lanjut Soeseno Adi kontribusi penjualan paling banyak disumbang oleh divisi baja sebesar 65 persen, kemudian divisi gas itu 27 persen kemudian manufaktur 7 persen dan divisi lain sekitar 1persen. Adapun divisi gas di 2022 mengalami penurunan 7 persen, salah satunya penurunan konsumsi Oksigen pada 2021 akibat meredanya pandemi Covid 19.

Sementara kenaikan penjualan ini turut mendongkrak kenaikan Laba Bruto dan Laba Usaha sehingga Laba Bersih Perseroan meningkat menjadi 2,2 milliar rupiah lebih baik dari tahun sebelumnya yang negatif 3,3 milliar rupiah.

Pertumbuhan di Divisi Steel di topang pada performance di segmen Mining, Power Plant, Oil & Gas, Cement dan juga Palm Oil Mill. Sedangkan untuk manufaktur pada 2022 pertumbuhan terjadi di segmen Mining, Cement dan juga Sugar Mill,” paparnya.

Sementara, Totok Indratno, Group Head Sales & Operation memaparkan khusus untuk kuartal I-2023, penjualan sampai dengan relatif sama dengan penjualan Q1 2022. Pertumbuhan 2023 terhambat akibat keterbatasan supply pada divisi steel dengan adanya PP 28.

Sampai sekarang isu ini masih hangat dan saat ini isu PP 28 menjadi isu nasional untuk para importir dan diprediksi baru akan terbit izin impornya pada bulan Agustus atau September 2023.

Namun, penjualan divisi gas industri sampai kuartal I-2023 terus membaik dengan penguatan bisnis di segmen Oil & Gas, Mining, Cement & juga Power Plant.

Penjualan Divisi Manufaktur sampai kuartal I-2023 terus meningkat seiring dengan pengembangan pasar ke beberapa segmen industri strategis ( Mining, Cement, Sugar Mill) dan didukung oleh fasilitas produksi yang lebih baik dengan adanya investasi baru yaitu electric furnace.

“Pengembangan Finished product juga menjadi fokus bisnis di Manufaktur khususnya untuk support di segmen mining baik yang terkait dengan alat berat maupun di unit produksi,” paparnya.

Totok optimistis penjualan pada 2023 tetap tumbuh meskipun sedikit mengalami kontraksi karena masih ada aturan yang belum terbit.

Click to comment

Trending

Exit mobile version