Ekonomi

PLN UID Jaya Punya Gardu Induk Tanpa Operator

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya meresmikan Gardu Induk Tanpa Operator (GITO) Harapan Indah 20 kilo Volt (kV). Gardu Induk ini menjadi yang pertama di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya untuk menyuplai beberapa kawasan diantaranya Marunda, Cakung, Harapan Indah, dan Pondok Kopi. Beban listrik yang disalurkan GI Harapan Indah rata-rata mencapai 79 Mega Watt (MW).

Menurut General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan, proses pengawasan dan pengendalian GI yang sebelumnya dilakukan oleh operator akan dilakukan secara terpusat dan jarak jauh oleh PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jakarta.

“GI tanpa operator ini sebagai solusi penyaluran listrik ke pelanggan yang lebih efektif dan efisien,” kata Doddy B. Pangaribuan Kamis (11/08/2022).

Lebih jauh ia mengatakan, teknologi yang mumpuni telah disiapkan PLN untuk memastikan peran operator yang selama ini mengawasi secara langsung dapat tetap terpantau dengan baik. Semua peralatan telah terhubung melalui aplikasi human machine interface.

“Pengawasan dari sisi pengamatan ruangan cell dan instalasi cell akan dipantau selama 24 jam dari Maintenance Control Centre PLN UP2D. Pengawasan yang kontinu dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga,” tukasnya.

“Kehadiran GITO Harapan Indah 20kV  diharapkan merupakan inovasi para insan PLN dan wujud transformasi PLN dalam bentuk Lean, dimana PLN memastikan pengadaan listrik yang handal dan efisien kepada pelanggan,” sambungnya.

Gardu Induk Digital Pertama
Pada kesempatan berbeda, General Manager PLN UIP JBB, Octavianus Padudung mengatakan, PLN juga melakukan digitalisasi di Gardu Induk Sepatan II. Selain melakukan digitalisasi, PLN juga melakukan pemberian tegangan atau _energize_.

“Proyek GID 150 kV Sepatan II merupakan Gardu Induk dengan teknologi yang paling mutakhir dan pertama di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, GID merupakan suatu inovasi dari PLN sebagai perusahaan yang terus bertumbuh kembang, serta bukti konkret PLN menerapkan sekaligus meningkatkan teknologi baru dalam sistem ketenagalistrikan tanah air.

“Pembangunan GID 150 kV Sepatan II menerapkan teknologi full digital pada gardu induk konvensional, dengan penggunaan Fibre Optic, banyak kelebihan yang didapat di antaranya lebih aman, lebih minim potensi gangguan, monitoring operasional lebih mudah, identifikasi gangguan lebih cepat dan tepat serta proses pembangunan menjadi lebih cepat,” papar Padudung.

Tidak hanya itu, lanjut dia, penggunaan teknologi Fibre Optic di GID ini memiliki keunggulan lain seperti pengurangan kabel tembaga hingga 80% yang berimplikasi positif pada pengurangan material berat yang digunakan sehingga meminimalisasi material yang diangkut dan berdampak pada pengurangan emisi CO2 pada saat proses pengangkutan.

Melalui energize tahap kedua ini sekaligus menandakan selesainya pembangunan GID 150 kV Sepatan II. Praktis kapasitas total Gardu Induk ini menjadi 2×60 MVA dengan beroperasinya kedua trafo, melayani konsumen dengan mengalirkan listrik yang bersumber dari PLTU Lontar dan kemudian disalurkan melalui SUTT 150 kV Sepatan-Sepatan II.

“Harapan dari beroperasinya Gardu Induk Full Digital pertama di Indonesia ini, keandalan pasokan energi listrik di Provinsi Banten, khususnya wilayah perindustrian, semakin meningkat. Pertumbuhan industri baru serta dapat menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menjadi pintu pembuka menuju teknologi baru sistem kelistrikan Indonesia yang lebih baik,” tutup Padudung.()

Click to comment

Trending

Exit mobile version