Ekonomi

Pertamina Sebut Virus Corona Tak Ganggu Stok BBM

Published

on

Jakarta, HarianSentana.com – VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa wabah Virus Corona baru atau COVID-19, tidak berpengaruh terhadap stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dalam kondisi aman dan cukup baik.

Ia mengatakan, dari sisi keamanan stok, mitra operasional di Pertamina sudah melakukannya. Penambahan serta peningkatan stok pasti juga sudah dilakukan. “Pertamina sangat memahami surat edaran dari Menteri BUMN tersebut serta telah melaksanakannya,” kata Fajriyah di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menginstruksikan BUMN migas dan energi agar menjaga ketersediaan BBM, gas, dan elektrifikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah merebaknya wabah Virus Corona.

Salah satu maksud dan tujuan dari perintah Menteri BUMN tersebut adalah memperkuat business contingency plan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional maupun bisnis BUMN.

Masih Jauh
Terkait wacanam menurunkan harga BBM di tengah anjloknya harga minyak dunia, Pertamina mengaku perlu koordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya kementerian terkait.

“Harga BBM turun? Wah itu masih jauh, kita masih pelajari, tapi yang pasti tidak semudah itu perlu koordinasi dengan pemangku kepentingan, seperti Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan ,dan pihak lain yang terdampak, ada formulanya itu,” kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina Heru Setiawan seperti dikutip 4 5Antara di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut,Heru menegaskan bahwa Pertamina terus memantau pergerakan harga minyak dunia yang sempat anjlok. “Kita lihat dulu, kan baru beberapa hari, nanti dilihat dampak-dampaknya apa saja kepada Pertamina,” kata Heru.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi energi dari UGM Fahmy Radhi menyarankan PT Pertamina segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena harga minyak dunia turun drastis sampai di bawah 50 dolar AS per barel setelah OPEC berupaya menurunkan produksi hingga 1,5 juta barel, tetapi Rusia yang non OPEC menolaknya.

“Jika tidak ada penurunan produksi, maka harga minyak dunia bisa semakin rendah mencapai di bawah 40 dolar AS per barel,” kata Fahmy.(sl)

Click to comment

Trending

Exit mobile version