Opini

Opini Kandang Ledakan di Kilang Pertamina

Published

on

SIAPA yang mau disalahkan oleh ledakan kilang minyak Pertamina? Pasti tidak ada yang mau. Presiden pasti akan menyalahkan Menteri BUMN, Menteri BUMN pasti akan menyalahkan Dirut Pertamina, sementara Dirut Pertamina walau tidak ngomong akan menimpahkan beban ini kepada Dirut PT Pertamina Kilang Internasional, yang terakhir maka yang akan disalahkan adalah Manajer Kilang. Masih ada peluang satu lagi menyalahkan karyawan, atau bahkan menyalahkan masyarakat sekitar.

Tapi menyalahkan orang ada resikonya, orangnya akan dipanggil aparat hukum, kalau mau disalahkan selesai masalah, kalau tidak mau disalahkan buntutnya jadi panjang karena dia akan menyalahkan orang lain.

Cara begini akan membuat isu ledakan kilang menular ke mana-mana, bahkan bisa sampai ke presiden Jokowi sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas rentetan peristiwa kebakaran kilang. Konon katanya hal begini bisa menjadi “opini liar.”

Paling gampang sebenarnya adalah membangun Opini Kandang. Opini kandang adalah opini yang dikandangin, atau opini yang dimasukkan ke dalam kandang, lalu orang lain disuruh melihat dari kejauhan itu loh kejadiannya, itu loh peristiwanya. Opini kandang dimaksudkan agar suatu peristiwa tidak terlalu menyeret banyak orang, dan jangan sampai menyeret para juragan atau bos-bos besar.

Namanya opini kandang, semacam kerbau, dicokok dulu hidungnya baru diikat tali, lalu digiring ke kandang, setelah di dalam kandang dilepas talinya seolah-olah dia bebas walaupun sebenarnya di dalam kandang. Jadi opini semacam ini akan menimbulkan kesan bebas walaupun telah dikerangkeng atau dipagari.

Upaya membentuk semacam opini kandang tentang ledakan Kilang Pertamina adalah menuduh petir. Mengapa? Tidak akan ada yang bertanya kepada petir mangapa melobangi tabung tangki baja Pertamina. Hal lain adalah _mind blowing_ Petir itu pasti menakutkan bagi semua orang. Kalau orang melihat petir pasti pikirannya ada yang terbakar kesambar ini. Petir itu membuat takut, membuat ngeri. Walaupun sebenarnya petir ber jam jam di depok misalnya, sangat jarang pom Bensin kebakar, angkot kesambar, atau kereta atau apapun. Nauzubillah jangan sampai terjadi.

Tapi bayangan semua orang bensin kalau kesambar petir pasti nyala.. Itu kalau bensin ya ditampung di jerigen plastik. Lah kalau bensin di dalam tabung baja yang sangat tebal agar bisa menahan petir atau api, apa akan terbakar juga? Tapi pikiran awam bahwa bensin akan terbakar kena petir adalah modal penting sebagai dasar membangun opini kandang.

Tapi untuk membangun opini kandang semacam itu memang ada ongkosnya, buat bikin kandang, dll.. Dan jangan lupa sediakan juga makanannya, kalau tidak yang di dalam kandang bakal ngamuk, lapar. Juga tidak lupa mengongkosi yang jaga kandang, urusannya memang jadi agak lama. Ada masanya sapi-sapi ingin keluar kandang, namanya sapi susah diatur, beda dengan kerbau.

Oleh : Salamuddin Daeng, Pengamat Ekonomi dan Peneliti AEPI

Click to comment

Trending

Exit mobile version